Skip to content


Wacana itu baik, namun implementasi jauh lebih penting.

Bandung, 9 April 2010. Berbeda dengan suasana pagi atau siang hari, malam ini jumlah pengunjung di Cisral Unpad jauh lebih sedikit. Bahkan jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Cisral mengingatkan aku pada suasana sebuah perpustakaan di UGM Yogya. Tahun awal tahun 1980 an, tiap menjelang maghrib dulu kami harus berebut tempat untuk mendapatkan sebuah meja untuk dapat belajar di Perpustakaan Agro yang waktu itu ada di daerah SEKIP Unit 2.

Perpustakaan itu kebetulan tempatnya sangat dekat, hanya 200 meter dari FKH atau hanya 300 meter dari tempat kost kami. Jadi daripada belajar di rumah yang pastinya banyak gangguan, lebih baik ke perpustakaan. Kami menyebutnya dengan istilah perpustakaan agro, karena di sekitar perpustakaan ada fakultas2 berbasis agro seperti pertanian, peternakan, kedokteran hewan disamping Fakultas MIPA. Mungkin mahasiswa suka ke situ karena letaknya yang sangat strategis yaitu di dalam kampus, dan tempat lalu lalang orang menuju kaliurang.

Perpustakaan bukan hanya sebuah tempat yang sekedar untuk belajar namun lebih dari itu yaitu kebutuhan dasar untuk menempa dan mengembangkan diri. Belajar adalah masalah kebiasaan atau habit. Jadi saya agak heran, kenapa Cisral dengan fasilitasnya yang sangat bagus kurang diminati mahasiswa. Mungkinkah karena malam hari yang cukup dingin di Bandung, membuat orang malas pergi ke luar atau karena sekarang eranya sudah berganti? Perpustakaan dapat digantikan oleh internet. Banyak situs-situs internet terutama perpustakaan berbasis online yang dapat dengan mudah diakses.

Malam ini aku sebenarnya bukannya untuk ‘belajar’ di perpustakaan. Kebetulan saja hari ini ada pemilihan akademisi berprestasi Unpad tahun 2010. Kebetulan untuk pemilihan laboran dan pustakawan berprestasi, tempat evaluasinya di Cisral. Apa yang menjadi harapan Unpad, sejauhmana performan dan kinerja para laboran dan pustakawan Unpad?. Sesuaikan dengan harapan para stakeholder dan juga shareholder?. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul dan mengalir karena indikator kinerja sangat penting untuk diimplementasikan bukan sekedar diwacanakan.

Laboran merupakan tenaga kependidikan yang memiliki banyak kontribusi terhadap kualitas pembelajaran dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kualifikasi dan kompetensi laboran sangat menentukan kualitas pelayanan kepada pemangku kepentingan. Dengan diselenggarakannya pemilihan laboran berprestasi diharapkan setiap perguruan tinggi memiliki sistem penghargaan yang terprogram bagi laboran yang memiliki prestasi tinggi dalam pelaksanaan kegiatan tridharmanya. Prestasi yang muncul dari pemilihan tersebut dapat menjadi informasi yang berharga bagi perguruan tinggi untuk prioritas pengembangan menuju daya saing perguruan tinggi berbasis keunggulan lokal.

Laboratorium merupakan ruangan baik tertutup maupun terbuka yang dirancang sesuai dengan kebutuhan untuk melakukan aktivitas yang berkaitan dengan fungsi-fungsi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Aktivitas yang dimaksud adalah suatu kegiatan yang saling terintegrasi serta ditunjang oleh adanya suatu infrastruktur yang dibutuhkan demi terwujudnya hasil optimal.

Laboratorium pendidikan adalah unit penunjang akademik pada lembaga pendidikan, berupa ruangan tertutup atau terbuka, bersifat permanen atau bergerak, dikelola secara sistematis untuk kegiatan pengujian, kalibrasi, dan/atau produksi dalam skala terbatas, dengan menggunakan peralatan dan bahan berdasarkan metode keilmuan tertentu, dalam rangka pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan/atau pengabdian kepada masyarakat.

Jadi laboratorium adalah sebuah tempat teramat penting bagi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan potensi. Laboratorium di perguruan tinggi adalah tempat berlangsungnya kegiatan praktikum dan penelitian yang mendukung pembelajaran dan pengembangan keilmuan. Itulah sebabnya, laboratorium adalah roh bagi pengembangan ilmu. Bukan ilmuwan kalau dia merasa tidak nyaman dengan suasana labnya masing-masing. Bukan ilmuawan namanya kalau mereka jarang menginjak perpustakaan.

Jadi laboran yang baik harus selalu mau mengembangkan kompetensinya, memiliki kemauan untuk meningkatkan layanan, mengelola, dan merawat peralatan. Pokoknya memiliki prestasi kreatif yang membanggakan. Dan bagaimana dengan perilaku?. Seorang laboran harus memiliki etos kerja (semangat, target kerja, deskripsi, ketangguhan, Integritas diri (kejujuran, keteguhan pada prinsip, konsentrasi, tanggungjawab dan keteladanan), Keterbukaan terhadap kritik, saran dan pendapat orang lain, Peran sosial (kemampuan kerjasama, komunikasi) dan Kreativitas dan inovasi.

Susahkan?. Jelas susah menjadi orang yang baik, menjadi pekerja yang baik dan bahkan menjadi konsumen yang baik. Namun setidaknya seseorang memiliki banyak cita-cita yang terbaik bagi dirinya dan institusinya. Pengalaman hari ini di Cisral setidaknya mengingatkan mimpi-mimpi kami terdahulu bahwa perpustakaan yang baik harus mengikuti dan memenuhi ketentuan dalam 4 SNI penting (Standar Nasional Indonesia) yang terkait dengan perpustakaan. Terutama SNI 7330.2009.

Bagaimana dengan laboratorium? Sudah lama kami menginginkan di Unpad ini memiliki banyak laboran PLP (Pranata Laboratorium Pendidikan) baik tingkat terampil dan tingkat ahli. Pemerintah harus benar-benar lebih memperhatikan profesi para laboran dan teknisi. Standar kompetensi PLP (pengoperasian peralatan laboratorium, pengelolaan bahan laboratorium dan penerapan metoda kerja laboratorium) harus diperhatikan. Peningkatan profesionalisme dan kesejahteraan laboran dan teknisi sangat penting agar mimpi kita adanya peningkatan kualitas pengelolaan laboratorium berbasis ISO/IEC 17025, dapat terwujud tidak terlalu lama.

Well, malam ini dalam perjalanan pulang ke arah Bandung Timur aku melamun semoga tengah malam nanti aku diberi kesempatan menikmati mimpi-mimpi indah tentang sebuah laboratorium dan perpustakaan yang ideal dan memiliki standar kompetensi di tempat kami bekerja. Tak ada yang tak bisa untuk dilakukan, asal kita memiliki komitmen yang sama untuk kebaikan.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.