Skip to content


50 Tahun, Obligations and Rights

image0026.jpg

Motivasi adalah sebuah proses dengan kontrol otak, dimana dan kapan perubahan tingkah laku dan fisiologi akan terjadi. Learning is a change in the brain, which results in behaviour being modified for longer than a few seconds, as a consequence of information from outside the brain. Aku mengutip apa kata Fraser & Broom (2004), dalam bukunya Farm: Animal Behaviour and Welfare. Patut juga kita telaah apa kata Hinde: “learning is not episodic but is occurring continuously, though not necessarily affecting behaviour immediately”.

Di waktu senggang, aku suka membaca buku-buku yang berhubungan dengan ethology. Memahami tentang tingkah laku manusia pasti menyenangkan namun memahami tingkah laku hewan juga tak kalah penting. Keduanya saling melengkapi. Play, practice and exercise. Association versus avoidance. Dari ethology pula seharusnya kita belajar. Bahkan seekor ternak pun memerlukan eksplorasi. Dan lebih dari itu: hence exploration is any activity which has potential for the individual to acquire new information about its environment or itself. Bedanya kita lebih banyak menggunakan perasaan dan suasana hati.

Well, esok hari adalah tepat 5o tahun sudah Tuhan SWT telah memberi kesempatan dan waktu untuk bernafas, mencari dan menempati sebuah ruang terbuka. Subhanalloh, tak ada yang tahu usia seseorang namun dari hari ke hari waktu serasa sangat penting dan berharga. Apa yang telah dan kita lakukan menjadi hitung-hitungan penting. Kualitas pribadi, kualitas keimanan harus semakin menjadi pertimbangan utama.

Beberapa hari yang lalu, di TV saya terharu melihat kegigihan para anggota ABRI dan relawan lainnya saling bahu membahu berusaha menyelamatkan korban gempa di Sumatera Barat. Seorang anggota ABRI yang masih sangat muda dan pangkatnya pun (maaf, mungkin seorang prajurit) memberi nasehat pada seorang ibu bernama Friska: jangan pernah putus asa, jangan ada kata menyerah. Wowww, saya sangat kagum pada prajurit muda itu. Kalimat itu hanya dapat keluar dari seorang yang sangat bijak, memiliki kesadaran dan motivasi tinggi dan yang penting pasti ia memiliki keluhuran budi yang luar biasa. Banyak orang memiliki otak cemerlang namun sedikit yang memiliki empati dan mau meluangkan waktunya untuk tujuan kemanusiaan.

Tuhan SWT, telah memberikan banyak kesempatan dan waktu untuk melakukan yang terbaik. Kadang aku kurang pandai memanfaatkannya. Bisa jadi, aku terlalu sering lupa bagaimana berbuat baik dan benar. Padahal Tuhan telah memberikan petunjuk untuk selalu bertaqwa dan jalan hidup yang lurus. ‘Waa anna haadzaa shiraathii mustaqiiman fat tabi’uuhu wa laa tattabi’us subula fa tafarraga bikum ‘an sabiilihii dzaalikum washshaakum bihii la’allakum tattaquun”. (QS Al An’aam: ayat 153).

Dan, kawan2, sahabat2 dan saudara2. Aku cukup beruntung dikelilingi oleh banyak orang2 baik. Tanpa mereka aku pasti tak ada apa2nya dan tak berarti. Dengan merekalah semangat itu tumbuh dan berkembang. Saling memperkuat dan menjaga. Aku sangat menyukai apa kata Benyamin Franklin ketika mengatakan: Tell me and I forget, Teach me and I remember, Involve me and I learn. Thx a lot so much.

Semoga usia 50 tahun ini, bisa menjadi penanda dan bunyi lonceng agar jalan ke depan harus semakin berkualitas. “Fal yanzhuril insaanu mimma khliq. Khuliqa mim maa in daafiq. Yakhruju mim bainish shulbi wat taraa-ib. Innahuu ‘alaa raj’ihii la qaadir”. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang terpancar. Yang keluar dari antara sulbi (tulang punggung) dan taraib (tulang dada). Sesungguhnya Allah berkuasa untuk mengembalikannya. (QS Ath Thaariq 86: 5-8).

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.