Skip to content


Mari kita belajar sejarah sambil minum susu dan ice krim apapun mereknya.

Bandung, 12 Februari 2011. Hari sabtu dan minggu mestinya digunakan untuk berlibur main ke mana saja,  ke tempat-tempat yang jauh dari buku dan laptop. Tapi hari ini, pukul 06.00 kami sudah harus ke kampus. Belajar dan diskusi?., ooh tak seburuk itu. Hari ini, rencananya jam 08.00 mulai start, benah-benah alat dan barang milik jurusan produksi ternak. Maklum terhitung tanggal 14 januari 2011, Jurusan2 di lingkungan Fapet Unpad dikubur. Tinggal cerita dan kenangan.

Pukul 06.15 kami dan beberapa anak asdos Biologi bermain basket dulu di Plaza. Satu setengah jam sudah cukup. Lumayan berkeringan walaupun cuman ada 5 orang. 2 lawan 2 sedangkan Ambar jadi wasit. Maklum saja kami bukanlah atlet.

Usai maen basket kerjapun dimulai. Brak brik bruk. Angkat ke sana angkat ke sini, naruh sana naruh sini, check sana check sini dan tahu-tahu hari sudah sore, menjelang maghrib malahan ketika tiba di rumah. Haus, haus, haus. Tapi?

Wah, tidak ada magnum, maka Bazzoka Mede  pun jadi. Yang aku maksud dengan Bazzoka Mede adalah es krim yang sepertinya ada rasa  vanilla dan coklat. Lumayan. Kelihatannya es krim produk Campina sekarang mendapat saingan yang cukup tangguh dari yaitu Magnum Classic, Magnum Almond, dan Magnum Truffle yang diproduksi  PT. Unilever Indonesia TBK Divisi Wall’s.

Biasanya klo ada waktu kami buat bubble sarang burung. Bahannya: Agar-agar merah  1/4 bks, Rumput Laut  8 sdm,  Manisan kolang kaling  4 sdm, selasih  4 sdm, Sirup cocopandan 8 sdm, Es batu  secukupnya, Campina Neaolitan   1 scoop. Cara membuatnya?. Dulu resepnya ngambil dari sebuah majalah.  Budaya minum es krim tak lepas dari budaya minum susu, sapi perah,  peternak dan koperasi sapi perah. Koq gitu?

Mungkin kita bisa melihat kilas balik ke beberapa abad yang lalu?. Setidaknya kita bisa lihat perjalanan mereka.  FrieslandCampina merupakan gabungan dua perusahaan susu terbesar Belanda: Friesland Foods dan Campina. Pada tahun 1870-an para peternak bergabung di pabrik-pabrik susu lokal koperasi di seluruh Belanda. Mereka melakukannya untuk meningkatkan  penjualan susu mereka (waktu itu tanpa alat pendingin modern sehingga mereka harus bekerja bersama-sama) dan untuk mendapatkan akses yang lebih besar di pasar.

Pada akhir abad ke 19 peternakan lokal di Belanda, Jerman dan Belgia tumbuh subur.  Pabrik-pabrik susu lokal kemudian menggabungkan diri ke dalam pabrik-pabrik susu daerah. Dan  koperasi-koperasi kecil mulai bergabung bersama di tahun 1960-an, menciptakan merek pertama nasional. Tahun 1979  DMV Campina didirikan. Tahun 1997, empat koperasi besar Belanda menggabungkan untuk membuat Friesland Coberco, yang kemudian menjadi Friesland Foods. Pada tahun 2001, Campina menyatu dengan Köln Milchwerke / koperasi Wuppertal-dari Cologne, Jerman dan De Verbroedering koperasi dari wilayah Antwerp Belgia. Dari situlah Campina internasional berkooperasi. Pada bulan Desember 2007, Friesland Foods dan Campina mengumumkan niat mereka untuk bergabung. Satu tahun kemudian, pada bulan Desember 2008, menjadi FrieslandCampina.

Bagaimana dengan Wall’s? Wall’s adalah merek makanan berasal Inggris yang cukup terkenal (di Indonesia juga), produk awalnya adalah daging berkualitas  dan es krim, yang dimiliki oleh Unilever. Didirikan di London pada tahun 1786 oleh Richard daging Wall sebelum diakuisisi oleh Unilever pada tahun 1922.  Untuk menghindari musim panas pada tahun 1920 Wall’s meluncurkan berbagai produk es krim. Unilever menjual bisnis produk daging dan lisensi untuk menggunakan merek Wall’s di seperti di Britania Raya pada tahun 1996 untuk Kerry Group. Kini bisnis inti Wall’s sendiri adalah es krim.

Apakah itu berarti kalau mau tumbuh besar harus bekerja sama?., Kelihatannya memang begitu. Perusahaan bisnis tertua di dunia adalah Stora Kopperberg Swedia, yang didirikan pada tahun 1288 dan sekarang dikenal sebagai Perusahaan bisnis tertua di dunia adalah Stora Kopperberg Swedia, yang didirikan pada tahun 1288 dan sekarang dikenal sebagai StoraEnso.  Sampai hari ini perusahaan tersebut dikenal sebagai industri peckaging terkemuka. Cup yang digunakan untuk wadah es krim sebagian atas jasa mereka.

Sejarah persusuan di berbagai belahan di dunia tak lepas dari peran koperasi. Dan bisnisnya sangat luar biasa. Mata rantai industri persusuan Australia diperkirakan  nilai $ 15 milyar per tahun. Dari 7.500 keluarga petani dan perusahaan mereka menghasilkan 9,1 miliar liter susu setiap tahun. Jadi sangat  produktif dan  kompetitif.  Satu juta ton bahan susu senilai $ 2700000000 diekspor dari Australia setiap tahun. Industri ini mempekerjakan 100.000 orang, 60.000 di antaranya hidup dan merupakan bagian integral dari masyarakat di seluruh Australia. 65% diantaranya di Victoria yang kemarin kena musibah banjir. Mereka sangat tangguh karena memiiliki organisasi peternak sapi perah yang tangguh SDFOs.

Komitmen mereka adalah: (a) Kesejahteraan seluruh warga Australia melalui kontribusi industri susu produktif dan bertanggung jawab., (b) Kesehatan dan kesejahteraan bangsa melalui produk susu yang memenuhi standar keamanan tertinggi gizi dan makanan., (c) Bertanggung jawab dan peduli atas  sumber daya alam, termasuk ekosistem dan hewan. (d) Standar tertinggi warga perusahaan, termasuk praktek kerja, kejujuran bisnis dan kesejahteraan masyarakat.

Dan yang menarik adalah nilai-nilai yang ingin dikembangkan yaitu: Kemandirian, kejujuran, dan integritas. Yaitu Dengan mendengarkan dan menghargai semua suara – semua pandangan dan semua daerah.  Dalam lingkungan dari kreativitas, untuk meningkatkan pelayanan, efisiensi dan efektifitas.  Dalam budaya penghormatan bagi individu, penerimaan tanggung jawab dan kerja sama tim.

Bagaimana dengan di negara kita?. Sejarah lumayan panjang juga ada di Indonesia sejak orang-orang Belanda bercokol di Indonesia. Koperasi-koperasi sapi perah yang cukup bagus di Indonesia seperti Koperasi “ SAE ” Pujon, KPBS Pangalengan, KPSBU Lembang, KPSP Setia Kawan Nongkojajar dan lain-lain harus berkolaborasi apapun bentuknya.

Koperasi susu di Pangalengan adalah yang tertua di Jawa Barat. Sebelum berubah nama menjadi KPBS Pangalengan yang kini kita kenal. Dulu tahun 1949 para peternak sudah mendirikan koperasi bernama Gabungan Petani Peternak Sapi Indonesia Pangalengan (Gappsip). Namun pada tahun 1961, Gappsip bubar karena tidak mampu menghadapi labilnya perekonomian Indonesia. Pada tahun 1969, dengan inisiatif pemerintah dan masyarakat, terbentuklah sebuah koperasi yang sekarang dikenal dengan nama KPBS.

Koperasi “SAE” Pujon bertempat di kabupaten Malang tepatnya di daerah Pujon. SAE adalah singkatan dari Sianao Andandani Ekonomi, yang artinya adalah ” Belajar Memperbaiki Ekonomi”, yang merupakan tujuan dari Koperasi ini.  Didirikan pada tanggal 30 Oktober 1962.

KPSBU Lembang telah berdiri sejak 1971. Begitu pun Sejarah KPSP Setia Kawan. Proses terbentuknya Koperasi ini berawal dari adanya peternakan sapi perah yang telah ada sejak tahun 1911 yang dilakukan oleh orang-orang Belanda yang berdomisili di Nongkojajar. Pada mulanya, tujuan pemeliharaan sapi perah ini untuk mencukupi kebutuhan susu segar bagi orang-orang Belanda.

Kita memiliki Gabungan Koperasi Susu Indonesia yang mewadahi koperasi susu sapi perah di Indonesia. Namun geliat GKSI tak seperti yang diharapkan. GKSI harus mencari format baru dan melakukan reformasi diri. Contohnya Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) yang katanya siap mengoptimalkan tiga industri pengolahan utamanya di Jabar, Jateng, dan Jatim guna menyukseskan program mencerdaskan anak bangsa melalui Susu Untuk Anak Sekolah. Pelaksanaannya tak mendapat respon yang memadai.

GKSI mungkin bisa lebih intens bekerjasama dengan kelembagaan lain untuk memacu produktivitas para anggotanya. Miasalnya dengan Telkom yang meluncurkan Koperasi Online, Divisi Business Service (DBS) yang berdiri pada awal tahun 2010 dan Kementerian Koperasi dan UMKM. Program-programnya bagus.

Koperasi Online tersebut berisi tiga aspek utama, yaitu Solusi Operasional Koperasi (Core), Solusi Dashboard Management yaitu monitoring kinerja koperasi oleh DEPKOP & DINKOP termasuk reporting, dan Layanan Tambahan Informasi (Portal) yang berisi informasi umum perihal Layanan Koperasi Online. Atau juga melalui pengembangan AVACS LIVE CHAT.

Saya sangat menghargai dan mendukung layanan yang inspiratif dan produktif seperti adalnya SMS CENTER KPBS PANGALENGAN. Tak menjadi masalah kalau pelaksanaanya tersendat-sendat yang penting dimulai, pemakaian ICT untuk usaha peternakan rakyat dan koperasi. Cita-cita lama untuk meningkatkan kulitas dan produksi susu sapi perah di Pangalengan. (Hmmm, rindu Goha, Citawa dan sekitarnya).

Koperasi susu sapi perah di Australia juga perlu waktu untuk mengembangkannya. Bisa belajar dari Australia Challenge Dairy (terutama di kawasan  Margaret River wine region dan Australia Barat), disana  kegiatan perkoperasian sapi perah sudah dirintis sejak tahun 1622 oleh orang-orang Belanda juga.

Jadi, singkat kata. Mari kita belajar sejarah sambil minum susu dan ice krim apapun mereknya. Yang penting belum kadaluarsa.

Posted in Latihan.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.