Skip to content


Tuhan memberi anugerah banyak keindahan alam, tugas kita adalah merawatnya.

image0021.jpg

Lepas dzuhur kami memasuki ke sebuah perkampungan di Garut Selatan. Hari ini kami akan berdiskusi dengan petani peternak di Posluh Putra Samudra, Ds Cijayana, Kec.Mekarmukti, Garut Selatan. Ternyata di sini kami juga berjumpa dengan 2 orang alumni, angkatan 1995. 14 tahun mungkin belumlah terlalu lama untuk sebuah waktu. Panas yang menyengat di Cijayana tak menjadi masalah. Karena bertemu kembali dengan seorang mantan mahasiswa/i di tempat yang lumayan jauh dari Bandung pastilah sesuatu yang sangat menyenangkan. Cerita yang berkembang pasti bukanlah sebuah basa basi karena saling mengingatkan adalah bagian dari penguatan bathin.

Pedesaan adalah area yang perlu bantuan sentuhan pemikiran dari semua orang yang merasa paham, merasa mengerti dan memiliki sedikit empati akan sebuah entitas. Harus ada ruang dan waktu untuk menyalurkan energi sosial bagi mereka. Dan, tak seharusnya mengharapkan sebuah imbalan, karena kepuasan bathin di atas segalanya. Memahami sebuah masalah dan berusaha memecahkannya adalah pembelajaran terbaik untuk membuat seseorang menjadi cukup berguna.

Sangat menyenangkan karena tidak banyak alumni yang mau kembali ke desa, menekuni bidang yang dipelajarinya semasa kuliah dan bersama-sama masyarakat merancangbangun sebuah impian yang bernama pembangunan peternakan yang sustainable. Dan siapapun pasti terharu bisa bertemu dengan anak2 dari mantan mahasiswa. Sebuah generasi yang mungkin kelak akan mewarisi cerita dari para orang tuanya, dari ibunya tentang sebuah institusi yang bernama Fakultas Peternakan Unpad.

Selesai melakukan diskusi di Cijayana kami melanjutkan perjalanan ke desa Purbayani, Kecamatan Caringin Rancabuaya Garut. Kami sempat mengamati ds kampung Naga, tempat dimana sebagian orang NII memilih Golput selama pilpres 2009 kemarin. Di tempat inilah mulai senin besok sebagian anak2 Unpad akan melaksanakan KKN, semoga aman2 saja.

Jabar selatan adalah daerah yang sedang menggeliat. Pantai yang jernih, padang pengembalaan dan padang ilalang yang sangat luas, dan perbukitan adalah perpaduan yang indah. Dan intensitas orang kota hilir mudik ke daerah sini semakin meningkat. Perubahan sedang terjadi.

Pantai sepanjang Pameungpeuk, Cikelet, Cijayana, Rancabuaya dan Cidaun sebagian besar sudah menjadi milik orang kota. Hanya beberapa meter dari garis pantai di seberang jalan raya, penduduk local masih bertahan dengan segala keterbatasan, mereka tetap ada disitu berusaha bertahan hidup mungkin sekedar untuk menunjukkan bahwa mereka adalah orang2 yang taat dengan warisan leluhurnya. Sebagian lain terpaksa harus merantau ke kota, mencoba mencari keseimbangan baru.

Peternakan rakyat di Jabar selatan cukup terimbas, sejalan dengan semakin membaiknya infrastruktur. Populasi ternak ruminansia sapi, domba dan kambing semakin meningkat. Mungkin yang perlu terus didorong adalah penguatan kelembagaan dan produktivitasnya. Pemberdayaan petani dan peternak mungkin solusi yang tepat agar masyarakat disini tidak sekedar menjadi penonton melihat orang2 kota yang setiap musim libur berbondong-bondong menikmati pemandangan alam yang eksotik di sini.

Selain pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan yang harus berinteraksi saling memanfaatkan, ada baiknya diperkenalkan industri kreatif. Tentu industri kecil berbasis teknologi madya yang ramah pada lingkungan. Tuhan memberi anugerah kita banyak keindahan alam, tugas kita adalah merawatnya.

image004.jpg

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.