Skip to content


Tuhan telah berbaik hati memberi waktu tambahan agar aku dapat menata diri lebih baik lagi.

image0027.jpg
Hari masih sangat pagi. Pukul 06.00 Kampus Jatinangor pun masih sangat sepi. Hari ini 24 Oktober 2009, tepat di hari lahirku suasana mendung menyelimuti Bandung timur. Dan, benar saja memasuki Kota Sumedang hujan pun turun rintik2. Sarapan pagi di sebuah rumah makan pun menjadi pilihan sebelum kami melanjutkan perjalanan ke Jati Tujuh. Pukul 10.30 an kami sudah sampai ke rumah para peternak di Jati Tujuh, acara hari ini adalah sinkronisasi estrus pada domba. Ada sebelas ekor untuk uji coba estromil suatu preparat yang mengandung F2a, yang kira2 setiap 1 ml nya ekuivalen dengan 250 ug/mL cloprostenol. Diharapkan 2 atau 3 hari ke depan domba2 betina tersebut estrus. Dan siap untuk dikawini pejantan unggul.

Hanya sekitar 2 jam kami di Jati Tujuh. Perjalanan selanjutnya adalah ke Kota Indramayu. Sebuah perjalanan kurang lebih 220 km dari Bandung pastilah cukup membuat panas dan penat pantat. Tapi Indramayu, sebuah kota yang terletak di: 107°51° 108°36° Bujur Timur 6°15°-6″40° Lintang Selatan adalah sebuah daerah yang menarik untuk dikunjungi. Kota yang konon lahir tanggal 7 Oktober 1527 ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Cirebon di tenggara, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang, serta Kabupaten Subang di barat. Indramayu selama ini dikenal dengan lumbung padi Jawa Barat. Dengan produksi sekitar 1,03 juta ton (2006), Indramayu menyumbang sekitar 11% produksi padi Jawa Barat (9,4 juta ton), atau sekitar 2% produksi padi nasional (sekitar 57 juta ton). Tingginya produksi padi Indramayu ini disebabkan oleh luasnya lahan sawah yang ada.

Dari luas wilayah Indramayu yang mencapai 204 ribu ha, 114 ribu ha (55%) di antaranya adalah lahan sawah. Dengan luas sebesar itu, Indramayu menempati urutan pertama di Jawa Barat. Posisi ke dua ditempati oleh Karawang dan Subang. Bukan hanya dari sisi luas lahan, dari sisi produktivitas pun, Indramayu masih menempati urutan pertama, dengan produktivitas sekita 5,5 ton per ha.

Sampai di Kota, pukul 14.an. Di Indramayu, aku juga kebagian harus melakukan nyuntik domba untuk program sinkronisasi estrus pada 10 ekor domba betina. Prosesnya lumayan lancar walaupun domba2 betina yang kebetulan digunakan tidak sebagus dibandingkan dengan yang di Jati Tujuh. Pukul 15.10 urusan perdombaan sudah beres. Tinggal pulang ?, eeeh tapi tunggu dulu ?. Ternyata ibu2 pada pengin belanja batik tulis Paoman Arts di jl Siliwangi. Walaupun ngga’ sebagus batik tulis di Solo atau Yogya tapi motif2nya lumayan. Dengan uang 35 ribu udah dapat sepotong baju atas.

Terus Pulang ?,
,oooh ternyata belum. Hari ini 24 oktober, jadi mesti dirayakan dengan makan2. Pondok Ikan Bakar Mina Ayu di pantai pesisir Limbangan Balongan adalah pilihan yang bagus. Bukannya mau makan cuma2 tapi mo makan ikan cumi2, ikan bakar, udang bakar dan minum kelapa muda sambil menikmati pemandangan pantai. Lumayan karena walaupun yang ngajak makan2 saya tapi ternyata gratis, (thx bu Datje yang nraktir).

Terus pulang, ?,,
oooh ternyata belum juga. Masih pada mau kulakan mangga, karena bukankah Indramayu tuh kota Mangga ?. Jadi wae, menjelang maghrib baru mau pulang dari Indramayu lewat Majalengka, Sumedang. Dan, pukul 21.00 tepat alhamdulillah sudah sampai di kampus Unpad Jatinangor. Sebuah perjalanan harus dinikmati. Setidaknya ada nuansa pembelajaran dan hikmah lain yang dapat dipetik selain capai dan buah mangga.

Sampai rumah ternyata sudah sepi tak ada tanda-tanda kehidupan. Penghuni rumah sudah pada tidur semuanya. Mandi ?,,wah sudah terlalu malam, besok pagi saja. Tidur,,eitt diinget-inget dulu hutangnya. TOR, TOR, TOR harus segera disampaikan ke PR satU hari senin, Proposal Ranch sapi potong 200 Ha harus segera jadi, Laporan sementara Suplai-demand sapi potong Jawa Barat harus segera jadi, RA-RKL PPBS harus direvisi, penelitian tanaman herbal dengan PS Ilmu Hayati ITB harus segera dilaksanakan, juga harus membuat laporan penelitian tentang mesin pellet, segera dan persiapan pertemuan PHK Institusi dengan DPRD TK 1 minggu depan harus dikonsep. Eeeh dipikir-pikir kenapa jadi banyak kerjaan gini. Pangkat kopral tapi pekerjaan prajurit (sama aja yaaa?).

Ooooh iya, bukannya besok ada janji ke Pangalengan ?. waaaahH, kayaknya laptop harus cepat2 dimatikan dan tidur aja daripada pusing. Dan sebelum tidur harus diingat dan dimaknai apa arti angka 50. WaH 50 Tahun, jadi setidaknya sudah 4.730.400.000 kali aku menghirup udara segar?. Terimakasih Tuhan telah memberi waktu tambahan padaku untuk menata diri lebih baik.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.