Skip to content


sesuatu yang tertinggal

fgt.jpg
sesuatu yang tertinggal
13 Agustus 2007

Sebuah periode telah kami lewati, dan setiap jengkal waktu tentu memiliki makna yang berbeda.
From: +628562438….
Date: 08-08-2007 Time: 4:15:01 PM
Pa,punten td g kd angkat td kita2 k citere dulu, nyari strawberi.sekarang otw pulang,bapa dan yg lain udah nyampe mana?

Jarak Pangalengan – Bandung sebenarnya tidak terlalu jauh,
apalagi sepanjang ke Bandung, jalannya terus menurun.
Tapi hati aq selalu agak deg2 an, serasa ada sesuatu yang tertinggal
manakala aq semakin menjauhi Pangalengan.
Menjelang maghrib kami sudah sampai di rumah. Alhamdulillah tidak ada hambatan di jalan. Dan anak2 mahasiswa???

From: +628562405….
Date: 08-08-2007 Time: 5:39:30 PM
Bapa kt msh otw..d buah baTu..mu nganter2 dL yg org bdg..hwehehe.. AlhmduLiLah bApa ud nympe..met istrht y pa..jngn lupa makan y pa.

30 hari di Pangalengan mungkin bukanlah sekedar menghabiskan menit2 dan detik yang penuh cerita. Ada harapan yang belum kesampaian, ada keinginan yang belum terwujud, ada impian yang ternyata sangat utopis. Namun mungkinkah sebuah kenangan dapat menjadi sebuah awal untuk semangat pembaharuan jiwa? Ataukah sebaliknya merupakan waktu2 terbuang yang membuat hari2 semakin serasa panjang?. Setiap perubahan mungkin menyisakan kenangan. Semoga kenangan itu semakin membuat qt semakin arif.

Date: 08-08-2007.
Malam ini pikiranku berkelana dan bergerak kemana-mana,, penyakit lamaku kambuh, yaitu insomnia, sulit tidur.
Suasana ba’da shubuh di TPK Cipanas, Makan sore di Situ Cileunca, perjalanan malam2 panjang di tengah kebun teh Pangkalan, dan suara adzan di Cisangkuy bercampur aduk dengan keramaian Night Bazar Bangkok dan candaan gajah nan pandai di Ayutthaya Thailand.
Lantunan Tennessee Waltz nya Patti Page menggoda pikiranku. Intonasi dan musik Redd Stewart and Pee Wee King itu makin menghipnotisku masuk dalam perangkap lamunan yang berkepanjangan. Pangalengan telah mencuri hatiku dan bayangan kawan2 PKL menambah “penderitaan” itu. Sungguh, Aq tak ingin kawan2 baru membuatku lupa pada kawan2 lamaku.

Segala sesuatu pasti ada akhirnya, begitu salah satu judul fabel Nouvelle Histoires d’Animaux yang diceritakan oleh Anne-Marie Dalmais. Fabel lama itu menceritakan sbb:

Seekor marmot kecil asyik bermain di tepi pantai. Dia sedang membangun istana pasir, lengkap dengan jembatan, lubang-lubang untuk menembak dan jembatan yang bisa diangkat. Nah, sekarang istananya selesai. Bagus sekali!.

Marmot kecil itu bertepuk tangan kegirangan, sambil meloncat-loncat mengelilingi istananya. Tiba-tiba datang ombak besar. Dalam sekejap saja istana yang sudah dibuatnya dengan susah payah itu hancur berantakan.

Marmot kecil menangis. Kakinya menghentak-hentak karena jengkel. Tapi tak ada gunanya. Istananya tak akan kembali.

Seekor burung camar kasihan melihatnya. “jangan bersedih, marmot kecil,” katanya, “Segala sesuatu pasti ada akhirnya. Besok pagi kau bisa membangun istana pasir lagi”

Benar, segala sesuatu pasti ada akhirnya. Esok masih ada hari yang semoga tak kalah indahnya dengan hari-hari ini. Orang boleh datang dan dapat pergi namun kenangan akan tetap melekat di lubuk hati.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.