Skip to content


Agar minat dan kecintaan mahasiswa terhadap ilmu dasar dapat ditingkatkan.

Bandung, 29 Juli 2010.  Well, akhirnya selesai sudah kegiatan pelatihan hari ini di PPBS. Dengan tema: “Pengembangan ICT online Curricullum Integration Cource (1). Program ini sebagai tindak lanjut  dari Lokakarya Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Basic Science yang telah dilaksanakan empat minggu yang lalu di PPBS.  Ada 40 dosen yang terlibat dalam kegiatan ini dari jam 08.00 sd 16.00. Lumayan.

Kadang orang salah mengartikan tentang makna pengembangan dan pelatihan. Secara umum, pengembangan dilihat sebagai kegiatan yang biasanya diasosikan dengan para pimpinan manajemen yang mempunyai pandangan tentang masa depan institusinya. Sedangkan pelatihan mengandung perhatian yang lebih segera untuk dilakukan dan diasosiasikan dengan peningkatan pengetahuan dan skill terhadap karyawan non manajerial dalam melaksanakan pekerjaan mereka saat ini.

Dan dengan situasi yang  agak berbeda maka Pengembangan ICT online Curricullum Integration Cource yang dirancang di PPBS sebenarnya bukan saja “pengembangan namun juga sekaligus  “pelatihan” dan “ sharing skill”.

Kurikulum, ICT  dan SCL

Sebagai langkah awal untuk optimalisasi penggunaan sarana dan prasana ICT di lingkungan PPBS Unpad, maka pada bagian pertama pelatihan dirancang untuk (a) Meningkatkan kemampuan dosen, administrator, dan pembuat kebijakan dalam menentukan pilihan secara bijaksana berkenaan dengan penggunaan ICT dalam pendidikan dan (b) Menyediakan akses yang lebih besar terhadap perangkat-perangkat ICT kepada para dosen dan mahasiswa melalui e-learning dan weblog.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1 Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out-comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran.  Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Secara berkala kurikulum harus dievaluasi. Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kurikulum dirancang dari tahap perencanaan, organisasi kemudian pelaksanaan dan akhirnya monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka tidak akan mengetahui bagaimana kondisi kurikulum tersebut dalam rancangan, pelaksanaan dan  hasilnya.

Kurikulum dan pembelajaran ilmu dasar yang diselenggarakan PPBS Unpad  harus berubah sejalan dengan tuntutan stakeholder, trend perkembangan  teknologi dan tantangan global. Terkait dengan hal  tersebut diatas, maka  metode pembelajaran SCL adalah salah satu alternatif untuk pengembangan ilmu dasar yang patut dirancang agar sesuai dengan apa yang tercantum dalam misi PPBS.

Proses pembelajaran merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Proses pembelajaran harus senantiasa dievaluasi agar tingkat kepercayaan stakeholder terhadap kualitas pendidikan terus meningkat.  Proses pembelajaran yang baik juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta memiliki kompetensi tinggi dan sesuai dengan kebutuhan.

Sistem pembelajaran berbasis SCL (Student Centered Learning) merupakan salah satu alternatif untuk mendukung efektifitas dan efisiensi program pembelajaran di Unpad khususnya bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah ilmu dasar.

Salah satu masalah yang dihadapi dalam sistem pembelajaran berbasis SCL adalah pemahaman ICT bagi dosen dan mahasiswa. Tingkat pemahaman ICT mahasiswa baru pada umumnya sangat beragam, namun berdasarkan evaluasi baik staf pengajar,  mahasiswa maupun manajemen masih memerlukan berbagai pelatihan baik untuk menunjang pendidikan dan pengajaran berbasis SCL maupun untuk memudahkan mahasiswa mengakses bahan ajar berbasis weblog.

SCL dan Profesional Skill.

Saya paling senang mengutip “ SEVEN PRINCIPLES FOR GOOD PRACTICE  IN UNDERGRADUATE EDUCATION”, By Arthur W. Chickering and Zelda F. Gamson. Katanya ada 7 prinsip  penting  terkait dengan manajemen pendidikan yang ia sebut sebagai Good practice in undergraduate education: (1) encourages contact between students and faculty, (2) develops reciprocity and cooperation among students, (3) encourages active learning, (4) gives prompt feedback, (5) emphasizes time on task, (6) communicates high expectations, and (7) respects diverse talents and ways of learning.

Teknologi berjalan sangat cepat. Kadang melebihi kecepatan seseorang untuk sekedar mengenal dan memahami, tidak sempat sampai pada taraf profesional skill. Untuk menjembatani “kesenjangan digital” yangberdampak pada akesibilitas terhadap bentuk-bentuk informasi modern dan teknologi komunikasi (ICT) maka diperlukan pelatihan-pelatihan berkelanjutan.

Telah ditunjukkan bahwa pengintegrasian ICT ke dalam sistem pendidikan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengajaran.  Penggunaan ICT dalam pendidikan, menawarkan akses yang lebih besar terhadap informasi dan pelayanan kepada mahasiswa.

Pelatihan ini dipandang penting sebagai bagian penting untuk mencapai target visi dan misi PPBS  dalam upaya mengatasi kesenjangan teknologi digital.  Dengan memperhatikan hal-hal tersebut PPBS Unpad melakukan program peningkatan kuliatas pembelajaran “ICT dalam Pendidikan” (“ICT in Education” programme) yang memiliki tujuan utama: membantu usaha pemanfaatan potensi ICT untuk pendidikan dan pembelajaran khususnya dalam pengembangan ilmu dasar.

SCL merupakan metode yang diharapkan mampu meningkatkan minat dalam pembelajaran ilmu dasar dan memudahkan untuk memasukkan gagasan yang diinginkan dalam lingkungan kelas. SCL pada dasarnya mengikutsertakan mahasiswa dalam menemukan kebenaran berbagai masalah atau kasus.

Program Online Curricullum Integration Cource bagi dosen diperlukan agar kurikulum dan sistem pendidikan dalam ilmu dasar di PPBS lebih mudah dipahami oleh mahasiswa. Penguasaan dan pengembangan ICT diperlukan agar minat dan kecintaan mahasiswa dalam ilmu dasar dapat ditingkatkan. Semoga kegiatan hari ini bisa bermanfaat bagi institusi Unpad, dosen dan khususnya mahasiswa.

Menyelesaikan malam-malam panjang.

Siang hari adalah waktu yang baik untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan interaksi dengan orang lain khususnya di kantor. Hari ini sangat padat acaranya. Namun sangat menyenangkan bisa berinteraksi sosial dengan teman2 dosen yang mengajar ilmu dasar di PPBS Unpad. Semangat kebersamaan yang harus dikembangkan dan dipupuk agar tak cepat layu.

Dan, malam ini saya ingin melanjutkan kembali membaca buku Miracle of Healing by Brad Steiger & Sherry Hansen Steiger yang kemarin2 tertunda karena kesibukan. Dari 58 topik saya baru menyelesaikan 26 diantaranya. Setidaknya saya ingin menyelesaikan 4 topik berikutnya yaitu (1) Kekuatan bunga, (2) Sentuhan ajaib Kersten, (3) Keberanian Lee dan (4) Berjuang melawan kebekuan.

Keajaiban selalu dimungkinkan. Banyak mukjizat yang pada akhirnya menginspirasi, memotivasi dan mengisi jiwa kita. Pengembangan dan pelatihan sangat diperlukan namun dalam batas-batas tertentu ada baiknya kita serahkan segala sesuatunya pada Tuhan.  “Wa laa nukallifu nafsan illa wus’ahaa wa ladainaa kitaabuy yanthiqu bil haqqi wa hum laa yuzhlamuun”. (QS. Mu’minuun” 23: 62)

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.