Skip to content


Dan walaupun mungkin pandangan kita keliru, percayalah bahwa seekor sapi perah pun punya kelembutan dan perasaan

image342.jpg

“Ketika kalian memiliki kesempatan untuk berdiri di depan kelas, sebenarnya kalian dipercaya untuk memahami arti sebuah pembelajaran. Jadi, manfaatkan kesempatan itu dan selalu belajarlah dari sebuah kesalahan”.

Pesan singkat seperti itulah yang kira-kira ingin aku katakan pada para asisten biologi dan mankester. Belajar dari sebuah kelas kecil, belajar dari kelompok2 kecil. Belajar dari mahasiswa praktikan awalnya pasti penuh dengan keragu-raguan, penuh dengan kesalahan dan penuh dengan masalah. Namun ketika kita mulai membiasakan memahami sebuah proses, pada akhirnya hati nurani kita akan membisikkan sesuatu: “Lebih cepat kita mengetahui kesalahan dan kelemahan kita sesungguhnya itu lebih baik karena artinya kita memiliki kesempatan lebih banyak untuk memperbaikinya”.

Tumpukan kertas laporan mahasiswa praktikan sebenarnya adalah sebuah isyarat pada kita. Ini adalah rahasia bangunan masa depan. Meleburkan diri pada proses dan merealisasikan impian banyak orang sebenarnya merupakan suatu proses yang menyenangkan. Bahwa, kadang2 kita perlu istirahat sejenak itu adalah manusiawi. Tak ada seorangpun yang ingin terperangkap dan terjebak dalam rutinitas. Biarlah energi sosial itu mengalir dengan sewajarnya.

Tiga hari menjelang hari kebangkitan nasional saya sesungguhnya sangat gelisah. Dari indeks apapun, kita [setidaknya] sedang kurang beruntung, menjadi bangsa yang kalah. Pendidikan, kesehatan dan daya beli adalah masalah klasik, namun faktanya kita masih terkungkung dalam mimpi berkepanjangan.

Kita sebenarnya memiliki segalanya. Mungkinkah suatu saat kita memiliki tradisi keteraturan yang secara sistematis menjadi alat perjuangan suatu bangsa?. Kita memiliki teknokrat dan pemikir hebat seperti Siswono Yudhohusodo, SBY, BJ Habibie dan juga budayawan yang jernih pemikirannya seperti Gunawan Muhammad, Taufik Ismail. Mereka adalah sedikit dari tokoh dan guru spiritual bangsa yang pemikiran2nya patut diserap oleh generasi muda. Mempercepat kita keluar dari belenggu kekalahan.

Menikmati suasana pagi di Dam Cipanunjang serasa membuat hati serasa teduh dan perasaan menjadi sejuk. Pasti bukan karena sekedar bisa menikmati pemandangan yang sangat indah disitu. Namun lebih dari itu, kita memang harus dan perlu merawat nasionalisme dan kepekaan kita pada lingkungan. Lebih dari itu pastinya sebagai bagian dari rasa syukur kita pada Allah SWT bahwa kita masih diberi kesempatan untuk melihat kebesaranNya.

Tak jauh dari Dam Cipanunjang, ada ribuan peternak sapi perah yang sedang resah dan gundah. Di tengah kehidupan yang semakin sulit, harga susu di tingkat peternak malahan semakin tidak kompetitif. Undang-undang Peternakan dan Keswan minggu lalu baru saja disyahkan oleh DPR, setelah bertahan selama 42 tahun. Mampukah pemerintah menerjemahkan dan menjabarkan dan menindaklanjuti, melaksanakan peraturan perundangan yang seharusnya memihak pada kepentingan orang banyak?, Wallahualam.

Apa rahasia para peternak dapat bertahan hidup, sebenarnya tak banyak yang paham. Peternak dan petani sebenarnya sangat membutuhkan adanya luncuran dana stimulus sekedar untuk mempertahankan hidup, dan menyelamatkan satu2nya keahlian mereka, yaitu beternak dan bertani. Di daerah2 lain, peternak sapi perah mulai berganti usaha, yang artinya mereka mulai menjual sapi perah. Mungkinkah para peternak di Pangalengan bertahan, semoga?.

Bulan April telah lewat, sekarang ada di pertengahan bulan mei. Masih bagus, air hujan masih menyiram bumi parahiyangan. Setidaknya, rumput-rumput masih tumbuh subur. Hijauan itulah yang sedikit menyelamatkan kehidupan petani peternak di tengah harga konsentrat yang masih tinggi. Dan hujan jugalah, yang membuat orang agak malas keluar kalau ngga terlalu perlu. Hemat energi adalah kosa kata yang patut direnungkan bersama demi kebaikan masa depan.

Well, ada baiknya kita renungkan tentang arti kehidupan. Setiap manusia mungkin harus bertanggungjawab terhadap keberadaannya. Bisa tidaknya dia memaknai tanggungjawab itu, sangat tergantung pada banyak hal. Tanggung jawab sosial dan empati, lahir bersama secara alamiah namun kadang tak tumbuh simetris dengan berjalannya waktu.

Tak ada seorangpun yang menginginkan untuk gagal. Dan walaupun mungkin pandangan kita keliru, percayalah bahwa seekor sapi perah pun punya kelembutan dan perasaan. Dia akan mengutuk kita karena memisahkan dirinya dengan keluarga yang dicintainya dan dari kehangatan kandang yang telah dihuninya selama ini.

Posted in Anak2 Biofapet.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.