Skip to content


The most important ‘drug’ you can give your animals is good husbandry

image0016.jpg

Seringkali kita ada di suatu tempat yang sulit untuk dipahami. Sebuah tempat yang membuat jantung berdenyut lebih keras, hati tersayat dan pikiran meronta. Adakah sesuatu yang salah dengan sebuah tempat?. Atau ketidakadilankah yang menjadi sebab dan akibat.

Jika sebuah keadilan harus paralel dengan kejujuran seharusnya dunia tempat kita bermukim sementara ini pastilah adalah sebuah tempat teraman dan terindah. Jadi maksud Tuhan memberi keseimbangan dengan kejadian yang abstrak haruslah dicarikan dan ditemukan jawabannya. Dan untuk menemukan sebuah jawaban, menjabarkan sebuah pertanyaan yang bersifat qadim pasti memerlukan kontemplasi.

Adil merupakan sifat yang tertanam dalam jiwa yang mendorong pemiliknya untuk senantiasa bertakwa dan memelihara harga diri. Jiwa kita akan percaya kepada kejujurannya. Adil dan jujur pada orang lain, adil dan jujur pada keluarga serta adil dan jujur pada diri sendiri. Tak mudah untuk dilaksanakan namun harus selalu ditingkatkan kualitasnya dari waktu ke waktu.

Hari ini dalam status fb, aku menulis: menanti maghrib sambil menatap langit yang tak berawan. Adakah pesan dari Tuhan untukku malam ini?. Pertanyaan bisa muncul begitu saja tanpa rekayasa. Tak jarang message yang ingin disampaikan keluar begitu saja dan sangat intuitif. Dan respon yang aku terima selalu tak terduga. Jauh melampaui apa yang aku bayangkan. Jadi jika seorang memberi nasehat atau saran, itu sangat berharga sekali untuk membangun harapan, visi, cita2 bahkan keimanan seseorang. Khabar dari seorang teman dan sahabat jauh lebih bermakna dari pada pesan sebuah buku atau berita Koran sekalipun.

Dalam sebuah buku, aku pernah membaca pesan yang isinya kira-kira sebagai berikut: The most important ‘drug’ you can give your animals is good husbandry. Sesuatu yang tak pernah kubayangkan pada saat aku masih menjadi seorang mahasiswa. Pengalaman di lapanganlah yang mengajarkan aku mendapatkan falsafah itu. Dan barangkali itu pula yang membuat aku berpikir: melihat ke depan jauh lebih penting daripada merenungi nasib di masa lampau. Pengalaman masa lalu memang memberi pembelajaran agar kita tidak tersesat di masa depan namun sebaiknya jangan menjadi beban.

Menjelang idhul qurban yang sebentar lagi tiba. Kemarin (minggu,red) temen-temen CBC mengadakan seminar tentang makna qurban dan kesehatan hewan qurban. Acara kreatif dan konstruktif, yang sangat penting untuk pendewasaan dan sarat dengan nilai moral. Mungkin acara seperti ini harus cukup sering setidaknya diselenggarakan setiap tahun. Agak berulang2 namun sebuah moment memang layak diulang sepanjang itu bagus untuk kebaikan bersama. Ulangan pun pasti sangat berguna untuk merefresh sejenak. Kelak akan terbukti bahwa budaya yang baik tak akan lekang oleh jaman dan tak akan hilang oleh waktu, kecuali dekadensi moral menyurutkannya. Senang sekali, hari itu aku dapat menjadi bagian dari kerja social memperbaiki iman dan takwa.

Hari ini, usai memimpin seminar UP seorang mahasiswa, kami melaksanakan tugas lain yaitu memberi layanan konsultasi mengenai kesehatan hewan dalam acara pekan Ilmiah Dies Natalis Unpad. Acara yang settingnya agak kurang rapi sehingga banyak stand-stand yang kosong, sepi dari pengunjung. Mungkin sosialisasinya kurang bagus, namun mungkin juga karena masyarakat kita, mahasiswa dan siswa tak terlalu tertarik pada hal-hal yang terlalu ilmiah. Mereka lebih menikmati hiburan. Karena Hiburan memang bak sebuah buah yang manis, makanan yang wajib dicicipi walaupun kadang meninabobokan.

Sepanjang perjalanan pulang dari Dipati Ukur ke rumah. Di tengah gerimis yang mengguyur kota bandung, aku bertanya-tanya, teringat saat menjelang maghrib kemarin. Tuhan, mungkinkah sebuah pesan dapat diperjelas dan dipercepat?. Karena takdir yang telah engkau rancang senantiasa membuat aku selalu bertanya-tanya. Tidak mudah untuk menjadi seorang yang pasrah dan ikhlas menerima taqdir. Tuhan banyak memberi kemudahan namun manusia kadang mempersulit dirinya sendiri.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.