Skip to content


Pangalengan, We will CoMe Home

dwi011.jpg
Pangalengan
9 Juli 2007

Udara dingin terasa sangat menusuk sumsum tulang, bahkan sepotong breadtalk yang kukunyah pun, serasa hambar dan tak lagi enak untuk dinikmati.

Satu hal, yang membuat aq merasa agak teduh dan nyaman adalah perasaan, yaaa suasana hati pada sore hari ini sesungguhnya sangat menyenangkan. Kembali melakukan suatu pekerjaan di habitat asliku yaitu Pangalengan, dan melaksanakan program pendampingan kepada masyarakat adalah sesuatu yang mengasyikan.

Beberapa menit lagi kami sudah akan sampai di beranda depan TPK Pangkalan. Iya,, Pangkalan adalah sebuah tempat yang letaknya relatif terpencil di tengah perkebunan teh dan daerah yang relatif cukup tinggi. Pada sore hari ini Pangkalan cukup ramai,, anak2 kecil nampak riang, bersemangat, sebagian anak2 nampaknya hendak mengaji dan belajar di masjid. Sesuatu yang bagus, karena dulu pada usia seperti mereka aq lebih banyak main bentik, petak umpet, dan kadang main kelereng.

Tempat Pelayanan Koperasi (TPK) di Pangkalan jauh lebih anggun dan bersih,, itulah kesan yang kami peroleh pada saat mengamati secara seksama kondisi TPK Pangkalan. Setidaknya jauh lebih baik dibandingkan TPK2 lain di lingkungan KPBS Pangalengan. Dan tentunya sungguh menyenangkan melihat TPK yang lingkungannya begitu bersih.
Tepat pukul 15.45 [tanggal 9 Juli 2007], kami sudah berbincang akrab dengan Pak Ugun,, seorang peternak yang cukup tangguh diusianya yang relatif muda. Wajahnya tak setua yang kami bayangkan, dan tanpa perlu harus menyembunyikan perasaan, kami dapat segera menilai Pak Ugun adalah orang yang baik dan cocok untuk menjadi “pendamping” bagi teman2 yang sejak hari ini, dan selama sebulan ke depan melakukan tugas mulia yaitu,,,PKL Plus (Praktek Kerja lapangan bo !!).

From: +628562259…
Date: 09-07-2007 Time: 6:13:42 PM
Ass,pa makaciy ya uda di anter smpai tm4 pangkaln,dsni enk tm4nya keluarga pa ugun baik2 smua!rame bnyk ank kecil jd seru bgd pa!bapa plg y ati2 pa!

9 Jam yang lalu, aq masih ada di Gd 4 Lt 2 Fakultas Peternakan Jatinangor. Seperti biasa, paling lambat pukul 07.00 adalah target dimana aq harus sudah sampai di kampus. Pagi ini selasar gd. 4 masih cukup lengang, apalagi sekarang sedang musim liburan. Namun hari ini, adalah hari yang cukup istimewa. Kami akan memulai perjalanan baru yaitu melaksanakan program pendampingan “Peningkatan Kualitas Susu” di KPBS Pangalengan selama 1 bulan. Dan, tentunya aq selalu bersemangat bersama teman2 mahasiswa kembali ke desa.

Kami sebenarnya merencanakan jam 9 tepat sudah harus berangkat dari kampus, karena jam 11.00 kita sudah janji ada pertemuan dengan pihak pengurus KPBS,, tetapi,,, saya selalu harus ngelus dada kalau membicarakan tentang disiplin, taat waktu,, taat azas dan sejenisnya,, terlambat adalah kosa kata yang paling pahit yang harus selalu aku telan,, dan membuat dada aq agak nyesek. Untunglah terlambatnya ngga’ terlalu lama (cuman satu jam),, pukul 10 lebih dikit,, kami (dosen berlima dan 19 mahasiswa),,,,, otw,, , menuju Pangalengan.

Benar saja,, jam 12 an saat kami tiba di Pangalengan,, kami kehilangan kontak,, orang2 (koordinator atau Komda) yang seharusnya akan mengantarkan kami sampai ke lokasi udah pada kabur,, karena mereka khan juga harus bekerja,,,,ada yang harus mengobati sapi,, melakukan inseminasi buatan dsb.

Sambil mencari akal bagaimana caranya agar ada yang bisa mengantarkan kami ke tujuh lokasi,, kamipun makan siang dan diskusi serabutan,,, dan akhirnya pukul 14 an kami mulai meninggalkan kantor pusat KPBS untuk menuju lokasi masing2. P Hasan mengantarkan anak2 ke Cisangkuy,, P Hermawan mengantar anak2 ke Los Cimaung 1 dan 2,, P Jajang PD3 mengantar anak2 ke Citere dan Sukamenak dan aq sendiri mengantarkan anak2 kelompok Cipanas dan Pangkalan. Tentunya kami tidak sekedar mengantarkan mereka namun lebih dari itu, kami harus memastikan bahwa anak2 malam ini sudah mendapatkan tempat penginapan yang layak untuk 30 hari ke depan.

Ba’da maghrib aq dan teman2 dosen lainnya meninggalkan Pangalengan. Tentunya kami agak kurang sreg meninggalkan anak2 di lapangan namun bukankah proses pendewasaan akan memperkuat mereka,,, menjadi orang2 yang tangguh di lapangan nantinya. Sungguh tidak mudah mengantarkan seseorang menjadi lebih dewasa dalam segala hal. Itulah yang membuat kita dipaksa merenung memikirkannya. Tidak banyak kesempatan yang kita lakukan untuk mengantarkan mereka ke tujuan yang kita inginkan dan jika kesempatan yang ada itu kita sia-siakan, kepada siapa lagi kita harus mempertanggungjawabkan moral kita?.

Meninggalkan anak2 di lapangan tanpa kepastian tentu bukan hal yang baik. Dan, sialnya kami juga tidak dapat memastikan apakah mereka akan menikmati proses itu. Di lapangan, masalahnya sangat komplek bukan hanya masalah teknis namun juga krn perilaku sosial masyarakat. Walaupun aq tahu beberapa diantara mereka cukup bagus di kampus tapi itu tak menghilangkan kekhawatiran. Aq tidak tahu apakah itu bentuk suatu tanggung jawab moral atau hanya perasaan emosional semata namun yang pasti perasaan itu mengalir begitu saja.
Ada perasaan yang berbeda antara di kampus dan di lapangan. Di kampus, aq sebenarnya tidak terlalu “mengenal” betul beberapa teman2 mahasiswa yang mengikuti program ini. Namun bukan karena hal itu aq ingin membeda-bedakan. Mungkin kesempatan yang terbatas yang membuat qt tidak saling mengenal dengan baik. Pada dasarnya seseorang pasti memiliki kelebihan dan itu yang harus dioptimalkan. Dan, Pangalengan adalah salah satu wahana untuk menjalin tali silaturahim agar lebih baik dari sebelumnya.

From: +62818771…
Date: 09-07-2007 Time: 8:33:41 PM
Hiks..hiks..bapak..dingin bgt..udh bs pa byr……rebu/org/bln,kmahalan g? Sip.slm blk dr azis ma dewi..doain y pak biar btah.

From: +62813205…
Date: 09-07-2007 Time: 9:11:45 PM
Wass.alhamdulillah fanny,kiky,willy baek2 ajah,cman kedinginan ajah..dingin bgt pak.siap pak.bsok pagi ke TPK..

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.