Skip to content


Semoga kelak mereka menjadi makhluk2 produktif

aq.jpg
A farmer’s daughter had been out to milk the cows, and was returning to the dairy carrying her pail of milk upon her head. As she walked along, she fell a-musing after this fashion: “The milk in this pail will provide me with cream, which I will make into butter and take to market to sell. With the money I will buy a number of eggs, and these, when hatched, will produce chickens, and by and by I shall have quite a large poultry-yard. Then I shall sell some of my fowls, and with the money which they will bring in I will buy myself a new gown, which I shall wear when I go to the fair; and all the young fellows will admire it, and come and make love to me, but I shall toss my head and have nothing to say to them.” Forgetting all about the pail, and suiting the action to the word, she tossed her head. Down went the pail, all the milk was spilled, and all her fine castles in the air vanished in a moment!

Aku menyenangi fabel2 lama salah satunya adalah THE MILKMAID AND HER PAIL yang ada dalam Aesop’s Fables. Kesimpulan fabel di atas katanya adalah: Do not count your chickens before they are hatched.

Memiliki cita2 dan suatu keinginan sesungguhnya adalah hal yang sangat manusiawi. Cita-cita diperlukan untuk memelihara sebuah semangat, sebagai petunjuk atau arah hidup agar kita tidak tersesat. Cita2 lebih dekat dengan prinsip-prinsip kehidupan yang mesti kita lalui dan jalankan, sedangkan keinginan barangkali hanyalah bagian dari cita2 yang tidak terlalu urgent tapi tetap dianggap perlu agar hidup ini berjalan dengan sewajarnya, dan ada tantangan.

Kadang cita2 dan keinginan tak selalu berjalan seiring. Keinginan seringkali bahkan melebihi sebuah cita2. Jika berhasil mungkin adalah sesuatu yang baik. Karena banyak orang yang tak memiliki cita2 namun sebenarnya kaya dengan keinginan. Mirip orang yang berpendapat bahwa outcome jauh lebih penting dibandingkan output. Kenapa kita cape2 memelihara ternak jika dampaknya tak terasa. Apa gunanya setiap hari naik gunung turun gunung, bangun sebelum shubuh dan jika perlu malam hari tidak tidur memikirkan sapi yang ambingnya tak lagi mengeluarkan air susu? Dan apalagi bagi mereka para peternak yang untuk memenuhi kebutuhan dasarnya bahkan saja tidak mampu.

Orang bisa saja berdebat menganalisis kenapa orang beternak sapi perah atau memelihara ayam kampung. Tak adakah pekerjaan lain?. Dan, banyak yang tak mengerti bagaimana seorang peternak yang hanya memiliki 2 ekor sapi mampu menghidupi keluarganya?. Sangat susah menjawab pertanyaan kenapa dan mengapa. Itulah yang sebisa mungkin ingin aku hindari. Peternak pasti memiliki cita2 dan keinginan. Dan aku pun juga memiliki cita2 dan keinginan tapi bagaimana agar cita2 dan keinginanku tidak terasa absurd. Aku sebenarnya sudah memiliki daftar panjang yang harus aku kerjakan untuk merealisasikan cita2 dan keinginan itu. Itulah yang menyebabkan aku kadang sampai melupakan hari. Hari2ku terbenam oleh cita2 dan keinginan yang semoga saja tidak absurd.

Hari ini aku sedang duduk di atas panggung didampingi seorang mahasiswi yang sedang membacakan kurikulum vitae aku. Dihadapanku duduk dengan manis, anak laki2 duduk disayap sebelah kiri sedangkan anak2 perempuan duduk disayap sebelah kanan. Mereka adalah mahasiswa2 baru yang sebentar lagi akan mendengarkan ceramah tentang keprofesian. Topik seminar hari ini adalah mengenai Penyakit pada unggas!

Berhadapan dengan mahasiswa baru tentu ibarat bersentuhan dengan sebuah keinginan dan cita2 luhur. Di depanku setidaknya ada 200 an cita2 karena setiap kepala setidaknya memiliki sebuah cita dan banyak keinginan. Aku hanya berharap semoga diantara mereka kelak ada yang meneruskan cita2 dan keinginanku yang sampai detik ini belum juga kesampaian: berpartisipasi membangun peternakan rakyat yang tangguh!.

Posted in Pendidikan.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.