Skip to content


The long-term goal of developing the next generation

Bandung, 2 Mei 2010. Dalam hampir setiap topik bahasan dalam MK Biologi di Fapet Unpad, kata “who, how, what and when” (kadang ditambah dengan why dan where), selalu menjadi pintu masuk untuk mendefinisikan, mendeskripsikan dan kemudian menjabarkan setiap kata kunci dalam pokok bahasan. Pengembangan softskill adalah bagian penting dari pembelajaran yang mampu merangsang mahasiswa untuk mau maju. Setidaknya itulah harapan kami.

“The conception of a modern university rests, in part, on the claims of a close, even symbiotic, relationship between research and teaching”. Kalimat itu aku cuplik dari Teaching Basic Science to Health Professional Students: who, how, what and when. (The University of Melbourne). Komunikasi adalah bagian sangat penting untuk berhasilnya suatu sistem pembelajaran.

Teman-teman Fakultas Komunikasi pasti sangat akrab dengan nama Laswell, yang mengembangkan metode penelitian analisis isi. Karya utamanya Propaganda Technique in World War (1927) terkenal dengan istilah paradigma Lasswell/model komunikasi Laswell: Who-say what-in which channel- to whom-with what effect. Kelihatannya cocok dengan metode pembelajaran.

Dan Darwin yang terkenal dengan bukunya “on the origins of species”, teori  evolusi Darwin dikenal memberi kontribusi penting pada pemikiran pengetahuan sosial dan pada pengembangan ilmu komunikasi. Jadi jika sekarang kita yang belajar Biologi dan ilmu dasar lainnya memanfaatkan teknologi komunikasi adalah sesuatu yang wajar-wajar saja. Banyak model seperti Model Claude Shannon & Weaver, Model David K. Berlo, S-M-C-R Model, Newcomb ABX Model namun yang penting kita berani mencoba-coba yang cocok untuk pembelajaran khususnya dalam menyampaikan suatu pesan.

Beberapa hari yang lalu kami di PPBS Unpad mendiskusikan sejauhmana perguruan tinggi bisa memaksimalkan kontribusinya terhadap lingkungan internal dan eksternal. Kami tentu tak akan memposisikan diri seperti Critical School yang dikenal sebagai Frankfurt School sebagai model kami  atau diilhami oleh Wilbur Schramm saat mendirikan lembaga penelitian komunikasi pertamanya di Illinois (1947) dan Stanford (1956). Kami lebih tertarik dengan cybereducation dan Virtual education.

The focus of the Cybereducation team includes building communities of learning using leading-edge communication and information technologies, as well as promoting, developing, and deploying computational science, modeling, data analysis, and visualization resources in courses and classrooms. Virtual education refers to instruction in a learning environment where teacher and student are separated by time or space, or both, and the teacher provides course content through course management applications, multimedia resources, the Internet, videoconferencing, etc.

Kami tertarik dengan implementasi cybereducation bukan karena sekarang menjelang hari pendidikan nasional. Atau karena banyaknya anak-anak yang ngga lulus ujian nasional tahun ini (154.079 orang), dua per tiga yang ngga’ lulus konon dari sekolah-sekolah pinggiran. Atau karena kurang setuju dengan keberadaan PP Nomor 19 Tahun 2005 yang menjadi pijakan atau dasar hukum ujian nasional, apalagi dengan UU Sisdiknas yang ngga’ jelas itu.

Perguruan tinggi tidak boleh menjadi menara gading di lingkungan sekitar. Kami sangat terinspirasi dengan Wilbur Schramm. Kebetulan University of Illinois, dalam hal cybereducation konsepnya sangat jelas dan kelihatannya patut ditiru. http://education.ncsa.illinois.edu/about/.

Metodologi, organisasi dan implementasinya itulah yang sedang kami diskusikan akhir-akhir ini, baik dengan teman-teman di PPBS Unpad maupun dengan Bappeda, Dinas Pendidikan, DPRD dan beberapa teman dari sekolah lanjutan serta LSM. Minggu-minggu mendatang kami akan mengadakan workshop tentang persiapan implementasinya, semoga berlangsung lancar.

Enhanced communication and collaboration among heretofore separate efforts, and planning that considers environmental cyberinfrastructure as a whole, are needed to assure that the potential benefits of environmental research are realized.

Dengan bahasa simbol dan gesture yang jelas, teman-teman sangat mendukung program cybereducation. Namun kita masih menunggu siapapun warga Unpad yang berminat berkontribusi secara volunteer untuk mendukungnya.

Well, Go, go, go Unpad. World Class University?. Selamat merayakan hari pendidikan nasional. Saatnyalah untuk berkontribusi di bidang pendidikan bagi masyarakat sekitar. This serves the long-term goal of developing the next generation of computational scientists.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.