Skip to content


Catatan Harian Dinar: Selayang Pandang selama PKL di Pintu Pangalengan

image027.gif
Lima orang yang punya semangat yang tinggi, walau kadang ga‘ konsisten. Dengan berbekal ilmu yang terbatas, kami berangkat ke pengalengan untuk merubah dunia peternakan Indonesia ke arah yang lebih baik (katanya).

Sulit..sangat sulit…sesulit kita membayangkan kapan harga susu naik yah???? Tapi..qt tetep semangat, sesemangat p’ternak yang jalan ±5km buat nyari rumput utk makan sapi tiap hari. Rasa iba, prihatin…pada hari2 p’tama yg kami lalui…kemudian…this is real time to the show…

Ada yang cemberut, ada yang galak, ada yang ramah, ada yang so’ iye, ada juga yang cuek….saat qt ngunjungin rumah mereka, tapi semua itu hilang, ketika qt sampai di rumah yang teduh, nyaman, penyajian masakan uenak dan b’temu sebuah keluarga yang menyayangi qt…

Malu, Bosen, BT, Jenuh, n merasa ga’ guna pernah ada di perasaan qt,,Gmana ga malu…qt kalo bangun selalu kesiangan…lebih siang dari cucu yang punya rumah ..qt mandi maks 1x sehari, kadang-kadang 3 hari sekali lebih jorok dibanding sapi yang punya rumah..qt kalo makan selalu lebih dulu…dibanding yang punya rumah, sebuah keluarga yang menyayangi n menerima qt apa adanya..(thank’s for all Kelg.Bpk.Wasman)

Belajar hidup…dari peternak yang jujur…
Keluarga yang hanya mempunyai satu ekor sapi…dan mempunyai anak yang banyak untuk diberi nafkah setiap harinya. Dengan harga susu per liter 2600 Ia berusaha tetap menjadi seorang peternak yang jujur, tidak sombong, dan menerima keadaan dengan ikhlas, kalau hanya sebesar itu koperasi dapat menghargai susunya, Ia tidak mengeluh, apalagi putus asa. Tidak pernah ada penghargaan, atau perhatian khusus tapi ia tetap jujur, karena hanya itu yang bisa Ia lakukan dengan semua keterbatasan yang Ia miliki.

Sedikit yang bisa qt lakukan, sedikit masukan yang bisa qt beri, Tapi…banyak sekali yang bisa qt renungi n pelajari. Terimakasih Tuhan, karena Engkau memberikan kami waktu untuk menikmati ini, Terimakasih A3 yang telah mempercayai kami, n Terimakasih peternak atas semua pelajaran yang telah kami dapat. Aang, Mika, Sofi, Wulan n Nank…

image001.jpg
Bus sudah mendekati Cimaung, ketika aku berusaha flashback bagaimana ceritanya aku bisa berada disini. Bus yang kami tumpangi ini tidak ber ac, jalannya sudah agak berat. Mungkin sudah cukup tua tergerus oleh waktu. Kalau ngga’ salah bus ini biasanya digunakan untuk route cimahi – cileunyi. So, bukan bus untuk luar kota. Tapi, masa bodohlah, ngga’ perlu didiskusikan karena yang penting kami cukup enjoy menikmati perjalanan hari ini. Apalagi udara di bandung selatan sangat sejuk.

Kami dalam perjalanan menuju Pangalengan untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan Terpadu. Awalnya kami tidak paham apa yang harus mesti aku kerjakan nantinya saat PKL di Pangalengan, namun melalui penjelasan dari koordinator PKL dan dosen pengelola A3 akhirnya aku bisa sedikit lebih mengerti tentang tujuan PKL terpadu. Kami dan kawan2 masih belum memahami form A, B, C dan D. Indepth study serta cara ngisi logbook. Mana aku harus menyesuaikan dengan lingkungan yang benar2 baru, yyyeaaahh.

Semoga aku disana ‘ngga ketemu Troll, Clabbert dan sejenisnya dan semoga aku juga ngga’ ketemu phoenix atau mooncalf. Itu lho, makhluk pemalu yang hanya keluar dari liangnya pada saat bulan purnama. [yaa jelas ngga’ akan ketemu lhah, itu khan cuman ada di “fantastic beasts & where to find them”. Newton Scamander cuman ngarang2 aja tentang hewan2 gaib dan aneh. Lagi pula ini khan abad 21 bukan abad 18].

Aku cukup bersemangat ketika pkl 11.00 an akhirnya kami diterima pengurus KPBS. Setidaknya kami lihat banyak alumni di sana dan orang2nya kelihatannya cukup menyenangkan. Para pengurus menceritakan dengan runut berbagai permasalahan khususnya sapi perah dan kualitas susu di Pangalengan. It’s ok.,,, mungkin untuk itulah kami dikirim ke sini. Dalam hati aku berjanji, ingin memberikan yang terbaik yang aku miliki dan teman-teman?., aku yakin mereka pun demikian.

Di hari pertama, walaupun ngga’ sampai kelaparan, kami sempat terlunta-lunta di TPK Citere. Yaaah, sabar deh demi masa depan. Pak Dwiii, kami harus nginap dimana malam ini??? Tapi akhirnya, alhamdullilah pukul 15 an, ada yang mau menampung kami berlima, namanya pak Wasman, beliau ternyata ketua kelompok 8 di komda Pintu. Dan, selama 1 bulan inilah kami menumpang di rumah beliau dan kadang masak sendiri lho?? Beras dan Mie dari A3 ngga’ cukup pak dwi????. Hari-hari berikutnya tugas kami adalah melakukan survei, berkenalan, mengamati, melihat, ngobrol, diskusi, evaluasi,, jalan2 dan sejenisnya ke peternak2 sekitar, setiap hari ke TPK Pintu, kadang2 ke MT, dan lihat tempat2 nyari rumput. Jauh juga nyari rumputnya, kadang-kadang sampai ke perkebunan babakan tanara, 5 km dari tempat kami kost.

Kesehatan sapi dan cara pemerahan disini?? Kaya’nya mesti ditingkatkan, kondisi peternaknya?: ……. wah mengenaskan??…. Kondisi lingkungan??: sama aja.. tapi harus darimana mulainya,,, peran koperasi??? Bagaimana yahhh,, memulainya?? Kepalaku lumayan penat klo harus memecahkan semua masalah di sini. Tapi seperti kata pak Dwi, khan kami tidak dituntut untuk memberi semua solusi, yang penting dapat mengidentifikasi masalah saja sudah cukup baik, begitu yaah pak?.

Di depan rumah, dekat tempat kami menginap ada semacam mushola, langgar kalau bahasa jawa atau surau kalau bahasa minang. Sebenarnya akan sangat menyenangkan kalau maghrib atau bada isya’ begini kita dapat mendengar orang melantunkan barzanji. Selama 1 bulan di sini, aq ngga’ pernah dengar orang melantunkan lagu rekby, hejaz atau masyry. Zaman memang sudah berubah, namun demikian alhamdulillah kadang2 dari rumah sebelah aq masih mendengar teteh2 melantunkan ayat2 suci Al Qur’an. Duuhhh merdunya,,

Ketika hari pertama kami datang masyarakat di sekitar kami berlima tinggal, kelihatannya mereka tidak begitu pedulian, tapi melihat cara mereka memandang, aq merasa itu cuman masalah waktu saja. Dan, memang tidak perlu waktu terlalu lama, ternyata mereka sama seperti masyarakat sunda umumnya: someah, hade tata jeung basa, hade kadulur jeung kabatur.

Waktu masih kecil aku sudah sering diceritain tentang fabel yunani kuno, Aesop: yang terkenal salah satunya adalah, “the lion and the three bulls”. Iyaaa, cerita itu mengingatkan bahwa komunikasi dan persatuan adalah kunci keberhasilan suatu program. Tapi aku tidak ingin menjadi singa yang memperdayai 3 ekor kerbau tolol yang egois. Kita mesti tahu karakter orang2 yang mungkin akan bersama kita untuk kurun waktu tertentu. Mungkin aku ingin nampak seperti pangeran kecil seperti yang ada dalam “Le Petit Prince” nya Antoine Marie Roger de Saint Exupery. Orang Perancis ini selalu membuat aq bersemangat muda,, dan optimis……. “Pandanglah langit, tanyalah dirimu sendiri, sudahkah si biri-biri memakan bunga atau belum? Dan akan kaulihat, betapa segalanya berubah……..”. Begitu ekspresifnya orang Perancis itu.

Di kelompok-kelompok peternak itulah, kami akhirnya banyak mengenal orang dan kita bisa saling berdiskusi. Banyak sekali masalah yang sebenarnya harus didiskusikan dengan pengurus koperasi. Tapi,, mungkin sulit untuk dicarikan pemecahannya dengan cepat. Di TPK aku kenal p mamat, seorang pencatat dan pengawas yang mau berbagi pengalaman. Kami juga mengamati apa aja sih yang dilakukan di TPK. Wah ternyata macam-macam deh. Mulai menampung susu, pelayanan pembagian beras, layanan R/C, pembelian vaselin, mineral, milkcan dan lain2. Masalah disini juga cukup kompleks?? Benar kata Plato: “ kemenangan yang pertama dan yang terbaik adalah menaklukan diri sendiri”. Salah satu kelemahan mendasar orang kita adalah semaunya sendiri, susah diatur. Begitulah situasi sehari hari di TPK Pintu?

Penampungan susu biasanya dilakukan pagi hari dari jam 05.00 – 05.30 dan sore hari pkl 16.15 – 16.45. Klo pagi hari biasanya TPK Pintu menampung 2100 – 2500 liter dan klo sore lebih dikit yaitu 1800 sd 2100 liter. Truk tanki tersebut menempuh rute berturut-turut dari trayek satu yaitu daerah Baru Ibun, disitu ada kelompok 1 sd 4, kemudian truk tanki menuju trayek 2 yaitu di daerah Pintu yang merupakan kelompok 5 sd 8 dan kemudian terus k Komda Citere, disana ada 6 kelompok klo ngga salah.

Pagi selesai setor susu, biasanya para peternak pada antri pembagian konsentrat R/C, yaitu pada pkl 06.00 sd 06.30 an. Layanan konsentrat biasanya dilakukan 4 hari 1 kali, penagihan sudah dipotong melalui pemotongan produksi. 1 ekor sapi mendapat 1 karung konsentrat sebanyak 48 kg. Nah klo beras, jadwal pembagiannya adalah tgl 1, penagihannya juga dilakukan melalui potongan produksi susu.

Kami kadang ke MT (Milk Treatment) untuk melakukan pengujian kualitas susu. Di MT tersebut, dengan menggunakan milk analizer: 1 sampel hanya memerlukan waktu kurang lebih 25 detik untuk dapat mengamati persentase fat, SNF, protein, lactosa, added water, density, solid dll. Selain itu kami juga diskusi dengan penanggung jawab MT tentang kualitas susu.

30 hari PKL di Pintu Pangalengan. Aku dan ke 4 temanku yang lain serasa seperti mengikuti petualangan si Edward Tulane dalam “the Miraculous Journey of Edward”. Kate DiCamillo benar ketika mengatakan dalam suatu perjalanan qt akan jadi tahu bahwa hati yang paling rapuh sekalipun dapat belajar menyayangi, kehilangan dan menyenangi lagi. Dan di Pintu, ………… setidaknya aku pernah belajar tentang arti hidup di perkampungan nan padat.

Posted in Pangalengan.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.