Skip to content


PERANAN DINAS PETERNAKAN DALAM PENGAMANAN SUMBERDAYA GENETIK UNGGAS LOKAL PASCA EPIDEMI AVIAN INFLUENZA

[makalah lengkapnya: dwicipto@unpad.ac.id]

I. PENDAHULUAN

Epidemi Avian Influenza (AI) atau flu burung di Indonesia telah memberikan perspektif dan kesadaran baru bagi kita khususnya dalam memandang peran pemerintah dan industri perunggasan nasional, dan secara spesifik mengenai (a) pengamanan sumberdaya genetik ternak lokal, (b) penguatan hubungan kelembagaan antara pemerintah, industri perunggasan dan masyarakat/konsumen, (c) pengembangan teknologi veteriner dalam memperkuat industri perunggasan dan (d) bagaimana mempersiapkan masyarakat menghadapi suatu kasus yang memiliki dampak sosiologis, psikologis dan ekonomis yang sangat luas. Kasus AI bahkan secara signifikan berimbas pada daya saing dan sistem ketahanan pangan nasional.

Ancaman Pandemi AI setidaknya merupakan momentum yang baik untuk melakukan retrospeksi dan kontemplasi tentang eksistensi kelembagaan pemerintah sesuai dengan perannya dalam pembangunan peternakan yaitu membina, mengatur dan mengawasi. Munculnya wacana yang mempermasalahkan peranserta, tugas dan tanggung jawab Dinas Peternakan dalam penanganan suatu kasus hendaknya disikapi dengan positip dan dalam semangat untuk upaya perbaikan ke dalam dan merancang sistem dan konsep pembangunan peternakan yang berkelanjutan bersama komponen-komponen peternakan lainnya seperti perguruan tinggi, NGO/LSM, dan kalangan industri peternakan.

Dari berbagai masalah krusial yang menyertai epidemi AI maka masalah yang cukup serius untuk ditelaah dan dikaji secara mendalam adalah ancaman AI terhadap pengamanan sumberdaya genetik unggas lokal.

Diversitas plasma nutfah ternak sangat penting untuk keberlanjutan pengembangan peternakan (sustainability). Sumberdaya genetik ternak lokal sangat penting untuk dipertahankan terutama karena faktor adaptasi terhadap penyakit, parasit, dan faktor pembatas lainnya. Pemanfaatan sumberdaya genetik ternak lokal memiliki peranan penting untuk menunjang sistem petanian berkelanjutan. Ternak-ternak yang telah lama didomestikasi di suatu daerah atau beradaptasi cukup lama di suatu daerah harus mendapat prioritas untuk dikembangkan lebih lanjut.

Posted in Pendidikan.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.