Skip to content


Percayalah, kebiasaan membaca buku dan mendengarkan radio itu baik untuk kesehatan jiwa.

dwicipto.jpg

UAS 2009/2010 telah memasuki hari ke tiga. Sepanjang hari ini di PPBS Unpad, ada kurang lebih 1600 mahasiswa yang berasal dari 8 fakultas sedang pening menyelesaikan ujian fisika dasar. Kelihatannya mereka serius-serius sekali mengerjakan soal yang menurut aku memang susah dan rumit.

Hari belum terlalu sore, ba’da azhar juga baru saja dimulai. Namun hujan sangat lebat membasahi kampus Jatinangor. Dan tak sekedar air hujan yang tumpah ruah, Gn. Manglayang pun seakan mengirim air dari atas. Hujan disertai angin kencang membuat ranting-ranting dan dedaunan berserakan di sepanjang jalan antara kampus Unpad, Unwim dan Pangdam. Ternyata , pada hari ini angin beliung menyergap di berbagai wilayah di P. Jawa, sedang marahkah Tuhan pada umat manusia, aku tak tahu persis mungkin sekedar memberi peringatan.

Beberapa menit yang lalu, diskusi hangat para pengelola PPBS Unpad baru saja usai. Selama ini kami jarang melakukan diskusi yang memakan waktu cukup lama di PPBS, hampir 4 jam. Berbagai topic seperti persiapan membuat draft Laporan Akhir Tahunan PPBS Unpad, Evaluasi PBM, Penataan tata ruang terkait dengan lingkungan eksternal dan kebutuhan internal PPBS, Revisi RKA-KL, pengembangan SDM, kemungkinan menjalin kerjasama dengan UPT SDM Unpad, P3AI, E-learning dan D System,dan lain2 cukup menguras tenaga dan pikiran. Tapi well, segala sesuatu yang diawali dengan niat yang baik, insyaalloh akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

Ternyata tak hanya kawasan Jatinangor, sepanjang jalan Jatinangor, Cileunyi, Cinunuk, Cibiru, Jl. Soekarno-Hatta dan Bandung umumnya, hari ini diguyur hujan deras. Macet ada dimana-mana. Fenomena alam seakan hendak memberi peringatan pada manusia. Tuhan menjaga keseimbangan itu agar kita selalu waspada dan ingat akan kebesaranNya.

Malam ini, usai koreksi soal bagian A dan B UAS Pengantar Peternakan aku pindah membaca buku Amazing stories for Teen karangan Marsha Arons, mantan pendidik, guru bahasa Inggris di Illinois USA. Ada 49 cerita menakjubkan di situ yang pasti mampu menyegarkan jiwa kita. Tapi aku tidak bermaksud menyesaikan semuanya, karena beberapa diantaranya sudah pernah aku baca di waktu-waktu senggang. Ceritanya bagus-bagus karena rata-rata sudah pernah diterbitkan di majalah terkemuka seperti Redbook, Reader’s Digest dan Good Housekeeping. Majalah-majalah kesukaanku semasa esema dan mahasiswa dulu.

Usai membaca beberapa bab bukunya Marsha Arons, sambil mendengarkan senandung Jazz dari Radio KLCBS aku juga baca-baca Folklor ‘Bukan Lisan’ di salah satu bab buku karangan James Dananjaya. Aku termasuk penggemar berat buku-buku folklore termasuk folklore Tionghoa. Tentang asal usul kelenteng, seni kriya (kipas, kertas, kain sutra, porselen ), pengetahuan rakyat (Pa Kua, Fengshui, Penanggalan, Petasan dan kompas), Musik dan Alat Musik Rakyat seperti tambur, genta, giring-giring, suling dawai dan lain-lain. Buku lama tapi tetap kusukai walaupun sudah dibaca berkali-kali.

Bandung malam hari ini udaranya sangat sejuk bahkan malam ini lumayan dingin. Di TV aku lihat ada acara cukup hangat yaitu Bukan Empat Matanya Tukul Arwana. Tetapi sayang kalau waktu dilewatkan hanya untuk memandangi menonton acaranya Tukul. Sesekali sambil nonton TV, aku juga membuka bolak balik beberapa halaman yang menarik dari bukunya Gail Damerow: the Chicken Health Handbook. Simpel dan padat tapi bagus isinya. Tentang hatch healthy chicks, provide proper nutrition, fight parasites, spot diseases and infections their early stages, protect flocks from predators, build safe house and yards.

Dan aku yakin apa kata American Library Association: A first guide….Flawless. Atau patut juga disimak apa kata Poultry Press: If you don’t have any books on chickens, this is the only one you need. If you have a book shelf full of books, you still need this one. Lho koq jadi promosi dan kampanye?. Bisa jadi yaa, tapi percayalah, kebiasaan membaca buku dan mendengarkan radio itu baik untuk kesehatan jiwa. Kesehatan rohani kita. Dan, anak fapet atau FKH ada baiknya pernah membaca buku ini.

Weeeh, hari sudah cukup larut malam. Pukul 24 baru saja berlalu. Puji Tuhan aku telah melewati hari ini dengan baik. Kita diajarkan untuk selalu memaknai tentang arti dari sebuah waktu, dini hari. Tuhan SWT menyuruh kita untuk selalu memahami arti QS Al Furqaan terutama ayat 61-64.

“ Tabaarakal ladzii ja’ala fis samaa-I buruujaw wa ja’ala fiihaa siraajaw wa qamaran muniiraa. Wa huwal ladzii ja’alal laila wan nahaara khilfatal li man araada ay yadzdzakkara au araada syukuuraa. Wa ‘ibaadur rahmaanil ladziina yamsyuuna ‘alal ardhi haunaw wa idzaa khaathabahumul jaahiluuna qaaluu salaamaa. Wal ladziina yabiituuna li rabbihim sujjadaw wa qiyaamaa”.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.