Skip to content


Bertafakur sejenak lebih baik dari pada ibadah setahun.

Bandung, 4 September 2010. Let’s take the long way home. Let’s look for the long way home.  And on the way let’s pretend. Mungkin begitulah suasananya ketika malam ini aku harus menggambarkan suasana bathin, usai  mengakhiri perjalanan lumayan panjang hari ini dan membuat catatan pendek.  Rosemary  Clooney, salah seorang penyanyi kesukaanku menggambarkannya dengan perasaan lain. It’s bargain day. Here’s a pair of arms. Gone are all their charms.

Well.,minggu terakhir di bulan yang penuh barokhah ini  adalah hari-hari panjang yang cukup menyita energi, penuh dengan gejolak namun juga diselingi dengan saat-saat yang menyenangkan. Yang menyita energi diantaranya adalah pekerjaan yang harus usai di last minute. Pekerjaan yang seharusnya bisa dinikmati sebagai bagian pengayaan bathiniyah kadangkala  malahan berubah menjadi sebuah monster yang menakutkan. Sebuah kerjasama yang buruk akan selalu membebani semua pihak tak terkecuali mereka-mereka  yang sebenarnya memiliki komitmen yang baik.

Barangkali benar apa yang dikatakan Patty Page dalam lagunya  Changing Partners. Namun ada sisi lain yang tidak semudah untuk dilakukan bahkan hanya sekedar memikirkannya.  Ada batas antara kekhawatiran dan pencapaian, ada beban antara perasaan dan pengharapan. Jika kita masih ada dalam ruang keduanya artinya kita masih punya peluang.

Tentu banyak hal yang menyenangkan dalam sebuah pekerjaan yang membuat kita bisa banyak melihat, mendengar dan mendapatkan kiat-kiat penting yang sangat  hakiki. Memberi mungkin penting namun mendapatkannya juga tak kalah berguna.  Sebuah sisi kehidupan yang sangat normal, sangat lazim dan harus disyukuri.

Pasti sangat menyenangkan manakala kita dapat bertemu dengan anak-anak asdos biofapet dan mantan-mantan asdos dalam suasana yang sangat cair di bulan ramadhan dan berbuka bersama. Berbagi cerita jelas akan memberikan perspektif lain dari kehidupan yang bisa menginspirasi kita. Kelak, seseorang akan mengalami episode yang sama dengan tema yang mungkin berbeda. Itulah gunanya kita bersahabat. Saling melengkapi.

Hari ini sebuah perjalanan panjang baru saja diakhiri. Bappeda Indramayu, Dinas Tanaman Pangan Indramayu adalah titik2 noktah yang kalau dibingkai dengan sebuah perenungan seharusnya bisa menjadi pengalaman berguna untuk memberikan sesuatu yang terbaik bagi kehidupan manusia. Ba’da ashar, usai shalat di Masjid Agung Indramayu yang sangat teduh dan menyegarkan saya ingat satu hal. “jika engkau berpuasa, hendaklah berpuasa pula pendengaranmu, penglihatanmu dan lisanmu dari dusta serta dosa. Menjauhi ghibah. Namun perjalanan hari ini adalah juga dalam kerangka mengamalkan ilmu. Bukankah ilmu harus didahulukan sebelum berkata dan beramal?.

Sore ini dalam perjalanan dari Jangga Indramayu  menuju Cikawung, di tengah perkebunan jati yang lumayan luas dan disana-sini penuh dengan pohon kayu putih, sebuah ingatan muncul terlintas:  Berhenti sesaat mungkin lebih baik daripada tersesat. Kalimat itu aku upload untuk kebaikan diri sendiri. Dan kalaupun ada yang sepaham, aku cuman bisa bilang alhamdulillah.

Kalimat itu sesungguhnya untuk retrospeksi diri sendiri. Terjebak dengan pekerjaan dan kadang melalaikan hakikat hidup dan kehidupan yang sesungguhnya sudah dituntun melalui Al Qur’an dan Sunnah Rosul. Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun (Sesungguhnya Kami yang menurunkan Al-Quran dan Kamilah Pemelihara-pemelihara-Nya) (QS 15:9).

Tujuan Allah SWT menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup bagi seluruh manusia adalah agar kita tidak tersesat selama-lamanya. Tafakur adalah suatu metode baru untuk lebih memudahkan mengamalkan Al-Qur’an. Dengan bertafakur kita dirangsang untuk menggali lautan hikmah yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

Kita hidup di dunia ini bukan hanya mengejar kesenangan duniawi saja tetapi juga kebahagiaan di akhirat. Rasanya hari-hari terakhir ini, banyak hal yang kita kerjakan hanya mengejar kesenangan duniawi. Kita jadi lupa bahwa kita menyediakan waktu yang cukup banyak untuk berhubungan dengan Alloh SWT, bukan hanya pada bulan puasa seperti sekarang ini namun di hari atau bulan2 lainnya.

Flash back ke belakang, sebenarnya aku lebih menikmati masa-masa 5 atau 10 tahun yang lalu. Hari-hari yang penuh keteduhan, lebih sering bertafakur, dan berpikir sederhana namun konstruktif. Kesederhanaan itulah yang  menjadikan kita  memiliki waktu luang yang cukup mensyukuri.  Rasulullah saw bersabda: “Bertafakur sejenak lebih baik dari pada ibadah setahun”.

Saya mencintai pekerjaan namun harus lebih mencintai Tuhan. Dan Alloh SWT selalu menyediakan waktu bagi ummatnya untuk memperbaiki diri. Allah berfirman: “Barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran, dan tidak pula bersedih hati” (QS 2 : 38).

Well, untuk catatan akhir minggu ini, yang pasti sangat menyenangkan adalah karena akhirnya  kita dapat bertemu dengan anak-anak asdos biofapet dan mantan-mantan asdos dalam suasana yang sangat cair di bulan ramadhan dan berbuka bersama. Berbagi cerita jelas akan memberikan perspektif lain dari kehidupan yang bisa menginspirasi kita. Kelak, seseorang akan mengalami episode yang sama dengan tema yang mungkin berbeda. Itulah gunanya kita bersahabat. Saling melengkapi.

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.