Skip to content


Sangat manusiawi tapi harus dicoba untuk dikelola lebih arif.

Bandung, 25 Maret 2011.  Untung hujan deras turun setelah shalat Jumat berakhir, untung hujan deras turun tatkala kami sedang praktikum di dalam lab, untung hujan berhenti  tepat ketika praktikum usai dan kami siap-siap pulang setelah seharian praktikum tentang spesimen. Dan beruntung juga hujan deras kembali membasahi Bandung Timur ketika kami sudah sampai di dalam rumah. Alhamdulillah.

Untung, beruntung, peruntungan dan untung-untungan?. Shirley Temple  pernah mengatakan: Good luck needs no explanation. Sedangkan menurut William Shakespeare:  Fortune brings in some boats that are not steered.

Dalam kitab suci Al-Qur’an  banyak sekali ditemukan ayat ayat yang menjelaskan mengenai keberuntungan baik mengenai apa itu keberuntungan dan bagaimana kita supaya menjadi orang yang beruntung. Setidaknya ada sekitar 53 ayat yang menyebutkan kata beruntung (termasuk keberuntungan).

Faktor keberuntungan sangat dekat hubungannya dengan kedalaman dan keluasan seseorang atas keyakinan terhadap rukun iman yang ke enam, yaitu : percaya kepada qadha dan qodar atau takdir Allah SWT. Qadha (yang berarti hukum, kepastian, ciptaan) adalah ketentuan Allah SWT terhadap sesuatu pada waktu terjadinya. ini berkaitan dengan hukum kausalitas (sebab-akibat) atau Sunnatulloh. sedangkan qadar (yang berarti kadar atau ukuran) atau takdir mengenai ketentuan Allah SWT  yang tidak bisa di ubah.

Dalam Islam, makna keberuntungan bukan hanya bersifat duniawi, tetapi juga ukhrawi. Keberuntungan ukhrawi selalu menjadi prioritas orang beriman, yang hanya diperoleh dengan cara mengingat Allah sebanyak-banyaknya.  {QS al-Jumu’ah (62):10}.

Dan tentang praktikum hari ini, saya sangat beruntung selama ini memiliki banyak teman asisten yang membantu praktikum Mankester, Biologi dan lain-lain. Jika berhitung mundur sejak pertama kali menjadi staf pengajar, barangkali sudah mendekati 100 an orang. Dari merekalah saya beruntung bisa mengenal lebih banyak karakter mahasiswa. Bisa agak lebih memahami keinginan mahasiswa pada berbagai waktu dan masa yang pastinya berbeda-beda. Sungguh sebuah pengayaan bathiniyah yang tak terhingga nilainya.

Kadang ada sesuatu yang tak terpikirkan dan mungkin sulit untuk menjelaskannya. Anak2 asisten kadang lebih baik dalam menyampaikan atau mentransformasikan suatu pokok bahasan atau topik tertentu pada anak-anak praktikan. Mereka seringkali lebih bagus dalam menyampaikan sebuah materi dibandingkan jika saya yang mestinya harus memberikannya.

Well, hari ini anak-anak mahasiswa Mankester menyelesaikan praktikum spesimen. Diawali dengan penjelasan tentang GLP (Good Laboratory Practice). What is GLP? Good Laboratory Practice is defined in the OECD Principles as “a quality system concerned with the organisational process and the conditions under which non-clinical health and environmental safety studies are planned, performed, monitored, recorded, archived and reported.” The purpose of the Principles of Good Laboratory Practice is to promote the development of quality test data and provide a tool to ensure a sound approach to the management of laboratory studies, including conduct, reporting and archiving.

Dan setiap hari jumat, apalagi kalau pas sore hari. Tantangan yang dihadapi adalah masalah lemah dan lesunya mahasiswa praktikan. Mungkin mereka sudah pengin agar praktikumnya cepat-cepat segera usai. Persiapan libur atau pulang kampung?. Apalagi kalau cuacanya sedikit mendung mereka akan semakin bertambah gelisah. Sangat manusiawi tapi harus dicoba untuk dikelola lebih arif.

Mahasiswa praktikan barangkali tidak tahu bahwa untuk mempersiapkan overview, kita dan anak2 asisten harus menyiapkan materi. Untuk praktikum spesimen misalnya harus membaca  Handbook Good Laboratory Practice (GLP).   Mesti membaca dulu manual  mutu, protocol2, SOP-SOP yang terkait dengan Collection of specimens, ISO 17025-2005, aneka gambar telur cacing dan lain-lain.

Dan barangkali tak ada yang tahu bahwa untuk menjaga dan merawat ilmu, setidaknya aku selalu menyelipkan buku-buku best practices veterinary, kamus dan lain-lainnya. Sudah bertahun-tahun buku seperti Guide for the Care and Use of Agricultural Animals in Research and Teaching. Dan buku kecil Code of Good Veterinary Practice, terselip dalam tas rangsel yang setiap hari menemaniku ke kampus dan setidaknya setiap hari bisa terbaca 1 atau 2 halaman.

Senang rasanya bisa berdiskusi dengan anak-anak praktikan. Karena dengan begitulah kita bisa saling memberi dan bertransfer ilmu. Transformasi ilmu tak boleh berhenti hanya karena lelah atau harinya kejepit. Kerja keras mungkin akan sedikit membuat kita capai tapi itulah salah satu kunci ciri seseorang memiliki etos kerja yang bagus. Dan Itulah yang kumaksud dengan untung dan beruntung.

Aku beruntung masih memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan anak-anak praktikan. Kepada merekalah kelak, sukses tidaknya pembangunan peternakan dipertaruhkan.  Merekalah yang akan menentukan maju mundurnya bangsa ini. Sedang tentang qadha dan qodar, saya yakin-yakin saja, karena memang dengan cara itulah  insyaallah kita bisa menjadi sedikit bermanfaat bagi orang lain.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.