Skip to content


Start the relationship by spending time listening.

16 April 2010. Langit terang dan udara yang cukup sejuk menyelimuti kampus Jatinangor. Jam menunjukkan tepat pukul 09.40 ketika aku selesai menjalankan tugas mengajar MK Produksi Kuda di gd 3 lt 3.  Setelah istirahat sejenak beberapa menit di ruangan, aku kembali bergegas menuju PPBS untuk ngecheck pekerjaan rutin di sana yaitu masalah administrasi akademik dan keuangan. Beberapa dokumen SOP Laboratorium pendidikan yang mestinya hari ini sudah terkumpul melenceng dari target.

Biasanya setiap hari jumat jam 15.00 ada praktikum Mankester, tapi hari ini kosong. Karena itu usai menyelesaikan kerjaan di PPBS  aku berencana pulang lebih awal, barangkali kerja di rumah lebih santai. Ngga’ tahunya tiba-tiba ada sms dari orang pusat (DU): Ditunggu rapat di kantor PR1 jam 3 hari ini di Kampus DU Unpad, membahas reakreditasi?.

Weeh, kirain reakreditasi ditunda tahun depan. Pukul 13 kurang beberapa menit , aku berangkat dari jatinangor menuju kampus DU, supaya ngga’ terlambat mengikuti rapat. Sekalian mau ngecheck PHKI di kantor PR4 yang agak tersendat-sendat programnya. Tapi ngga ketemu para boss.  Hemmm yaa udahlah. Tapi mau ngapain tiga perempat jam di pusat, pada  jam-jam ngantuk begini?.

Untung di laptop ada GTA. Lumayan untuk memanfaatkan wastetime. GTA yang kumaksud adalah game Grand Theft Auto. sebenarnya banyak pilihan GTA tapi aku senang: San Andreas. Aku senang GTA San Andreas bukan karena permainannya tapi narasi dan soundtrack lagu-lagunya yang asyik2 sekali. Lagian kalau susah memainkan atau lupa rumusnya tinggal buka San Andreas game Guide. Don’t trip if you’ve been getting busted up by the Ballas. Peep this guide to Grand Theft Auto: San Andreas for everything you need to get through the ‘hoods of Los Santos, San Fierro, and Las Venturas.

Circle, Right, Circle, Right, Left, Square, X Down. Dan efeknya Gives you an automatic six star wanted level. L2, Up, R1, R1, Left, R1, R1, R2, Right, Down: No citizens or cops, only gang members having gun fights. Triangle, Triangle, L1, Square, Square, Circle, Square, Down, Circle: Civilians are fast food workers & clowns, CJ is a clown, cars are pizza scooter, BF Injection, HotKnife, Tug, Quad, etc. Begitulah kira-kira. Dan masih banyak lainnya, jangan lupa juga baca GTA: San Andreas Secrets.

Beberapa lagu yang pernah dinyanyikan Dolly Parton dalam album Hallos and Horn menjadi soundtrack dalam GTA. Jadi serasa kembali ke alam tahun tahun 70 an.

Pertemuan yang membahas tentang reakreditasi usai menjelang ashar berakhir. Hujan rintik-rintik mulai membasahi kawasan dipati ukur. Dan daripada kehujanan dan sakit kepala lebih baik pulang naik taksi, kebetulan di depan ada taksi Blue Bird. Ke Bandung timur, ada waktu tiga perempat jam untuk memanfaatkan perjalanan pulang. Main GTA lagi, kayaknya ngga’ cocok, dikira kurang kerjaan.

Well, perjalanan pulang selalu menyisakan kepenatan. DU, Jl. Diponegoro, Jl. Supratman, Jl Ahmad Yani, terus ke Lingkar Selatan, Jl. Gatot Subroto, Jl. Kiara Condong, Jl Soekarno Hatta, Blok Citra?. Dan rasanya jarak sejauh itu cukup untuk dengerin lagu 1 CD. It’s just a matter of time nya Brook Benton.

Remember you’re mine: Pat Boone, Red River Rock, top of the world: Lynn Anderson dan juga Tennese Waltz: Patty Page adalah lagu2 yang paling sering singgah ditelingaku kala ada dalam perjalanan.

Langit masih terang namun sudah saatnya maghrib ketika hari ini tiba di rumah. Lumayan, karena biasanya pulangnya lebih malam. Saatnya istirahat?. Aku sudah agak malas memikirkan kuliah Produksi Kuda tadi pagi tentang Feeding and Nutrition. Beberapa kalimat kunci masih teringang-ngiang: When changing from one feed to another, do it gradually over a periode of several days or a week. Keep feed boxes and tubs clean so moldy or spoiled feed doesn’t accumulate. Make sure the horse has plenty of fresh water, salt and exercise. Kalimat2 itu, dideskripsikan dan dikembangkan secara beragam oleh anak-anak mahasiswa. Tapi it’s ok, itulah gunanya mereka kuliah, mencari ilmu, keterampilan dan pengalaman.

Di TV, internet dan radio, malam ini beritanya dipenuhi dengan aneka markus, kasus Koja antara Pelindo dan masyarakat di Priok, dan dampak letusan gunung api di Eslandia. Milyardan uang hasil pajak diembat petugas pajak, milyarad rupiah melayang begitu saja akibat kasus Koja, dan kegiatan sosial ekonomi khususnya di Eropa terganggu akibat abu vulkanik.

Sudah ribuan tahun orang berbicara tentang tatanan kehidupan. Sudah ribuan tahun orang berbicara tentang kebaikan. Sudah ribuan tahun orang berbicara tentang keseimbangan. Dan, hari ini kita masih menyaksikan hal yang mestinya dari waktu ke waktu selalu ada perbaikan kualitas kehidupan. Terutama dari sisi moral.

Sedih di setiap perempatan, dari hari ke hari semakin banyak anak-anak kecil mengamen dan mengemis. Sedih menyaksikan KKN kian merajalela, sedih menyaksikan dosen dan guru berebut serdos sementara tupoksi masih tetap tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya, sedih kasus plagiat mulai semarak kembali, sedih menyaksikan hal-hal substansi dikalahkan dengan pencitraan. Dan, lantas so what gitu lhoh.? Mungkin perlu juga direnungkan sekali lagi pepatah lama: Kebahagiaan dalam keluarga selalu diciptakan sendiri di rumah.  Bersih-bersih diri dimulai dari rumah sendiri.

Ada baiknya kita merenungi kembali makna Surah Al Anfaal: 20-21. “Yaa ayyuhal ladzina aamanuu athii’ullaaha wa rasuulahuu wa laa tawallau ‘anhu wa antum tasma’uun. Wa laa tukuunuu kal ladziina qaaluu sami’naa wa hum laa yasma’uun”. Artinya: Hai orang-orang yang beriman taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kamu berpaling daripadaNya padahal kamu mendengar. Dan, janganlah kamu seperti orang-orang berkata, “ Kami mendengar” padahal (sebenarnya) mereka tidak mendengarnya.

Aku sebenarnya malas untuk menggurui masalah moral pada orang lain. Jadi “kita” yang aku maksud di atas lebih ditujukan untuk saya pribadi dan juga keluarga terdekat saja.

Sambil nonton si Sule beraksi, malam ini aku berusaha mengingat-ingat kembali beberapa kalimat dalam slide untuk kuliah Produksi Kuda pagi tadi: The mutual objective is productivity. Everything we do is a form of pressure and release. You need to use enough pressure to encourage response. Not enough pressure shows indifference. Belajar kuda sangat menarik karena dalam ilmu kepemimpinan dan manajemen, kita bisa mengambil hikmah dari perilaku kuda?. (Kata: Pamela & Harold Kurstedt).

Posted in Refresh.

Tagged with , .


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.