Skip to content


Menanti dan menunggu pun sebenarnya memiliki arti dan makna positip.

Bandung, 29 Januari 2011. Ada dua kosa kata yang sering membuat seseorang  menjadi kesal yaitu menunggu dan menanti. Namun sesungguhnya dua kosa kata itu juga dapat bermanfaat untuk melatih kesabaran.  Sejarah menunjukkan kesabaran dan ketekunanlah yang membuat seseorang tumbuh dan berkembang menjadi orang besar.

Hari ini acara Chemistry Fun Days (CFD) 2011 di PPBS Unpad yang berlangsung dari 27-29 Januari 2011 telah usai. Kegiatan itu diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia-Jurusan Kimia FMIPA Unpad.   Kegiatannya meliputi: (a) Lomba cerdas tangkas kimia tingkat SLTA se jawa barat, Banten dan DKI, (b) Lomba karya tulis kimia se Jawa barat, Banten dan DKI, (c) Seminar kimia kepada siswa SLTA dan Guru-guru pendampingnya, (d) Talk show tentang Kimia masa kini, dengan menghadirkan praktisi kimia dan (e) Open House Jurusan Kimia FMIPA Unpad.

Usai dari kampus, saya menunggu dan menanti anak saya pulang dari Dapla?. Maksud saya adalah Dago Plaza.  Tempat hangout anak-anak muda Bandung. Jujur, saya termasuk orang yang ngga begitu menikmati tempat seperti itu. Tapi mungkin untuk anak-anak esempe, tempat itu adalah sebuah  arena yang nyaman dan  menyenangkan untuk (terutama) main game internet online. Ditambah suasananya dan pengaruh teman2  bermain?.  Jadi para orang tua memang harus bersabar jika seorang anak menginginkan suasana lain di luar rumah. Barangkali cukup mengatur waktunya saja, tapi tidak melarangnya.

Dua tahun yang lalu kami para pengelola PPBS Unpad pernah merancang sebuah tempat bermain yang sekaligus bisa memberikan pembelajaran, merangsang nalar. Kami membayangkan di PPBS Unpad memiliki Basic Science Techno Park.

Berbagai perubahan yang terjadi pada tatanan kehidupan manusia, baik langsung maupun tidak langsung telah mengakibatkan adanya pergeseran orientasi pendidikan baik dari sisi kurikulum, proses pembelajaran, maupun dari sisi pengelolaannya. Dewasa ini, lulusan Pendidikan Tinggi selain dituntut memiliki kemampuan akademik dan profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan atau memperkaya khasanah ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau kesenian.

Perkembangan ilmu dan teknologi berjalan sangat cepat dan penerapannya cenderung semakin kompleks, sehingga telah dan akan terus membawa perubahan dalam kehidupan manusia. Perguruan Tinggi sebagai salah satu institusi yang bertanggungjawab untuk mengembangkan bidang ilmu dan teknologi menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang unggul, dituntut untuk selalu dapat menjawab tantangan tersebut, dan bahkan diharapkan menjadi kreator dan dinamisator perubahan itu sendiri.

Sebagai bagian dari institusi Pendidikan Tinggi, PPBS  Universitas Padjadjaran diharapkan dapat berperan aktif dalam mengantarkan peserta didiknya menjadi bagian masyarakat modern yang berkemampuan akademik tinggi dan memberikan peran positif terhadap pembangunan secara umum.

Guna meningkatkan mutu pembelajaran serta lebih memperluas pengembangan bidang ilmu dasar maka diperlukan berbagai sarana dan prasarana yang memadai khususnya yang mendukung dan meningkatkan minat mahasiswa terhadap pemanfaatan ilmu dasar untuk pengembangan teknologi terapan. Adanya Basic Science Technopark diharapkan dapat membantu mempercepat pemahaman  mahasiswa dan stakeholders terhadap ilmu dasar dan penerapannya untuk kehidupan sehari-hari.

Basic Science Techno Park dirancang sebagai suatu kawasan pengembangan teknologi  yang mempunyai operasional formal berbasis ilmu dasar. Kawasan ini dirancang untuk mendorong pembentukan dan pertumbuhan teknologi ilmu dasar dalam kawasan tersebut, dan mempunyai fungsi manajemen yang secara aktif terlibat dalam transfer teknologi dan keterampilan bagi stakeholders hususnya di sekitar kawasan atau lingkungan kampus. Techno park juga merupakan kawasan yang dirancang khusus untuk menghubungkan R&D univeristas, industry dan stakeholders lainnya.

Tapi cita-cita itu hanyalah mimpi sesaat.  Cita-cita bahwa Unpad memiliki semacam Family Fun Day layu sebelum berkembang. Family Fun day?.  Kami memiliki obsesi seperti yang dilakukan oleh L’Oréal Young Scientist Centre di Royal Institution.  Disitu ada taman disamping fasilitas laboratorium sains untuk anak-anak.

Ada sebuah tempat yang bisa mengsinspirasi dan dimanfaatkan oleh anak usia tujuh hingga 18 tahun dan jika perlu dengan guru atau tutor  dimana mereka bisa melakukan “interaktif eksperimental” untuk mengeksplorasi ilmu pengetahuan dasar (basic science).  Tempat seperti itu diperlukan untuk mempromosikan rasa ingin tahu, eksplorasi sebagai penghargaan pada nilai ilmu pengetahuan, sampai ke penelitian sederhana  ataupun  teknologi canggih, Art dan eksperimen di luar tupoksi PPBS Unpad sehari-hari.

Kegiatan sains bisa dikemas untuk anak-anak dan keluarga untuk mengeksplorasi hal-hal aneh yang membentuk dunia kita.  Jadi Family Fun Day bisa dilaksanakan dan dikemas dalam bentuk rekreasi  di Unpad. Bersama teman2 dan keluarga mengisi hari-hari libur.

Jika Michael Faraday pada tahun 1850 bisa mengilhami  L’Oreal Young Scientist Centre at the Royal Institution, maka tak ada salahnya  anak-anak kita pun diberi pemahaman tentang prestasi-prestasi ilmiah yang membuat dunia seperti sekarang ini.

Namun menanti dan menunggu tak selalu memberikan konotasi negatif. Sambil mengisi waktu setidaknya hari ini saya punya waktu untuk baca ulang artikelnya L. A. Babiuk et all: Molecular Approaches to Disease Control.

Immunization against infectious diseases has proven  to be one of the most cost-effective methods of controlling  economic losses in livestock and poultry. Unfortunately,  even though such practices have been around for over  200 yr, animals and humans continue to suffer from a  large number of infectious disease outbreaks. These losses occur as a result of different management conditions, as well as the possible ineffectiveness of the vaccines employed.

Recent advances in molecular biology, genomics, and immunology are revolutionizing our approach to managing infectious diseases of humans, livestock,  and poultry. One of the most interesting additions to the armamentarium of research focusing on controlling  infectious diseases has been a better understanding of how the host’s innate immune system recognizes “danger” signals.

Dan,  sambil menunggu Thareq aku pun punya waktu untuk menikmati  suara emas  Carrie Underwood: To believe you can change the world. Don’t listen to them when they say.  Oh the smallest thing can make all the difference. Boleh setuju tapi boleh juga kurang sependapat dengan apa kata Carrie.

Mungkin saya harus sabar menanti dan menunggu para pimpinan kita di Unpad. Sebuah basic Science Techno Park untuk Family Fun Day di PPBS Unpad.  Semoga.

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.