Skip to content


Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Dan Bathin.

Bandara SoettaSurabaya, 11 September 2010. Di dunia ini tidak ada kebahagiaan yang lebih besar dan lebih utama daripada hidup damai dengan keluarga, damai dengan famili, dan damai dengan masyarakat. Barangkali itulah esensi dari Surat Al-Anfal ayat 1: “bertaqwalah kalian kepada allah, perbaikilah hubungan diantara sesama kalian, dan taatilah Allah serta RosulNya, jika kalian orang-orang beriman.

Mataku masih mengantuk ketika kami memulai perjalanan mudik ke Jawa Timur. Kami mengawali titik perjalanan lebaran tahun ini dari BSM di jl. Gatot Subroto Bdg. Masih pukul 04.00 tapi pelataran BSM sudah cukup ramai. Kebanyakan mereka mengantarkan saudara2nya yang hendak mudik melalui Bandara Soetta Cengkareng.

Pukul 05.50, kami sudah berada di jalan Tol Cipularang tepatnya berada di KM 49, hanya 500 meter sebelum pintu Tol Karawang Barat yang menuju arah Rengasdengklok. Hati aku langsung berpindah ke daerah Pangalengan selatan. Ini karena persis di depan nampak melintas sebuah mobil truk tangki pengangkut susu dari KPPBS Pangalengan yang akan menuju ke Jakarta. Kehidupan para peternak dan mata rantainya selalu membuat hatiku berdetak lebih cepat. Ada sesuatu yang tertinggal di sana. Sapi perah memang tak pernah libur memproduksi susu, setiap hari harus diperah dua kali, pagi dan sore.

Cuaca mendung hari ini membantu mengurangi teriknya panas matahari. Terminal B Bandara Soetta hari ini lebih mirip mall, ramai dengan hilir mudik para pemudik yang akan berangkat ke kampung halamannya masing-masing. Lebih dari 1 jam kami menghabiskan waktu, duduk termenung. hampir setiap kalimat dalam majalah Travelounge edisi bulan september sudah masuk dalam memoriku. Tentang Danau Toba, kehidupan suku Baduy, tentang Karbala, Bale Raos yang menyajikan makanan untuk para keluarga raja. Sesekali kami potret-potret beberapa sisi bangunan bandara khususnya di executif lounge yang memang cukup bagus.

Aku jadi ingat lagu lama Keagungan Tuhan, karya Fajar Bustomi yang walaupun didaur ulang oleh Vidi Aldiano namun tetap enak untuk didengarkan. Apalagi pesan lagu itu terhadap kebesaran Allah SWT begitu sangat kuat. Arsitektur Bandara Soetta tak ada apa-apanya dibandingkan alam semesta ciptaan Allah SWT yang sangat luarbiasa. Begitu kecilnya kita ini.

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon hal-hal yang menyebabkan (turunnya) rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, keteguhan dalam kebenaran dan mendapatkan segala kebaiikan, selamat dari segala dosa, kemenangan dengan (mendapat) Surga serta selamat dari Neraka. Wahai Dzat Yang Maha Hidup dan terus menerus mengurusi makhluk-Nya, Wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. “

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu pintu-pintu kebajikan, kesudahan (hidup) dengannya serta segala yang menghimpunnya, secara lahir-batin, di awal maupun di akhirnya, secara terang- terangan maupun rahasia. Ya Allah, kasihilah keterasinganku di dunia dan kasihilah kengerianku di dalam kubur serta kasihilah berdiriku di hadapanmu kelak di akhirat. Wahai Dzat Yang Mahahidup, yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. “

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, ‘afaaf (pemeliharaan dari segala yang tidak baik) serta kecukupan “.

“Ya Allah, ampunilah segala dosa kami, dosa ibu bapak kami, dan dosa saudara kami. Limpahkan ampunan dan rahmat-Mu kepada kedua orang tua kami. Ya allah, mereka telah berusaha membesarkan dan mendidik kami sejak kecil, tetapi kami tidak mampu membalas budi baik mereka. Oleh karena itu, balaslah kebaikan mereka oleh-Mu, ya Allah.

Well., hari belum begitu siang ketika kami mendarat dengan mulus di Bandara Juanda. Hanya perlu waktu 70 menit perjalanan dari Jakarta ke Surabaya. Dua keponakanku yang lucu2 menyambut kami. Dan tak berapa lama kami sudah sampai di tempat pemakaman Delta Praloyo Asri, Sidoarjo. Disitulah kakakku satu-satunya yang aku sayangi dan aku hormati disemayamkan 4 tahun yang lalu.

Kami ke makam tentunya bukan untuk pengkultusan atau syirik. Kami paham QS.Nuh:71:23: “Dan mereka berkata: Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwwa’, Yoghuts, Ya’uq dan Nasr.”

Sama seperti orang-orang lain kita berziarah untuk membaca do’a ziarah kubur. Sebagian orang ada yang berpandangan adanya keutamaan membaca al Qur’an ketika berziarah kubur seperti membaca QS. al-Fatihah (1), QS. al-Ikhlas (114) atau QS. Yaasiin (36), dan yang lain-lain.

Ada hadits yang bisa dijadikan pegangan diantaranya: “Barangsiapa yang mendatangi kuburan lalu membaca surat Yasin, niscaya Allah akan meringankan adzab terhadap mereka pada waktu dan akan menjadikan dengan bilangan hurufnya kebaikan.” Mudik adalah acara tahunan yang sangat monumental. Alhamdulillah mudik bisa menjadi pelengkap kebahagiaan bersama keluarga.

Mudik ibarat menengok ke belakang, seberapa jauh kita melangkah pergi. Seberapa jauh pencapaian kita mencari “sangkan paraning dumadi” dalam hidup ini. Minal Aidin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir Dan Bathin. Taqobalallohu Minna Waminkum Taqobbal Yaa Kariim. Amin

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.