Skip to content


Musim infeksi dan inflamasi kembali datang

eavdi-ecvdi-2010va.gif

Diantara ruang dan waktu, seringkali kegelisahan itu menyelinap mengisi relung-relung gugusan neuron dan membuat sel-sel hepatosit seseorang menjadi terluka. Gundah bisa jadi ada dimana-mana. Tak bolehkan seseorang gelisah?.

Tak ada seorangpun yang bisa menjelaskan pemahamannya sedetail hati nurani orang itu sendiri. Selalu ada sebab diantara akibat, sebuah rangkaian yang mungkin tak teratur ketika kegelisahan itu muncul. Dan walaupun sesungguhnya seorang yang optimis bisa melihat kegelisahan sebagai bentuk sebuah peluang namun tak kan mudah untuk menerimanya.

Akhir januari merupakan hari-hari panjang musim liburan anak2 mahasiswa. Kesempatan langka yang sepatutnya dimanfaatkan sebaik-baiknya di tengah musim hujan yang tak nyaman untuk beraktifitas diluar. Inilah waktu yang tepat untuk mengevaluasi secara menyeluruh, apa yang telah kita lakukan tahun lalu. Evaluasi diri, apakah gerak langkah itu masih kuat dan tetap dalam arah yang benar. Bulan januari adalah juga bulan yang tepat untuk mengunjungi situs-situs yang memiliki kenangan kuat di masa lalu. Banyak titik yang dulu menjadi awal sebuah harapan. Tempat yang bernama titik nol itu demikian banyak.

Waktu berjalan sewajarnya, walaupun banyak harapan yang terhenti terlalu cepat. Namun banyak juga yang akhirnya terwujud. Dan sesungguhnya walaupun harapan itu terhenti namun kenangan yang ada didalamnya tak lenyap. Walau kata orang aku tergolong manusia yang impulsive namun aku sebenarnya termasuk orang yang sabar dengan sebuah cita-cita, sebuah pesan pendek dari orangtua yaitu menjadi orang yang berguna.

Bulan januari adalah sebuah jeda dimana, bencana sering terjadi silih berganti. Hujan, badai topan, banjir, gempa, hanyalah beberapa jenis bencana yang sering terjadi pada bulan januari. Tuhan pasti tidak mencoba dan menhukum umatnya berdasarkan bulan. Ilham dan kreasi manusia diuji dibulan itu untuk mencoba keluar, mengatasi cobaan itu. Seperti kebanyakan ilmuwan lainnya, menemukan jalan keluar dan menyelesaikan sebuah persoalan adalah sesuatu yang harus selalu dilakukan. Kerusakan spirit seringkali terjadi karena kita tidak siap mencobanya bukan karena kita tidak bisa melaksanakannya.

Pagi tadi, aku melihat situs2 bekas banjir kemarin dan tadi malam. Banjir menggenangi beberapa desa di Bandung Timur termasuk Cibiru, Panyileukan, desa Harapan, dan sekitarnya memporakporandakan daerah itu. Beberapa hari terakhir ini hujan turun tak henti-hentinya. Sungai-sungai kecil meluap dan air menerjang apa saja di daerah yang dilaluinya dengan membawa apapun yang bisa terangkut. Musim infeksi dan inflamasi kembali datang.

Sesungguhnya manusia merupakan makhluk yang sangat cepat dan mudah beradaptasi. Salah satu penjelasan kenapa manusia bisa hidup lebih panjang dibandingkan hewan yang secara genetis mirip dengan manusia seperti kera besar, simpanse ataupun monyet, adalah pada gen-gennya yang dapat menyesuaikan diri lebih baik terhadap tingkat infeksi dan inflamasi. Keuntungan evolusi genetik yang dipicu oleh perbedaan dalam untaian DNA membuat manusia lebih rentan terhadap penyakit penuaan.

Manusia juga memiliki kelebihan lainnya dalam kaitannya dengan umur sel yaitu adanya varian unik dalam gen transportasi kolesterol, apolipoprotein E yang ikut mengatur inflamasi dan beragam aspek penuaan dalam sel otak dan pembuluh darah. ApoE3 hanya diketemukan pada manusia.

Namun manusia juga memiliki ‘kelemahan’ yaitu sifat tamak dan sombong yang bisa jadi tumbuh berkembang melebihi sifat ketamakan seekor primata. Krisis pangan dan energi serta masalah kesehatan merupakan bagian tak terpisahkan dari perilaku manusia. Ancaman global warming tak lepas dari perilaku manusia yang tak bijak dalam memperhatikan hukum keseimbangan.

Banyak orang tak menyadari apa yang mereka lakukan pada hari ini, bahkan tak mengerti apa yang telah terjadi hari ini. Seandainya seseorang bisa belajar dengan cepat dengan gejala-gejala alam yang terjadi, beberapa musibah seharusnya bisa dicegah. Kita mestinya harus bisa menikmati dan mensyukuri yang telah Allah SWT berikan. Kewajiban kita selanjutnya adalah merawat dan mengembangkannya dengan baik dan bijak.

“Alladzii ja’ala lakumul ardha mahdaw wa salaka lakum fiiha subulaw wa anzala minas samaa-i maa-an fa akhrajnaa bihii azawaajam min nabaatin syattaa. Kuluu war’au an’aamakum inna fii dzaalika la aayaatil li ulin nuhaa. (QS Thaahaa: 53-54).

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.