Skip to content


Kembali lagi dan Berhenti di sini

image070.jpg

Pak, kuning telurnya ngga’ normal, hatinya mengalami pembengkakan, warnanya lebih merah, begitu juga limpanya lebih besar dari pada normal. Pada peritoneum ditemukan nodula. Kira-kira penyakit dan apa penyebabnya Pak, Hatur nuhun.

Sore hari sampai menjelang maghrib kota Bandung diguyur hujan deras. Dimana-mana terjadi kemacetan. Bukan hanya kepala yang dibuat pening tapi hati juga meradang. Sampai kapan bencana kecil ini akan terus terjadi?. Sadarkah kita akan ancaman Global Warming? Dan, malam ini sebuah sms dari salah satu alumni yang baru bekerja di sebuah peternakan ayam pun menambah kepala puyeng namun sekaligus menjadi obat penawar, setidaknya sedikit melupakan kejadian sore tadi.

Komunikasi tak boleh terhenti hanya karena anak2 mahasiswa itu telah lulus dan diwisuda. Menjadi seorang sarjana juga tak lantas ia menikmati hasil. Kuliah di kampus tak cukup untuk menghadapi masa depan dan kehidupan yang sangat keras. Kalau tak mau belajar, ia akan tersingkir oleh persaingan bebas. Dan.,menjadi kewajiban bagi para dosen untuk selalu membina hubungan, bukan hanya sekedar untuk talisilaturahim namun lebih dari dari itu. Tetap saling belajar dan memberi input.

Sambil mikir-mikir kira2 apa penyebabnya?. Karena diagnosa suatu penyakit adalah sesuatu yang rumit. Perlu seni untuk memecahkan teka teki., apalagi tidak melihat secara langsung tanda-tanda dan lesi post mortemnya.

Setelah diskusi lebih lanjut tentang gejala klinis baik pada fase antemortem dan postmortem, umur dan lainnya diperoleh diagnose tentative kemungkinan penyebab utamanya adalah bakteri Salmonella pullorum. Dan yang penting adalah bagaimana pencegahan dan perlakuan pada ternak lainnya?. Karena pada unggas tua, gejala klinisnya kadang tak nampak dan dia bisa sebagai carrier. Sepertinya perlu preparat sulfa dan antibiotika untuk mengatasinya. Sebenarnya kalau fumigasinya baik, lingkungannya sehat, bibitnya bagus, pakannya tidak terkontaminasi, penyakit ini jarang menyerang. Tapi that’s ok. Sudah terjadi.

Selain berita banjir, hari ini di radio, di TV, Koran, majalah dipenuhi berita persiapan demo menyongsong 100 hari pemerintahan SBY. Walaupun aku tidak terlalu minat dengan begituan, aku mengapresiasi mereka semoga besok tanggal 28 Januari 2010 kondisi tanah air ini tetap aman dan damai. Dan setelah itu mari kita berpikir, berkarya untuk sesuatu yang tidak instant. Perlu kemauan keras, berpikir jernih dan hati yang ikhlas untuk membangun bangsa ini. Bicara dengan istiqomah. Bagaimana mungkin membangun bangsa kalau diniati dengan semangat penuh kebencian?.

Kita bisa belajar dari Rusia yang dulunya bernama Uni Soviet atau USSR. Mereka sekarang terpecah belah. Padahal kita, para pecinta seni dan sejarah yang pernah membaca Buku The Russian Empire: A Multi-ethnic history karangan Andreas Kappeler pasti akan kagum dengan kebesaran Russia di masa lampau.

Walaupun banyak pertanyaan, diantaranya:”How did modernization influence and change the old supranational empire and its ethnic groups, and, in particular, how were they affected by the national movements? And how did national emancipation interact with social revolution?. Indonesia mirip-mirip dengan Russia, multi etnik.

Russia di masa lalu katakanlah di masa Ivan II, Vassili II, Romanov, Peter Agung, Alexander, Nicholas II, jelas berbeda dengan masa-masa rejim komunis yang kekuasaannya sangat dominan, Perestroikanya Mikhail Gorbachev di tahun 1985 yang membuat Uni Soviet kolaps dan terpecah belah dan Rusia masa kini. Proses panjang itu bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua. Demokrasi adalah sesuatu yang baik sejauh itu berlangsung secara arif, berpikir jernih dan bijak. Wallahualam bishowab.

Bandung pada malam ini, suasananya relatif sepi sunyi. Hawa dingin membawa pikiran kita menjadi lebih sejuk. Tuhan memberikan banyak pilihan pada kita, tak bisakah kita menentukan pilihan itu secara benar sesuai harapanNya.

Besok aku akan baca buku bagus lainnya “Bayang-bayang Hitam” Novel sejarah Ethiopa awal abad ke-20 karya Najib Kailani. Buku yang menceritakan keruntuhan suatu Negara yang disebabkan kekacauan dari dalam. Salah satu penyebabnya karena pengamalan agama yang sempit. Kembali lagi dan berhenti di sini adalah kalimat yang layak untuk disimak dan dipikirkan, apa maknanya?

Mumpung kuliah semester genap belum dimulai, ada baiknya kita memahami dan mendalami makna hibah, khalwat, kuttab dan tahlil.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.