Skip to content


Merekalah ikatan yang sebenarnya

I feel such a connection, Even when you’re far away
I’ll be the loyalty you need, You can trust me!

1545026701_bd905ecaf3.jpg
Aku tak pernah memimpikan, bahwa pada akhirnya masa depanku akan ditentukan oleh sebuah ikatan bathin. Bahkan masa depan yang tumbuh dari sebuah tempat yang sepi itu terjadi tanpa sebuah rancangan yang disusun secara tidak sistematis. Ikatan itu terjadi begitu saja tanpa ada yang mengerti darimana dan kapan proses itu berlangsung. Dan kalaupun sekarang bangunan itu semakin berbentuk namun tak seindah istana dan sekokoh benteng walaupun ada tali perekat yang sangat kuat. Dengan berlalunya waktu, aku kira akan semakin banyak ligamentum yang membantu memperkuat jaringan, dan sementara ini aku sudah menemukan format dan sistem yang aku cari. Sistem ini aku yakini akan bertahan cukup lama, dan semoga akan selamanya.

Aku sedang membayangkan dan mencerna ikatan antara tempat aku bekerja, orang-orang didalamnya, para peternak, masyarakat, anak2 dan tentu saja teman-temanku yang jumlahnya mendekati 4000 ekor sapi di Pangalengan Timur. Merekalah ikatan yang sebenarnya. Dan karena cinta berawal dari sebuah ikatan, aku tak hendak menguraikannya terlalu cepat.

Tadi pagi di Rawasari Citawa, aku mengajarkan sisi lain reproduksi, aku tidak melakukan kegiatan yang terkait dengan kesehatan reproduksi ternak namun memberi semacam pelatihan atau lebih tepatnya pendampingan tentang analisis usaha pemeliharaan sapi perah. Walaupun para peternak di Pangalengan sudah berorientasi bisnis namun mendapatkan keuntungan yang optimal dari penggunaan investasi atau biaya yang minimal tetap harus dipelajari. Peternak harus terus dibiasakan melakukan analisis ekonomi. Untuk menganalisis suatu usaha ada beberapa teknik yang perlu dilakukan yaitu mengamati dan menghitung, terutama yang terkait dengan efisiensi produksi dan efisiensi ekonomi.

Petenak di sini sering kurang menyadari pentingnya mengetahui biaya riil, biaya nyata atau real cost seperti harga ternak, nilai pakan, nilai obat termasuk desinfektan dan sebagainya, biaya listrik, biaya alat atau bahan habis, air, bahan bakar, biaya pemeliharaan kandang, alat dan bahan, tenaga kerja, sewa lahan, bunga kredit dan cicilan, dan lain-lainnya. Peternak mesti menghitung calculated cost, biaya2 yang dalam perhitungan sebenarnya tidak pernah dikeluarkan tetapi secara komersial harus diperhitungkan dalam analisisnya. Dengan begitu, nantinya peternak dapat mengetahui total biaya bersih. Peternak mesti paham mengenai pendapatan dan bagaimana menentukan tingkat efisiensi usaha.

Selain diskusi tentang analisis usaha, hari ini aku dan peternak di Citawa juga mengingat lagi bagaimana cara pembuatan hay, amoniasi, dan silase. Sayang tidak banyak peternak yang dapat mengikuti kegiatan karena pada pagi hari mereka kebanyakan harus mencari rumput atau ngarit. Namun aku berharap para peternak yang sempat mengikuti kegiatan dapat menularkan pengetahuan dan keterampilannya pada peternak lainnya.

Besok, pelatihan akan dilanjutkan dengan materi tentang kesehatan reproduksi. Khususnya tentang birahi, siklus estrus dan penanganan pasca kelahiran. Aku tentu harus membatasi dan menentukan materi yang tepat untuk mereka. Karena walaupun aku paham tentang sinkronisasi estrus baik dengan memperpanjang maupun mempercepat siklus birahi tapi rasanya lebih baik jika peternak tidak diberi materi yang saya yakin peternak disini siap melakukannya. Ada sih peternak yang tahu tentang progesteron, FGA (flourogeston acetat) atau MAP (medroxy progesterone acetat), bahkan tahu tentang prostaglandin dan OB [oestradiol benzoate] yang sering digunakan untuk mempercepat siklus birahi. Mungkin peternak tersebut sering baca-baca buku tentang reproduksi.

Kesehatan reproduksi ternak sangat tergantung pada faktor-faktor produksi. Jadi seorang peternak pada dasarnya harus tahu segalanya tentang usaha peternakan dari a sampai z. Dengan begitu, untuk menjadi seorang peternak sebenarnya cinta sama sapi perah saja belumlah cukup, harus paham professional skill, kata orang. Aku senang dengan pelatihan dan pendampingan karena selain menularkan skill, kegiatan seperti itu menjadi wahana tali silaturahmi antara aku dengan para peternak. Banyak mimpi dan keinginan yang ingin aku lakukan untuk para peternak. Sebagian sudah aku laksanakan namun banyak yang masih terpendam dalam hati dan juga tersimpan sebagai memori di neuron. Aku tahu banyak keterbatasan dan kendala, namun kalaupun tidak dapat aku lakukan sendiri, aku yakin suatu saat akan ada orang lain yang memiliki impian sama dengan aku. Semoga!

Posted in diary inseminator.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.