Skip to content


Kalaupun bersifat iritatif, hal itu tak akan terlalu lama.

Bandung, 20 Januari 2011. Hari-hari terakhir ini aku lumayan cukup akrab dengan antiseptik, antibiotika dan tensoplast. Kadang kalau rasa sakit dan pening tak tertahan terpaksa juga menelan obat dari keluarganya Aspirin atau acetaminophen. Tak ada yang harus disesali. Mensyukuri jauh lebih baik daripada menyesalinya.

Antiseptik atau germisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup seperti pada permukaan kulit dan membran mukosa. Zat antiseptik yang umum digunakan diantaranya adalah iodium, hidrogen peroksida dan asam borak.

Namun saya lebih senang  menggunakan Betadin, kadang2 saja saya menggunakan Rivanol,  yaitu suatu zat kimia (etakridinlaktat) yang mempunyai sifat bakteriostatik untuk membersihkan luka dan mengkompres luka.  Walaupun Rivanol hanya efektif pada kuman gram positif daripada gram negatif namun karena murah meriah dan mudah didapat, saya lebih senang memilihnya. Selain itu Rivanol juga  tidak terlalu iritatif  dibandingkan dengan povidon iodin.

O iya dalam Betadin terkandung Povidon Yodium, merupakan kompleks yodium dengan polyvinylpirrolidone yang tidak bersifat merangsang sehingga tidak menimbulkan rasa nyeri, mudah dicuci karena larut dalam air dan stabil karena tidak menguap. Povidone Iodine 10% itu kira-kira setara dengan Iodine 1%. Kadang orang mancampuradukkan antara obat merah dan betadin, padahal berbeda.

Hempasan ombak di Pantai Santolo yang penuh batu karang menimbulkan luka disana-sini. Luka terbanyak setelah kurang lebih 35 tahun yang lalu juga mengalami hal yang sama.

35 tahun yang lalu?.  Hari masih pagi saat kami bersama teman-teman memasuki kawasan Gedong Songo Ambarawa. Daerah di sebelah selatan  Semarang.  Kami akan melakukan camping di sana selama beberapa hari. Liburan panjang usai ujian sekolah selalu menjadi hari-hari yang dinanti-nantikan untuk berlibur.

Well, Ambarawa adalah kota kecil yang terletak di Jawa Tengah, lebih tepatnya terletak di jalur jalan raya antara Semarang dan Magelang. Kalau dari Semarang silakan ambil jurusan Jogja/Solo, begitu sampai Bawen jalur terpecah menjadi dua, lurus menuju Solo, ke kanan menuju Jogja. Dari Bawen kira-kira 1,5 km kita akan sampai di Ambarawa. Ambarawa adalah sebuah kota yang udaranya sangat sejuk, pemandangannya pun indah dikelilingi oleh gunung Merbabu, Telomoyo dan gunung Ungaran

35 tahun yang lalu kawasan gedong Songo hawanya masih sangat dingin, kabut ada disana sini. Pepohonan pinus terlihat di kanan kiri, menjulang ke atas. Mungkin sejenis Pinus merkusii. Pohon ini lumayan banyak kegunaannya. Diantaranya adalah  Gondorukem (resina colophonium) yaitu olahan dari getah hasil sadapan pada batang tusam (Pinus). Gondorukem adalah hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi (penyulingan) uap terhadap getah tusam. Hasil destilasinya sendiri menjadi terpentin. Kandungannya sebagian besar adalah asam-asam diterpena, terutama asam abietat, asam isopimarat, asam laevoabietat, dan asam pimarat. Bahan pelunak plester juga menggunakan bahan tersebut.  Dalam bidang kedokteran,  pohon ini juga dimanfaatkan untuk bahan antirematik, antiseptik, aroma terapi, balsamik, diuretik, dan juga ekspetoran.

Selain Pinus, pemandangan lain yang tak terlupakan di daerah gedong Songo adalah aneka kebun bunga yang ada di daerah sekitar Bandungan. Bunga Krisan adalah bunga kesayangan. Bunga Krisan atau bunga seruni yang punya nama latin Chrysanthemum ini merupakan bunga yang indah, memiliki aneka warna,  daya tahan kesegarannya yang cukup lama dan warnanya pun cukup beragam, yaitu merah tua, kuning, hijau, putih, campuran merah putih dan lainnya. Ingat bunga Krisan pasti ingat Gedong Songo Bandungan, Lembang, Nongkojajar, Batu Malang  dan Pangalengan.

Sangat menyenangkan melihat para ibu-ibu memelihara tanaman mereka, melakukan Penjarangan dan Penyulaman biasanya waktu penyulaman dilakukan seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. Sedangkan penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru. Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. Penyiangan dilakukan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumput-rumput liar. Sedangkan pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari, pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari,  tergantung cuaca atau medium tumbuh. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah.

Sangat menyenangkan pernah camping di daerah sekitar Komplek Candi Gedong Songo. Bangunan  ini diperkirakan dibangun oleh Raja Sanjaya, raja Mataram kuno pada sekitar abad 8 Masehi atau sekitar tahun 927 M.  Candi Gedong Songo merupakan candi Hindu yang dibangun untuk tujuan pemujaan. Candi ini kali pertama dilaporkan keberadaannya oleh Gubernur Jenderal Raffles pada 1740.

Pulang dari camping di Gedong Songo, saya membawa kenang-kenangan yang sampai sekarang takkan terlupakan karena akibat tabrakan dan terjatuh dari kendaraan dan luka-lukanya masih membekas sampai sekarang.

Namun pinus, dan luka-luka itu seperti  cerita folktail Jepang: The Mirror of Matsuyama.  Akan selalu menjadi cermin untuk sebuah perbaikan ke depan.    ” Yes, I will be very good. No such trouble ever darkened ….”

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.