Skip to content


Ujung Genteng, Sukabumi Selatan

tegalbuleud2.jpg

Sebuah tempat tidak selalu memiliki arti mendalam
Kita mungkin puluhan, ratusan dan
bahkan ribuan kali melewati dan singgah di suatu tempat
namun mungkin serasa biasa2 saja.
Sebaliknya kadang walau hanya singgah satu atau dua kali,
tempat itu serasa istimewa.

Sebuah persinggahan mungkin mampu menyusup masuk, ke dalam relung2 hati
dibandingkan suatu rutinitas. Adilkah?
Mungkin tidak, karena hukum relativitaslah yang berlaku.
Rutinitas, suatu saat juga akan begitu sangat berarti manakala kita meninggalkannya.

Ujung Genteng, tempat yang cukup jauH menjadi serasa dekat dihati.
Perjalanan yang mengesankan,
menemui orang2 baik dan
ditemani teman2 baik
AdalaH berkat dan anugeraH
Yang membuat Ujung Genteng adalaH satu tempat yang begitu berarti.

[thx: pak didi seorang inseminator yang hari ini menemani kami melihaT dan berkenalan dengan para Peternak. Juga Anita dan Pungky yang takut ketika melewati jembatan bambu yang sempit dan rapuH. Bertemu dengan seorang petani tangguH, yang bertahan hidup mengumpulkan satu demi satu butiran kacang hijau sisa hasil panen orang lain walaupun usianya sudah mendekati 80 tahun. Berkenalan dengan orang2 jawa generasi ke 4 yang nenek moyangnya dulu tinggal di situ, membuat jalan pemerintah dan tidak pernaH bisa kembali pulang].

Posted in Refresh.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.