Skip to content


Dan kelak masih adakah masa depan bagi anak2 peternak?

1_706160380m.jpg
Cikembang dan Cihawuk adalah sisi lain dari Pangalengan Timur yang aku sukai. Banyak hal yang telah aku peroleh dari daerah itu. Sore hari adalah saat-saat yang terindah di daerah itu. Turun dari perbukitan di daerah Cihawuk menyusuri Cikembang sebelum akhirnya sampai ke Cibeureum. Kadang2 aku juga senang memotong jalan melalui Plered sebelum menuju ke Lembangsari. Sambil menikmati cerahnya matahari sore dan memandang hamparan kebun kol dan kentang di kejauhan selalu membuat aku dapat melupakan semua beban kerja dan himpitan masalah.

Namun hati aku juga selalu terpanggil, terketuk melihat pemandangan lain. Setiap sore hari aku selalu berpapasan dengan kumpulan anak2 esempe yang kelihatannya setiap hari berjalan kaki dari rumah ke sekolahnya di daerah Cibeureum. Cukup jauh juga anak2 itu menempuh perjalanan naik turun bukit, mungkin sekitar 3 atau 4 km. Dan itu dilakukan mereka setiap harinya dengan rasa gembira.

Pendidikan mungkin bisa kita ibaratkan sebuah karcis/tiket untuk dapat masuk ke pintu gerbang menuju pergulatan dan persaingan masa depan. Pendidikan memang mesti diperjuangkan dan jika mungkin dinikmati. Masih adakah masa depan bagi mereka, anak2 petani dan peternak itu? Aku tentu tak dapat memastikan karena merekalah yang kelak akan mengalaminya. Namun aku selalu menekankan dan setidaknya menanamkan pada diri anak2, agar semangat untuk meraih masa depan harus tetap terpelihara. Semangat itulah yang kelak akan menyelamatkan masa depan. Dan aku melihat semangat itu ada dalam diri anak2 yang setiap harinya beramai2 menempuh perjalanan kaki dari cihawuk, cikembang dan cibeureum. Naik turun lembah, kadang didera hujan, dingin dan tiupan angin yang sedikit atau banyak tentu menggerogoti semangatnya.

Aku kadang, setengah merenung adakah diantara anak2 itu kelak memiliki kesempatan, beruntung menjadi seorang sarjana pertanian atau sarjana peternakan, syukur2 ada yang menjadi dokter hewan?. Selama ini yang aku tahu, tidak ada seorangpun peternak yang berlatar belakang sarjana menjadi peternak atau petani disini. Anak petani menjadi petani, anak peternak menjadi peternak. Namun dengan sisa2 pengetahuan dan keterampilan yang semakin menurun. Mungkinkah involusi pertanian akan terjadi terus menerus, semakin menurun dan menurun? Aku cukup mengkuatirkan hal itu. Aku sangat mengkhawatirkan nasib anak2 yang pada hari ini masih memiliki semangat. Akankah semangat itu menemukan saluran yang benar sehingga cita2nya pun kelak dapat terwujud.

Aku mungkin kurang mendapat pendidikan yang baik dalam memotivasi orang lain. Aku hanya memiliki skill yang itupun sungguh sangat terbatas. Aku tak dapat seperti orang2 lain yang sangat terampil berbicara sehingga membuat banyak orang lain terkesiap, histeris, dan juga terbengong-bengong. Aku kagum dengan orang seperti itu, memiliki kemampuan untuk meyakinkan orang lain. Aku agak gagap dengan berbicara dan juga menulis, apalagi membuat kalimat2 puitis yang membuat orang lain merasa termotivasi. Mungkin karena sehari-harinya aku lebih banyak bergaul dengan ternak. Tidak memerlukan banyak komunikasi verbal.

Mungkin hal itulah yang membuat entitas di sini kebanyakan belum terlalu menghargai profesi seseorang. Mungkin kurang pas untuk mendiskusikan tentang nilai2 sosial kemasyarakatan. Berbicara dengan mereka mengenai masa depan anak2 seringkali menjadi tidak nyambung, mereka kurang mengapresiasi dan kurang bergairah berdiskusi. Tapi aku tidak terlalu memasalahkan, apapun profesi aku selama dapat membantu kesulitan orang lain aku akan dengan senang hati menjalaninya. Aku justru lebih sering mengkhawatirkan apa yang aku lihat, aku amati dan aku temukan di sepanjang perjalanan selama aku sehari2 menjalankan profesiku. Masa depan anak2 sekolah, anak2 peternak, kerusakan lingkungan, penggunaan pupuk anorganik yang berlebih, hutan yang semakin gundul, hanyalah sebagian kecil yang aku khawatirkan.

Setiap melewati cikembang dan cihawuk hati nuraniku selalu bertanya-tanya dan cukup berdegub menunggu jawaban, kelak masih adakah masa depan bagi mereka? Wallahualam.

td098a177-5f89-4c13-8436-9b1a67374e04.jpg

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.