Skip to content


Masa lalu tak boleh dilupakan dan terlupakan oleh waktu.

image0033.jpg

Hari ini suasana kampus Jatinangor jauh lebih ramai dibandingkan minggu lalu. Hampir sebagian besar mahasiswa sudah memulai kuliah dan praktikum. Sebagian mahasiswa kelihatan lebih sibuk karena hari ini adalah batas akhir pengumpulan proposal PKM. Aku selalu bersemangat jika ada satu kelompok mahasiswa mau meluangkan waktu, berkompetisi baik di tingkat fakultas, universitas maupun di tingkat nasional. Kompetisi akan mendewasakan sumberdaya dan atmosfir akademik di kampus sehingga menjadi lebih dinamis. Kalah dan menang mungkin bukanlah tujuan mutlak suatu kompetisi karena proses pembelajaran tak semata-mata dilihat dari output., outcomes jauh lebih penting.

4 hari terakhir benar2 menguras tenaga dan pikiran. Dengan banyaknya bencana alam maka kebijakan dikti dalam PHK Institusi menjadi berubah total. Artinya program kegiatan yang sudah dirancang ulangl. Nego costing Program Hibah Kompetisi Berbasis Institusi 2010-2012 di Surabaya mungkin bukanlah buah simalakama. Sepulang dari Surabaya kami harus meyakinkan mitra kami untuk juga melakukan perubahan RA-RKL.

Tak ada yang protes dengan adanya pemotongan dan penundaan program. Empati terhadap masyarakat Padang Pariaman dan sekitarnya yang terkena bencana alam jauh lebih penting dibandingkan program PHK Institusi. Bahkan sebagian dari para grantees rela jika tahun ini PHK Institusi ditunda 100% untuk dialihkan, membantu masyarakat Padang Pariaman yang 70% rumahnya rusak berat. Ribuan orang tertimbun tanah, jerit tangis anak2 dan mata memerah orang2 tua yang tak mampu lagi meneteskan air mata sungguh sangat memilukan. Jadi ada baiknya pemerintah memberikan prioritas untuk melakukan alokasi pendanaan dalam tanggap darurat.

Solidaritas masyarakat internasional atas terjadinya tanah merekah di Sumbar patut kita syukuri. Dan kita pun tak cukup hanya berempati, mobilisasi bantuan wajib dilakukan. Karena seberapun kecilnya sumbangan kita, pasti akan bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang sedang diberi cobaan besar oleh Tuhan.

Selesai costing pada minggu pagi, tentu tak baik jika kita melewatkan waktu dengan berpening2 kepala. Main ke pulau Madura adalah pilihan awal untuk menghilangkan stress. Aku pikir tidak rugi untuk menikmati keindahan jembatan Suramadu yang baru beberapa waktu lalu diresmikan oleh pak Sby. Dan sambil menikmati suasana kota Bangkalan, sepanjang jalan aku termenung getir. Begitu gersang dan keringnya pulau Madura namun banyak orang2 hebat yang berasal dari pulau ini. Tuhan sungguh maha adil, memberi keseimbangan alam dan konsesi2 kehidupan. Manusialah yang harus berusaha memahami fenomena itu dan mensyukurinya.

“Wa khalaqallaahus samaawaati wal ardha bil haqqi wa li tujzaa kullu nafsim bi maa kasabat wa hum laa yuzhlamuum”.(QS: Al Jaatsiyah, ayat 22). Allah SWT menciptakan langit dan bumi dengan benar dan agar setiap diri dibalas dengan apa yang telah dia usahakan dan agar mereka tidak akan dirugikan.

Dan, walaupun aku sering melewati kota Sidoarjo yang terkenal dengan lumpur Lapindo nya. Aku takkan pernah berhenti untuk merenung. Di kota itu, sekitar 15 km dari daerah yang terkena bencana ada sebuah makam, yang aku takkan bisa melupakannya. Satu-satunya kakakku dimakamkan disitu. Well.,seorang kakak yang sangat baik dan sangat bertanggung jawab telah meninggal dunia diusia yang cukup muda. Hari ini aku ditemani Yayak, anak lelaki kakakku, hanya bisa mendoakan dan mengirim bacaan Surah Al Faatihah. Innahu ‘alaa raj’ihii la qaadir. Sesungguhnya Allah SWT berkuasa untuk mengembalikannya.

Sore menjelang maghrib. Dengan menumpang pesawat Merpati, aku tiba kembali di Bandung.. Hujan rintik2 membasahi Bandara Husen dan sepanjang jalan hujan makin deras membasahi kota Bandung. Aku sebenarnya agak malas naik pesawat Merpati, karena selalu mengingatkan masa lalu. Pesawat yang mungkin pernah dipiloti oleh kakak tercintaku beberapa tahun lalu sebelum maut menjemputnya. Di Perusahaan itulah sebagian besar waktu kakakku mendedikasikan diri dengan bersemangat, kadang terlalu bersemangat sebelum kanker mendera dan menjemputnya diusia yang muda.

Kesedihan tak seharusnya menjadi beban berkelanjutan namun masa lalu tak boleh dilupakan dan terlupakan oleh waktu. Jadi sesibuk apapun, kita harus meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, sebuah jeda untuk mendoakan dan mengingat-ingat kebaikan orang tua, saudara dan teman2 tercinta. Mungkin dengan cara itulah, beban moral kita bisa sedikit menjadi lebih ringan. Subhanallah.

image0014.jpg

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.