Skip to content


Ketika Cuaca Menjadi Eungab Pisan

cimg1391.jpg
Ketika Cuaca Menjadi Eungab Pisan
30 Juli 2007

From: +62856244….
Date: 14-07-2007 Time: 9:59:12 PM
Ih bapa ky bkn org indonesia aja.Masa g tau klo timnas indonesia sdng bjuang melawan arab d piala asia.Mana kalah lg pa..2-1 jd pada ilang nafsu makan deh.Skrg smuanya dah pndah lg k cimaung 2 pd tidur d rmh p didin,, pa doain kita biar programnya manfaat

Anak2 Los Cimaung kayaknya sedang asyik nonton pertandingan sepakbola Piala Asia di TV. Sebenarnya nonton bola tuh seru banget apalagi kalau sambil menyantap pisang goreng dan segelas susu hangat. Tapi menonton TV di rumah mungkin merupakan kemewahan yang qt peroleh. Jika memang ada waktu, ada baiknya kita menikmati hiburan itu di rumah. Daripada keluyuran ngga tentu arah dan rimbanya. Aq ngga tahu berapa waktunya, tapi menurut survey, orang2 menghabiskan waktunya 2,5 jam setiap harinya untuk nonton TV? Aq ngga paham mana yang lebih penting kegiatan outdoor atau indoor, tapi memang harus ada keseimbangan. Jiwa dan raga, otak dan otot, perlu pengayaan yang sama pentingnya.

Keputusan ke enam untuk suatu kesuksesan adalah: Saya akan menyambut hari ini dengan semangat memaafkan. Petuah itu ada di halaman 124, Aq sedang membaca the traveler’s gift nya Andy Andrews. Dan aq cukup paham kalimat2 berikutnya. Dengan tindakan sederhana untuk memberikan maaf, saya membebaskan kejahatan dimana saya tidak bisa berbuat apa-apa dan saya menciptakan hati yang baru di dalam diri saya sendiri, untuk sebuah awal baru. Kritik adalah bagian dari harga yang harus dibayar untuk melompat melewati kelemahan.
Menjelang akhir PKL pikiran aq cenderung ingin sekali flashback, mengingat masa awal seringkali membuat geli. Bayangkan walaupun sudah memasuki hari ke enam di pangalengan, anak2 masih mencari2 program yang tepat dan bagaimana metode untuk dapat menjalankan kegiatan tsb agar dapat efektif dan efisien. Ternyata memang tidak mudah untuk membuat program. Mungkin itu yang menyebabkan, ketika ada acara sepakbola yang melibatkan timnas di tv, maka munculah pembenaran untuk melepaskan ketegangan. Gitu aja koq repot2 kata Gus Dur, lebih enak nonton bola sambil dengerin “Red River Rock” daripada cape2 mikirin program.

Tidak banyak orang yang lebih memikirkan kegundahan dibanding kesenangan, dan sedikit orang yang memikirkan kebencian dibandingkan memaafkan. Itulah yang membuat orang merasakan sebuah tempat yang lapang menjadi kelihatan lebih pengap dan rindangnya pepohonan menjadi begitu menakutkan,, semata-mata hanya karena mereka takut pada hantu penunggu pohon.

From: +62856240….
Date: 15-07-2007 Time: 10:54:45 AM
AmAaAn..dung pa,,hwehehe..
Kt lg diajak jLn2 niy ma pa mantri..mELihat2 Pmndangan yang indah..truz kt dkasiH mkn grts niy pa.hwehehe, Bp Lg ngap?bp jg amankah?:-)

Sebuah pepatah lama mengatakan: Emas dan kuningan tentu punya nilai yang berbeda. Tapi, apakah kemuliaan harus dinilai dari apa yang disandang keduanya? Apakah harga diri hanya ditunjukkan dari simbol-simbol yang tampak di luar? Sebab, kita sama-sama belajar dari pengrajin kuningan bahwa loyang kadang lebih bernilai dibanding logam mulia. Dan juga bahwa kemuliaan adalah buah dari ketekunan. Jelas bahwa mengukur kualitas itu tidak mudah. Persepsi dan pencitraan atas suatu nilai dan atau barang kadang diluar batas nalar. Rasa adalah sesuatu yang muncul dari persepsi. Kadang perasaan muncul bersamaan dengan karakter namun yang lebih sering terjadi adalah karakter nampak lebih dominan sehingga kadang kita mesti tenggang rasa untuk menilainya. Bukan karena simbol2 yang ada dalam rasa itu tidak lebih penting namun lebih karena tuntutan prioritas semata dan harga diri.

Karakter ibarat pohon, sesuatu yang nyata, dan ada di depan kita. Sementara reputasi itu ibarat bayangan hanya ada dalam pikiran [Abraham Lincoln, 1809-1865]. Orang optimis selalu nampak gembira, walaupun mungkin ia lebih sering ngutang di warung dan menikmati steak atau barbaque di cafe2 dengan kredit. Karakter dan reputasi tidak sekedar dinampakkan dengan penampilan.

Kata orang: Bahagia adalah udara. Kebahagiaan adalah aroma dari udara itu. Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada di dalam hati. Semakin kita mengejarnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauh dari kita. Semakin kita berusaha meraihnya, semakin pula kebahagiaan itu akan menjauhi. Jadi jika kebahagiaan kita temukan di tengah2 kebun teh, pematang2 kebun tomat, direriakan aliran sungai yang sudah nampak menghijau penuh dengan feses sapi, bahkan hanya karena lenguhan seekor sapi yang sedang laktasi, itu semua sama nilainya, sama maknanya dengan segelas kopi hangat dan sepotong roti keju sebagai peneman. Jadi, kenapa tidak kita nikmati saja hidup ini apa adanya. Dan seandainya hidup ini cukup panjang, kita juga harus membagi kebahagiaan itu dengan saudara, teman, dan ,,, [maaf lampu mati,,,kita terusin ntar klo listrik mengalir lagi,,].

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.