Skip to content


Catatan kaki ke 200, semoga masih akan terus berlanjut.,

image003.jpg

Tak terasa artikel ini adalah posting ke-200 di blog aq http://blogs.unpad.ac.id/dwicipto. Tidak banyak untuk sebuah ukuran kuantitas namun cukup berarti untuk sebuah perjalanan waktu. Pasti semua artikel yang telah aku posting memiliki makna yang sangat berarti [setidaknya secara pribadi,red]. Dan jika aku harus memilih dari 199 artikel2 sebelumnya barangkali artikel tentang catatan kaki di bawah adalah yang paling bisa menjelaskan perasaan itu.

Tentang “Catatan Kaki” itu aku buat pada awal agustus 2008, tepat setahun yang lalu. Hari itu adalah hari ke 3: aq dan 13 anak2 mahasiswa [2004, 2005 dan 2006] melakukan sensus sapi perah. Hari masiH sangat gelap ketika kami bertuju: Aq, IndaH, Siti, Gina, Dudi, Asep dan Dipo [barudak 2005 Fapet Unpad], ditemani ketua Rayon 5 KPBS pak anung memulai sensus. Jam menunjukkan pkl 05.00. Tepat sesuai dengan rencana, kami akan menuju daerah Sedep, Cisabuk. Rencananya sebelum pkl 6, kami harus menyelesaikan setengah dari jumlah peternak yang ada di kelompok 3 dan 4. Di kelompok peternak yang ada di tengah kebun teh dan sistem koloni, ternyata tidak mudah untuk mewancarai para peternak maklum mereka juga sibuk memerah dan dikejar truk tanki pengangkut susu No 4.

Udara kering dan hawa dingin tak menyurutkan kami untuk setiap pagi lepas ba’da shubuh mulai bergerak ke kelompok2 peternak dan pulang ba’da maghrib. Malam itu aq sempat menuliskan “catatan kaki” di Mess Goha, kala anak2 nampak tidur bergeletakan tak beraturan di atas sajadah dan karpet tipis, mereka kelihatannya kelelahan usai menjalankan tugas pada hari itu.

TenTang CataTan Kaki

Namanya juga catatan kaki,
pastinya adalah sebuah refleksi kemana arah kaki pada hari ini telah melangkah, bergerak dan pada akhirnya bermuara mengikuti suasana hati selama 24 jam terakhir dan juga harapan ke depan.

Namanya juga catatan kaki,
tentunya hanyalah sekedar kilas balik perjalanan pada hari ini, mungkin lebih sering berisi goresan perasaan agar suasana hati sedikit lebih tenang,

Namanya juga catatan kaki,
disana ada juga gundah dan ada sentuhan perasaan, bahkan kadang ada luka didalamnya namun pada akhirnya selalu memperkuat sisi lain, mengisi relung2 hati yang sedang resah dan gelisah.

Namanya juga catatan kaki,
walaupun mengikuti kata hati, walaupun sebenarnya memahami bahwa takdir sudah terpatrikan namun serpihannya patut dicatat dan direnungkan sebagai sebuah proses pembelajaran. Sebuah catatan kaki sangat penting karena selain untuk berkomunikasi dengan Tuhan juga untuk berdialog dengan sesama makhlukNya.

Berkomunikasi dengan kertas kosong selalu memberi ruang pada aku untuk mengungkapkan kata hati apapun situasinya, sehingga jantung yang berdegup sangat keras dapat sedikit lebih tenang.

Dan Catatan kaki sebenarnya bukanlah sekedar muara, tempat pemberhentian sementara sebelum gejolak hati terbuang ke samudra luas. Mungkin dia akan larut dan cair terbawa gelombang pasang, mungkin tersangkut oleh kail seorang nelayan, mungkin terbawa masuk dalam perut ikan pari, dan mungkin juga tenggelam dan tersembunyi di dasar laut. Tak ada yang harus disesali karena bukankah semua perjalanan tidak harus selalu berakhir oleh sebuah waktu?
image0022.jpg

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.