Skip to content


Seandainya aq bisa merefresh di Cisangkuy

mel5.jpgcimg2592.jpg
Jarak antara Cisangkuy dan Citere tak terlalu jauh, paling hanya sekitar 10 menit dan bahkan kalau kita mau menggunakan ojeg akan bisa nyampai lebih cepat lagi. Daerahnya sangat padat,, bahkan aq rasa ngga terlalu berbeda dengan katakanlah daerah cibiru bandung. Sepanjang jalan, rumah berderet, berhimpitan, dan penuh dengan penduduk. Aq agak heran, kenapa di daerah yang secara geografis memiliki kemiringan yang lumayan tinggi ini dihuni banyak orang. Barangkali jawabannya adalah karena letaknya yang strategis sehingga akses ke kota pangalengan relatif bagus.

Satu lagi yang mendorong padatnya daerah cisangkuy adalah karena faktor geografisnya dengan wilayah lain. Agak jauh di sebelah selatan ada daerah yang namanya babakan kiara. Dahulu orang babakan kiara untuk dapat menjangkau kota pangalengan biasanya menggunakan jalan melingkar melalui Pintu kemudian turun ke citere sebelum sampai ke pangalengan atau kalau tidak dari babakan kiara menuju arah warnasari dulu menerobos pulosari untuk kemudian memutar menuju ke kota. Melalui Cisangkuy, orang babakan kiara dapat menjangkau kota karena jaraknya relatif lebih pendek.

Kira-kira delapan sampai sepuluh tahun yang lalu, jalan antara cisangkuy dan Citere masih penuh dengan kebun-kebun kol, kadang-kadang juga mereka tanami haramay, tomat dan lain-lain. Hari ini Aq memang masih bisa menemukannya tapi tak sebanyak lagi di waktu2 lalu. Waktu kadang memang kejam, dan dapat merubah segalanya.

Salah satu kebiasaan orang yang sedang menulis menggunakan komputer adalah merefresh, kadang mendefragmentasi, kemudian secara berkala menghapus isi recycle bin agar jalannya komputer tidak lelet. Hal itu pula yang kadang ingin aq lakukan pada saat tertentu manakala aq melakukan sesuatu aktivitas, bagaimana caranya agar ngga’ ada hambatan, agar kegiatan bisa berjalan sesuai tujuan dan dampak yang diharapkan benar2 tercapai. Kecepatan dan keakuratan adalah alat untuk mencapai produktivitas dan tentunya efisiensi.

Tentu tak ada hubungan langsung antara daerah cisangkuy dengan kebiasaan orang main komputer. Aq hanya ingin menggambarkan ruwetnya sebuah perspektif perubahan yang seandainya kita bisa merefresh sejenak aku ingin melakukannya karena perubahan seharusnya untuk tujuan dan arah yang lebih baik.

Hari ini aq, setelah melihat2 TPK Cipanas dan TPK Sukamenak bersama teman2 kami akan melihat2 TPK Cisangkuy dan rencananya akan menyambangi seorang peternak di daerah Cisangkuy tempat dimana anak pkl bermukim di sana selama sebulan. TPK Cisangkuy biasanya menerima susu dari para peternak dengan jadwal pada Pagi hari antara jam 05.48 sd 06.11 sedangkan kalau sore hari antara jam 17.07 sd 17.27. Kami hari ini ingin melihat suasana penampungan susu di sore hari.

Dari segi geografis dan lay out, TPK Cisangkuy relatif lebih baik dibandingkan dengan TPK Sukamenak dan TPK Cipanas. Letaknya bagus, tidak banyak kendaraan yang lalu lalang sehingga setidaknya tingkat polusinya rendah. Dan, tentang lapangan sepakbola yang ada di depannya, aq rasa tidak terlalu bermasalah.

Tempat anak2 pkl Cisangkuy sebenarnya lebih dekat ke arah Babakan Kiara dibandingkan ke arah Citere sehingga lumayan sepi, penduduknya relatif masih sedikit, tidak sepadat di daerah yang ke arah citere. Tempat anak2 ini dekat dengan TPK, kurang lebih 200 meter dari TPK. Tempatnya sangat nyaman, jauh dari keramaian bahkan cenderung sepi. Kecuali kalau sore hari, karena letaknya hanya 50 meter dari lapangan sepakbola suasana di sore hari lumayan ramai. Dan diantara rumah anak2 pkl dan lapangan bola ada kebun kol yang cukup luas sehingga jika kita berdiri disamping rumah p tjutju [pemilik rumah kost anak2], kita masih dapat melihat pemandangan yang luas dan lumayan bagus. Paling tidak dapat untuk cuci mata.

Aq tak dapat membayangkan apakah Fanny dan QQ berani melakukan sosialisasi dan penyuluhan malam hari di tempat yang sepi seperti itu, tapi mengingat disitu ada Willy, aq yakin mereka pasti mampu melaksanakannya. Bukankah sebuah keputusan kadang2 memerlukan keberanian, dan seringkali sebuah keputusan penting lahir dan mengawali langkah2 berikutnya yang mungkin sulit menjadi nampak lebih mudah.

Kira2 40 meter disamping kiri TPK Cisangkuy ada sebuah masjid yang bersih, disana Aq dan kawan2 melaksanakan sholat maghrib sebelum melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Aq tentu tak pernah meragukan kemampuan anak2 fapet khususnya kalau itu berkaitan dengan profesi atau keilmuan tapi aq kadang lebih takut dan sedikit pesimis dengan masalah lain, mampukah mereka beradaptasi dan bersosialisasi dengan masyarakat peternak?. Walaupun ada sedikit keraguan aq berusaha menepisnya, karena aq harus yakin,, mereka akan mampu menyelesaikan tugasnya. Sekarang kita baru mencukupi 30% susu dalam negeri,, yang laennya? Tentu saja dipenuhi dari impor. Semoga kelak (15 tahun lagi) ,, para mahasiswa ini membantu pemerintah (dan peternak), mencukupi setidaknya 80% produk susu harus dari dalam negeri.

Dua puluh lima tahun yang lalu aq pernah merasakannya:

Seharusnya aq mengerti,
tak ada yang mesti dan perlu aq khawatirkan
Secara moral jelas aq cukup paham
Tak mungkin mesti mempersiapkan secara sempurna,
Selalu saja perlu perubahan2 dan perbaikan2 dalam perjalanan.

Ya Tuhan,
Aq harus bisa lebih baik dan lebih baik lagi dari hari ini.
Aq tak ingin rumah yang kubangun nantinya adalah bangunan rapuh, yang mengingatkan aq pada ketidaksabaran
Aq masih ingin belajar dan mengenalmu lebih dekat.

Banyak hal yang bisa dikerjakan
Banyak hal yang belum dapat aq lakukan

Banyak hal yang telah terjadi
Banyak hal yang harus aq pelajari dan

Mungkin aq tak terlalu dekat sesuai harapanMu
Namun
Setidaknya aq masih mengenaliMu.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.