Skip to content


Sempit dan eksklusif

Bandung, 11 Maret 2011. Pukul 15.00 @Dinas Pertanian dan Peternakan kab. Indramayu, kami sedang berdiskusi membahas Blueprint Sapi Potong Kab. Indramayu, tatkala ada berita yang mengenaskan dari Jepang. Gempa bumi dahsyat dan diikuti tsunami.

Menurut  USGS NEIC (WDCS-D), gempa tersebut berlokasi di  38.322°N, 142.369°E, dengan Kedalaman 24.4 km (15.2 miles) , kurang lebih 130 km (80 miles) E of Sendai, Honshu, Japan, 178 km (110 miles) E of Yamagata, Honshu, Japan, 178 km (110 miles) ENE of Fukushima, Honshu, Japan, 373 km (231 miles) NE of TOKYO, Japan. Itu adalah gempa terbesar yang melanda Jepang dalam 140 tahun terakhir dan  menyebabkan luka yang mendalam. Tragedi terbesar setelah perang dunia ke II.

Beberapa saat kemudian, teman2 dari komunitas Jango online mengirim by shout dan email. “Wishing you nice weekend (hopefully without beta-agonist studies). Hope you won´t get any sunami in your town….safe weekend t. Päivi. (from Finland)

Hello dear. how’s things there? hope that u r ok without any side effect from earthquake and suenami. God bless u, dear. Lin (from Thailand).

Era ICT membuat sebuah peristiwa  atau  kejadian di suatu tempat akan menyebar sangat cepat.  Mungkin tak seperti  kegundahan Pat Boone dalam senandung “Love Letters In The Sand”. Each time I saw the tide.  Take our love letters from the sand.  Now my broken heart aches. With every wave that breaks.

Apa yang sedang terjadi dan akan terjadi.? Tuhan SWT yang lebih tahu.  Beberapa ilmuwan boleh meramalkan  kejadian lebih lanjut, bahwa pada tanggal 19 Maret 2011, bulan akan dalam keadaan paling dekat ke bumi selama revolusi sekitar Bumi setelah jangka waktu 18 tahun. Jarak terdekat ini telah diperkirakan menjadi hanya 221.567 mil (356.577 km). Menariknya, itu akan menjadi malam bulan purnama juga.

Astrologist AS Richard Nolle menyebutnya  sebagai “Lunar perigee” dan percaya akan membawa bencana. Konon katanya bahwa setiap kali bersamaan dengan “Supermoon”akan membawa konsekuensi dalam bentuk badai, air pasang yang sangat tinggi, pasang ekstrim dan bahkan gempa bumi. Sebuah spekulasi yang semoga kali ini  tidak benar.

Supermoon is an astrological term describing full moon in its closest position to Earth. This closest position is referred to a perigee of its orbits. This lunar event has been forecast for this 19th of March 2011 when the moon will locate itself 356,577 Km (221,567 miles) away from Earth. This will be the closest pass since the past 18 years.

Supermoons – terakhir adalah pada tahun 1955, 1974, 1992 dan 2005. Dengan ucapan para peramal, ada pertanyaan besar di depan kita bahwa apakah kita harus membuat rencana  darurat dan menyiapkan tempat penampungan untuk bertahan hidup?. Mungkin tak harus dramatis menyikapinya. Secara Ilmiah, gravitasi bulan dapat menjadi penyebab timbulnya bencana.  Menurut ramalan ilmuwan Simon O’Toole, dunia akan berakhir pada bulan Desember 2012. Semoga ramalan tersebut tidaklah benar. Tuhan SWT yang menentukan bukan para peramal?.

Well., mungkinkah itu semua cobaan dari Allah SWT?.,karena semakin parah dan payahnya moral hazard?. Telah terjadi degradasi moral dimana-mana.

Ulama Sufi membagi moral ke dalam tiga jenis, yaitu moral agama, moral undang-undang, dan moral lingkungan sosial. Dari ketiga jenis moral tersebut, yang paling dominan adalah moral agama dan menjadi sumber acuan bagi kedua moral yang lainnya. Itulah sebabnya, ajaran Islam selalu menekankan kepada semua umatnya agar senantiasa berpegang teguh pada moral Islam.

Al-Ghazali menyebut moral Islam sebagai tingkah laku seseorang yang muncul secara otomatis berdasarkan kepatuhan dan kepasrahan pada pesan (ketentuan) Allah Yang Maha universal. Seorang Muslim yang bersikap demikian akan mengarahkan pandangan hidupnya pada spektrum yang luas, tidak berpandangan sempit ataupun eksklusif.

Banyaknya bencana yang terjadi adalah bukan karena kegagalan agama dalam membangun masyarakat bermoral, melainkan kegagalan umat memahami pesan moral agama dan kegagalan mentransformasikannya dalam kehidupan sosial. Mungkinkah?.

Dalam sebuah novel berjudul The Social Animal, David Brooks, seorang kolumnis New York Times itu mencoba mengeksplorasi  dan menjelaskan cara hidup manusia masa kini.  Dia menulis berdasarkan pengalaman  dan kehidupannya  sehari-hari sebagai seorang kolumnis. Dengan   pendekatan intelektual dan kearifan emosional.

Buku bagus karena  menceritakan  tentang bagaimana sebuah sukses bisa terjadi. Dia mengambil cerita dari satu pasangan yaitu Harold dan Erica,  dan menceritakan bagaimana mereka tumbuh, mendorong maju, gagal, dan berhasil. Dari dua karakter itulah, Brooks menggambarkan suatu pemahaman baru yang mendasar tentang  sifat manusia. Sebuah buku yang  menggambarkan  dampak sosial dan mestinya akan mengubah cara kita melihat diri kita sendiri dan dunia.

Hmmmm.,saya mencoba renungkan apa kata Hank William:  Everything’s aging me and it’s got me down.  If I jumped in the river I would prob’ly drown.  No matter how I struggle and strive.  I’ll never get out of this world alive.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.