Skip to content


Memaknai kampus dalam sebuah game.

Bandung, 19 Maret 2011. Kampus adalah sebuah area netral dimana berbagai komunitas di dalamnya dapat merasakan kebebasan berpikir dan menikmati toleransi. Ada agama, norma dan etika sebagai rambu-rambu namun  tak menjadi alasan untuk saling bertentangan. Tak ada sebuah tempat bahkan dunia yang tak berbatas karena  bagian perifernya selalu merupakan sebuah tepi yang tak berujung.

Kampus juga selalu terisi oleh berbagai komponen kumunitas yang sangat beragam. Kadang tak mudah untuk memahami situasinya namun itulah keunikannya.   Tentang keaneragaman di kampus, ada yang mengatakan bahwa: “Most students on campus are polite and respectful on the surface, but behind closed doors their prejudice readily comes out”.

Jam telah  menunjukkan pukul 17.30 an. Beberapa menit yang lalu, kami dan mahasiswa angkatan 2009 baru saja menyelesaikan shift terakhir Praktikum Mankester. Usai diskusi dan membahas tentang tanda-tanda klinis, anamnesa, diagnosa, prognosa, kami pun segera kabur, pulang. Di Plaza Fapet anak2 masih asyik bermain basket dan tak jauh dari Kampus Fapet, yaitu di taman dan salasar Unpad dekat GOR Unpad dan lapangan Bola, anak2 dari berbagai fakultas lain masih sibuk: latihan drumband, latihan beladiri mungkin Merpati Putih – Taekwondo , karate dan sejenisnya. Ramai.  Dan tak jauh dari tempat itu, beberapa mahasiswa sedang menuntut anjing-anjing  kesayangan (pet animal) yang lumayan beragam bangsa dan jenisnya. Kelihatannya mereka  bukanlah  anak2 Fapet.

Dan pastinya, anak2 itu  tidak sedang mempersiapkan anjing2 mereka untuk ikutan acara: the Mary S. Roberts Pet Adoption Center’s Walk With The Animals yang biasanya setiap tahun diadakan oleh MSRPAC. Tanggal 19 Maret 2011, hari ini kontes dan paradenya akan dilangsungkan di  Fairmount Park (band shell area), Riverside County, California.

Well, I appreciate your friendship.

Hari-hari terakhir ini di berbagai daerah dan bahkan diberbagai belahan dunia serasa lebih warna-warni suasananya. Di tengah hingar bingar dan kegaduhan politik, dimana-mana  bencana saling susul menyusul silih berganti. Apakah ada kaitannya dengan takdir dan adzab?. Entahlah.

Para penganut teori konspirasi menyebutkan hari ini 19 Maret 2011 akan bertepatan dengan Supermoon yang konon katanya diramalkan akan  bisa menyebabkan Moonageddon atau bencana besar, seperti gempa bumi dan letusan gunung berapi. Supermoon adalah siklus 18 tahuan sekali. Pada tahun2 sebelumnya Supermoon terjadi pada tahun 1955, 1974, 1992 dan 2005. Di tahun tersebut ada peristiwa cuaca ekstrim atau bencana alam. Tsunami yang membunuh ratusan ribu orang di Indonesia juga terjadi dua minggu sebelum Supermoon pada Januari 2005. Kemudian, pada Natal 1974, topan Tracy menghancurkan Darwin, Australia.  Gempa bumi di Turkmenistan pada 1948, erupsi Gunung Pinatubo di Filipina pada 1991 dan badai Katrina pada 2005 di Amerika Serikat. Seminggu yang lalu  Jumat (11/3) juga terjadi bencana gempa bumi 8,9 skala richter di Jepang. Gempa besar yang disusul tsunami yang sangat dahsyat.

Beberapa teman saya orang Jepang dalam  Komunitas Jango Online yang sempat berkomunikasi dengan saya mengatakan:

Hi dear my friend ! Thank you for your message!!

I am OK! And all my family are OK!! Fortunately, since my house is about 500 km away from the stricken area, my house has not broken, either. Earthquake still continue….we can not sleep enough every night.

We the Japanese knew that such huge earthquake would happen in near future. Therefore, we built the strong earthquake-proof house, saved food and water, and prepared for the earthquake. However, this earthquake hit Japan with much bigger energy than our assumption.

Television fell by the earthquake at my bedroom. If the big earthquake happened in the night, I may hit my head hard and possibly I was dead.  Since many glasses in my cupboard broke, it was serious that I tidied it up……but already done

Although the function of city area in which we live was recovered, the area hit by an earthquake is insufficient for electric power. We perform the power failure of 3 hours every day, in order to send electric power to a stricken area…I haven’t much time to hearing music by jango…sorry that my reply was late.  Thank you for worry about me. I appreciate your friendship.

Dalam beberapa hal, harus diakui kita memang harus belajar banyak hal pada bangsa Jepang. Tangguh, tegar dan tetap memiliki semangat di tengah kegalauan yang mereka hadapi.

Memaknai  Biologi, Sejarah dan Kedokteran dalam sebuah game.

“Those who cannot remember the past are condemned to repeat it”. Begitu kata George Santayana. Barangkali selain mempercayai  takdir dan adzab, manusia juga bisa belajar dari sejarah. Anak-anak mahasiswa Fapet mestinya  belajar tentang falsafah sejarah, tentang teleologi, historiografi dan lain-lain. Makna akhir, spekulasi dan desain, tujuan, prinsip direktif, atau finalitas dalam proses sejarah manusia bisa dipelajari untuk dimaknai. Selalu ada pembelajaran berharga dibalik sebuah kejadian.

Francis Bacon pada abad ke-16 akhir, menulis tentang “Sejarah Alam”.  Bagi dia, sejarah atau historia adalah “pengetahuan tentang obyek yang ditentukan oleh ruang dan waktu”, semacam pengetahuan yang diberikan oleh memori (sementara sains diberikan oleh akal, dan puisi disediakan oleh fantasi).

Pada waktu masih remaja, salah satu buku kesukaan saya adalah tentang kesehatan keluarga. Kebetulan di rak buku entah darimana asal usulnya ada buku Perawatan di Rumah karangan Zr. J.A Th. Djagia M.Sc. Diterbitkan  tahun 1975 oleh  Indonesian Publishing House. Buku tentang kesehatan keluarga lainnya yang aku suka adalah karya Charles Brickett Bailey. Pria lulusan  University of Vermont College of Medicine di Burlington itu kebetulan lahir di Newbury USA  tanggal 19 Maret, 1911 jadi seabad yang lalu. Bailey adalah seorang dokter yang juga diakhir hayatnya senang dengan biologi.

Tahun 1929, ia memasuki Tufts College, Akademi Bradford sama dengan almamater ayahnya di Medford, Massachusetts, setelah memperoleh gelar sarjana seni di bidang teknik kimia pada tahun 1933. Namun kemudian, ia memutuskan untuk  memasuki University of Vermont College of Medicine di Burlington.  Pada saat banyak dokter mulai spesialisasi, Dr Bailey memilih praktek umum dan mencari sebuah komunitas non-urban di mana untuk menetap dan membesarkan keluarganya.

Anak seorang entomolog itu sangatt  rajin mengunjungi berbagai belahan dunianya untuk mendedikasikan dirinya pada kemanusiaan. Pada tahun 1969, ia menerima the American Legion. Dan Pada tahun 1983, ia menerima Citizen of the Year Award dari the Hampton Falls Grange and the Selective Service Award untuk dedikasinya. Akhir tahun 1996, ia didiagnosa menderita kanker dan lebih senang mengamati dan meneliti kehidupan burung. Pasti karena  kecintaannya pada biologi.

Ketika kita diminta untuk memaknai banyaknya bencana pada akhir-akhir ini, ada baiknya kita merefleksikan waktu dan pikiran kita sejenak ke belakang.  Tidak setiap hari ada krisis, namun sebuah krisispun harus dimaknai.  Mungkin kita bisa belajar dari sebuah game populer “Day of Crisis”.  Day of Crisis bukanlah sekedar sebuah game atau  video game yang dikembangkan  Monolith Soft dan dipublikasikan oleh Nintendo.  Sebuah game anak-anak (yang disukai juga oleh remaja dan orangtua) karena dikembangkan untuk merancang  dan berlatih  bertahan hidup dalam sebuah atau berbagai kondisi bencana alam. Bahkan juga bertahan dan berjuang melawan teroris.

Mungkin kalau punya waktu ada baiknya kita main game bersama Raymond Bryce, mantan Marinir AS dan anggota Tim Rescue Internasional. Ray dan rekannya Steve Hewitt sedang melakukan misi penyelamatan rutin di dekat gunung berapi aktif, Mt. Aguilas, dan tragedi terjadi menimpa mereka  ketika gunung berapi tiba-tiba meletus. Dan, permainan pun dimulai. Selamat mengumpulkan “Survival Points”, sambil menunggu tepat pukul 00.00, saat dimana mestinya bulan nampak lebih terang karena fenomena supermoon.

Posted in FolkTale.

Tagged with , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.