Skip to content


Ia yang tidak patuh pada dirinya sendiri akan diperintah

g7.jpeg

Jika ada lagu yang paling sering aku dengarkan pastinya adalah: The Carnival is Over, Changing Partners dan Tennesse Waltz. Lagu yang disenandungkan oleh The Seekers dan Patti Page itu tidak hanya sekedar menemani menyelusuri malam2 panjang namun juga membantuku menggali ilham dan mencari inspirasi. Dibutuhkan ‘teman’ ekstra sekedar untuk menahan rasa ngantuk. Setiap era memiliki metaphor tersendiri yang kadang sulit untuk dijelaskan dan juga sekedar untuk menghentikannya. Itulah yang membuat aku menyenangi lagu2 lama.

Aku sering diingatkan perlunya merubah kebiasaan begadang di waktu malam. Katanya kurang baik bagi kesehatan. Saya paham arti sebuah kesehatan dan pentingnya menjaga harmonisasi fungsi anatomi dan fisiologi. Bahkan aku menempel sebuah tulisan Nietzsche: “ia yang tidak patuh pada dirinya sendiri akan diperintah” persis di depan tempat meja belajar.

Banyak orang tidak memiliki cara untuk memanfaatkan waktu. Menikmati detik2 malam hari sambil berpikir adalah hal yang lazim kita lakukan. Walaupun kadang2 “waktu” terasa lewat begitu saja tanpa suatu hasil. Namun seiring dengan waktu, seseorang akan menyadari begitu pentingnya arti waktu sehingga memanfaatkan dan mengoptimalkannya adalah suatu keharusan. Satu hal yang membuat seseorang lebih senang menikmati kehidupan malam sambil mendengarkan lagu2 yang mengingatkan memori terdahulu adalah otak yang susah untuk diajak istirahat. Kata Hippocrates:… ..dan hanya otak yang bertanggungjawab pada semua kesenangan dan kebahagiaan, rasa sakit dan kesedihan”. Di sinilah pada akhirnya kita menempatkan kebijaksanaan, pemahaman dan pengetahuan tentang perbedaan antara baik dan buruk.

Diskusi sepanjang hari ini yang sangat intens di Ditjen Peternakan Jakarta dengan teman2 IPB, Unsoed dan lainnya baru berakhir pada pukul 19 malam tadi. Diskusi barusan tidak mudah untuk dihapuskan begitu saja dari memoriku. Apalagi di tengah diskusi aku masih kepikiran terus dengan kuliah dan praktikum Mankester hari ini yang terpaksa digantikan oleh teman2. Jujur, untuk waktu sekarang ini aku lebih menikmati kuliah, praktikum dan diskusi dengan teman2 mahasiswa. Besok masih ada 1 kelas yang akan praktikum Mankester. Itulah yang membuat aku walaupun malam ini lumayan cape tapi aku sempatkan untuk persiapan praktikum besok pagi. Aku juga baca2 email yang masuk dan mengevaluasi hal-hal apa saja yang belum aku sempat aku kerjakan. Ternyata aku banyak hutang pekerjaan pada teman2. Inseminasi Buatan di Sukabumi, evaluasi dan merancang ransum makanan ternak di sebuah peternakan sapi potong di Skbm juga, Roadmap P2HP, PR tentang ontology rusa di Indonesia dan lain-lain. Wah waah, ternyata tidak enak dan tidak nyaman juga membuat janji yang belum dapat ditepati. Tak mudah menyembunyikan diri di sebuah ruang dan waktu. Apalagi bagi mereka yang tak terlalu pandai menyiasatinya.

Jika hidup adalah suatu pilihan dan kehidupan adalah sebuah proses, aku sebenarnya tak terlalu banyak memiliki kapasitas dan waktu untuk menelaahnya. Sisi lainlah yang sering menjadi masalah. Aku kadang lupa bahwa prioritas adalah sesuatu yang mutlak. Cukup banyak yang membantuku memberikan penjelasan tentang sebuah masalah tapi kebanyakan tak cukup lengkap dalam memaknainya. Mungkinkah aku terlalu larut dalam intuisi internal dan mulai melupakan sisi perifer, semoga waktu yang akan menjawab secepatnya?. Aku belum melupakan kata2 bersayap seseorang: ”Jangan menerima dengan apa adanya kesenangan terkecil yang diberikan oleh kehidupan, seberapa pun hebatnya”.

Dalam sebuah cerita, Saiful Islam pernah ditanya, apakah Imam Hasan Al Banna suka mengistimewakan dirinya dihadapan guru karena ia adalah anak seorang tokoh masyarakat? Saiful Islam menjawab.” Ayah selalu melatih dan mendidik kami untuk merdeka dan bersandar pada diri kami sendiri, bukan pada orang lain sehingga kami memiliki pribadi yang kuat. Salah satu aqidah yang perlu dipelajari adalah:”Hati-hatilah jangan sampai engkau menganggap ayahmu bermanfaat untuk di akhirat kelak”. Mereka benar, kita mesti jadi diri sendiri. Tidak menjadi bayang-bayang walaupun itu menyangkut orang2 yang kita sayangi dan hormati.

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.