Skip to content


Ide, persepsi, fakta dan harapan ada dalam ingatan itu

beau1.jpg
Tak selamanya malam jum’at membuat seseorang harus berdiam diri di rumah untuk berdoa, merenung, dan melakukan kontemplasi. Nama hari seringkali menjadi salah satu penentu kemana arah dan langkah apa yang mesti dikerjakan. Dan, waktu menjadi begitu penting untuk diperhitungkan. Termasuk hari ini, malam jumat kliwon yang kata orang jawa adalah salah satu malam yang dikeramatkan.

Namun bagi seorang inseminator seperti aku, hari dan waktu tidaklah terlalu penting dan agak kurang berarti. Setidaknya itulah yang aku alami. Setiap saat dan sewaktu-waktu para peternak bisa membangunkan aku dari tempat dudukku, dari tempat tidurku, dari lamunanku, bahkan saat aku gembira dan saat aku sedih. Peternak adalah sesosok manusia yang benar2 menguasaiku selain Tuhan dan orangtuaku. Aku tak kuasa menolaknya. Dering SMS adalah nada yang aku senangi dan sekaligus aku benci.

Malam ini seorang peternak mengirim SMS dan itu bisa berarti menyuruhku, setengah memaksa datang untuk menengok sapinya yang sakit. Walaupun peternak disini sebetulnya sudah cukup cerdas untuk memilah-milah jenis penyakit yang bisa ditunda untuk diobati dan mana yang perlu segera ditangani namun ada saja peternak yang kurang memiliki tenggangrasa, dan bagi aku SMS peternak adalah perintah untuk datang.

Fraktur atau patah tulang adalah penyakit yang memang harus segera ditangani dengan segera. Tapi fraktur pada sapi perah?. Aku rasa yang namanya sapi perah adalah makhluk Tuhan yang paling penurut. Jarang bepergian kemana-mana, 90 persen waktu hidupnya dia habiskan di kandang berukuran 1,4 x 2 meter. Jadi secara diam-diam dalam hati aku menyebutnya sebagai makhluk “bodoh”, diberi apapun ditelan dan tak pernah protes. Kalaupun akhirnya mau memberontak, paling hanya sekedar menyepak, melenguh, menggerakkan kepala dan mengibas-ngibaskan ekornya. Itulah sebabnya aku agak heran, ada sapi perah mengalami fraktur tulang, mungkinkah sapi itu sedang berolah raga, lari-lari atau adu ketangkasan dan tiba-tiba jatuh, terkilir?.

Tapi seringkali kandang dan lingkungan kandang adalah salah satu predisposisi penyebab fraktur. Namanya juga ternak kadang tidak terlalu awas dan waspada dengan bahaya terperosok. Jangankan ternak, teman saya yang sekarang menjadi dosen dan sudah menjadi profesor pun pernah kakinya berdarah-darah karena salah satu kakinya tersandung, terperosok kemudian jatuh kena batu hanya karena lalai, saking keasyikan melihat barang dagangan di sebuah pasar tradisional. Pernah juga saya membantu menangani seekor pedet yang terperosok masuk ke dalam sumur. Tapi kalau pedet okelah, sangat aktif kadang sering kurang kontrol lari kesana kemari.

Menangani kasus fraktur di lapangan tentu tak semudah yang kita bayangkan. Kadang-kadang bukan frakturnya yang berbahaya namun efek sampingnya seperti infeksi, stress dan lainnya. Pisau bedah, scalpel, pinset, antibiotika, antiseptika, vitamin, biosolamin, salep, benang cat gut, wah ngga’ cukup. Anastesi, sedative, transquiliser, pin sudah hampir dua bulan ini aku ngga punya. Dan harganya mahal, ngga’ terjangkau?.

Selepas menangani fraktur tulang sapi milik Pak Yayat di daerah Mekarsari, Sukapura aku sempat mampir ke pasar Cibeureum, sekedar menikmati sate kambing di warung pak haji Dadang. Makan di sini tentu tidak gratis, berbeda kalau sedang menangani kasus di tempat peternak. Tepat di depan warung di sebelah jalan, secara ngga’ sadar mata aku tertarik pada seorang penjual batagor. Woow, cukup lama juga penjual batagor itu bertahan. Beberapa tahun yang lalu aku bersama temanku seorang mahasiswa aku pernah membeli 12 bungkus batagor sekedar untuk kawan-kawanku di Goha. Mungkin berbeda dengan batagor di kota Bandung, disini batagornya lebih banyak acinya. Di sebelah penjual batagor juga masih ada seorang ibu [dulu masih remaja waktu aku lihat pertama kali] dan sekarang masih setia menjual baju anak-anak.

Setiap kali melewati Goha aku selalu teringat, kami dulu pernah memiliki beberapa sahabat. Aku sempat bertanya-tanya apa arti seorang sahabat, dan sampai sekarang aku belum bisa mendefinisikan secara tepat. Ide, persepsi, fakta dan harapan ada dalam ingatan itu. Namun sampai disini aku yakin bahwa waktu sebenarnya sangatlah begitu berarti. Seorang inseminator mestinya juga mengingat hari dan waktu.

Posted in diary inseminator.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.