Skip to content


Berhenti sejenak di KM 696. The world cannot be wrong. Semoga keinginan yang baik itu tersalurkan secara positip.

tegalbuleud1.jpg

Sungguh beruntung, hari ini Pkl 06.30. saya akhirnya bisa mengikuti sholat Ied di Lapangan Parkir Utara Stasiun Bandung. Tepat pukul 07.00. pagi ini Kereta Argo Wilis, mengantarkan aku mudik menyusul thareq yg sudah lebih dahulu liburan di Jember.

13 jam dalam kereta tidak terlalu capai. Teman sebangkuku sebelah kiri adalah seorang mahasiswi jurusan komunikasi pembangunan IPB Bogor. Dia sedang siap menyelesaikan skripsinya. Jadi sepanjang waktu kami diskusi tentang banyak hal terutama pembangunan pertanian dan peternakan. Kami berpisah di stasiun Gubeng Surabaya tepat di KM 696. Dia melanjutkan perjalanan ke Malang dan aku akan ke Jember.

Untuk melanjutkan perjalanan ke Jember malam ini aku harus menunggu 2,5 jam lagi karena KA Mutiara Timur Malam baru akan berangkat jam 22.30. Sambil menunggu aku masuk ke café Argo untuk makan malam dan minum segelas kopi gingseng. Dan setengah jam kemudian mendapat pijat refleksi. Pijat badan 10 ribu per sepermpat jam dan pijat reflkesi kaki 5 ribu. Lumayan untuk menghilangkan kepenatan.

Dalam perjalanan ke jember, aku sempat membaca halaman utama sebuah Koran Jawa Pos yang judulnya provokatif. Menurut sahabat Nurdin M Top akan masuk surga. Aku pikir, masuk surga pasti bukan hal yang mudah apalagi untuk seorang pembunuh berdarah dingin seperti dia. Pengelola Jawa Pos, sepertinya sama sekali tidak peka dengan perasaan orang lain terutama keluarga2 yang mendapat musibah akibat ulah Nurdin M Top. Berita biadap seperti itu tak layak dibaca dan menjadi beita terburuk yang pernah aku baca. Kertas Koran itu aku buat untuk gosok sepatu yang kebetulan kotor, lumayan.

4 jam perjalanan ke jember aku gunakan untuk dengerin lagu. Dan, mendengarkan lantunan Petula Clark, seakan memaksa aku meraba-raba apa yang ingin disampaikannya. Sebuah lagu memang bisa menggambarkan suasana bathiniah seseorang, sebuah kisah nyata. Salah satu lagu Patula yang berjudul This is My Song kebetulan menjadi salah satu kesukaanku. Di pertengahan bulan februari tahun 1967 This is my song adalah salah satu single Hit cukup lama di UK. Dan aku suka lirik yang ditulis oleh Petula Clark.

Why is my heart so light? Why are the stars so bright? Why is the sky so blue? Since the hour I met you?
Flowers are smilling bright. Smilling for our delight. Smilling so tenderly. For all the world you and me. I know why the world is smilling. Smilling so tenderly. It hears the same old story. Through all eternity. Love, this is my song. Here a song, a serenade to you. The world cannot be wrong.

I care not what the world may say. .,,,,,,
Mengapa hatiku begitu ringan, mengapa bintang2 begitu terang, mengapa langit begitu biru? A serenade to you. Aku suka dengan kalimat itu.

Di rumah. Manakala bosan belajar di malam hari: biasanya aku suka mendengarkan lagu atau sekedar menonton TV. Satu hal kenapa di waktu senggang aku senang menonton TV adalah mencari sisi lain dari kehidupan. Sebuah perspektif tidak mungkin harus dijalani terlebih dahulu karena kita bisa belajar banyak hal dari orang lain termasuk melalui TV.

Seintens apapun kita melihat dan mendengar khotbah takkan lebih menyentuh jika melihat sebuah fakta sosial yang ada. Dan TV kadang memberi kita banyak pembelajaran tentang kehidupan sehari-hari yang menginspirasi kita untuk belajar berbudaya lebih baik, belajar agama dari perspektif kontekstual dan mendalami agama untuk diterapkan dan diamalkan. Menjual dan membagi ilmu tidaklah terlalu penting namun yang diperlukan adalah terlibat langsung membangun entitas dan menggunakan kebaikan itu bersama2 memerangi keterbelakangan.

Baru-baru ini, aku menyaksikan sebuah reality show di sebuah stasiun TV. Kisah seorang petugas pemantau rel yang mesti berjalan ber kilometer setiap harinya: yang kalau siang pasti kepanasan, dingin kedinginan dan di musim hujan kehujanan. Pasti reality show itu tidak ditujukan agar kita sekedar bersimpati namun lebih dari itu bertanya-tanya, apa yang bisa dan mesti kita lakukan di tengah kehidupan yang yang sangat keras dan kadang kasar ini?. This is My Song menyuarakan sisi lain sebuah suasana hati. Dan manakala seseorang galau dan terombang-ambing oleh suatu keinginan. Semoga keinginan yang baik itu tersalurkan secara positip.

Pukul 3 pagi aku baru masuk rumah, huhh cape. Lebaran tahun ini agak berbeda dengan lebaran tahun-tahun sebelumnya. Banyak orang yang kehilangan tempat akibat gempa bumi, longsor, kebakaran dan lain-lain. Tak ada salahnya kita menahan diri, berempati pada mereka. Orang-orang yang sedang diuji keimanan dan kesabarannya. Mereka akan beruntung jika di bulan ramadhan ini dapat keluar sebagai pemenang. Tidak mudah melewati hari-hari yang berat.

praktikum.jpg

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.