Skip to content


Perbedaan itu indah

citere_067.jpg

Sore hari pkl 16 an pada hari pertama PKL di Warnasari, aq dan kawan2 langsung mengamati situasi TPK Warnasari. Dalam hati aq memuji ketangguhan peternak di daerah ini. TPK warnasari menampung susu setidaknya dari 9 kelompok. Aq juga mengamati truk tangki yang membawa jerih payah peternak hari ini. Jarak kelihatannya jadi salah satu masalah rendahnya kualitas susu di sini. Wah, Bagaimana yaa upaya penanggulangannya dan apa yang bisa aq lakukan untuk membantu mereka??

Selama 1 bulan yang aq lihat adalah sapi perah, lingkungan peternakan, kehidupan peternak, TPK, dan MT. Tapi itu hanya bagian kecil yang kami amati selama kami ada di sana. Masyarakat peternak ternyata menyembunyikan berbagai hal yang .., tak mudah untuk diceritakan dan hanya bisa dirasakan. Namun orang2 seperti, p nonok, b lilis, p rukmana, p ayi, p dadang, p ajat, p yuyu wahyu,, p adi dll aq rasa adalah orang2 tangguh, merekalah sebenarnya yg secara langsung atau ngga’ langsung adalah manusia2 yang membantu program pemerintah secara riil. Merekalah orang2 yang harus dihargai,,, banting tulang dari pagi – malam dan tidak mengeluh,, setidaknya itu yang aq amati.

Dari TPK ke kel 2 atau 5 jaraknya lebih dari 2 km,, p cucu, p herman, p sobandi dkk senang2 saja menikmati hidup, mungkin juga karena tidak ada pilihan lain?? Tp lihatlah dalam perspektif kemanusiaan,. Aq rasa ada sesuatu yang salah dengan konsep berbangsa. Kondisi peternakan di sini harus segera diperbaiki,,, ditingkatkan. Bukan cuman ternaknya tp lebih dari itu peternaknya,, Disini, jauh dari gambaran seperti di buku2 yang diajarkan di kampus. Mana insentif bagi para peternak??

Aq hampir ngga percaya bahwa hari2 ini sebagian waktuku harus aq habiskan untuk melihat kandang yang kumuh, sapi yang kotor2, kotoran sapi yg baunya minta ampun, TPK yg aduhai jauh dari higienis? Tapi, dipikir2 lagi mungkin untuk itulah aq belajar. Mungkin benar kata p dwi, anak fapet harus pernah membaca buku:”if only they could talk” nya James Herriot. Seandainya mereka bisa bicara, adalah refleksi yang bagus, pelajaran yang berharga bagi kami calon2 sarjana peternakan.

Aq hanya dapat membayangkan, inikah medan pertempuranku di masa depan?, dimana segala-galanya dapat terjadi bahkan resiko kegagalan selalu menemani,,,. Sungguh amat memalukan,.. mungkin banyak peternak menganggap aq orang yang baik, bijak, berilmu.,,,, tapi aq khan juga berhadapan dengan sapi perah??? makhluk yang tak dapat berbicara,… yang mungkin menganggapku makhluk yang bebal,, mungkinkah mereka mentertawakan aq,,,?? itupun seandainya makhluk itu dapat tertawa?? Tapi baiklah,,,. Toh ini,,, masih bagian dari awal kehidupan..?

Di Warnasari aq dapat belajar tentang banyak hal.,, khususnya hidup bermasyarakat. Bagaimana melihat solusi dari suatu masalah atau tantangan,.,, dan apa respon teman2 tentang hal itu. Tidak semua ide untuk memecahkan masalah datang begitu saja sedangkan masalah silih datang ganti berganti bahkan tanpa mau memberitahu sebelumnya.? Ada 4 pilihan untuk menghadapi masalah yaitu lari dari masalah itu, melawan, melupakan dan atau mencoba menghadapi. Sayangnya,, sampai aq pulang aq tidak cukup konsisten untuk memberi solusi. Dan, untuk itulah aq mendapatkan pelajaran yang paling berharga.

Pemandangan di warnasari sangat indah, dari tempat aq menginap selama 1 bulan di sini aq cuman perlu melangkah ke depan kurang lebih 15 meter dan dari situ aq dapat melihat danau cileunca.. Tapi yang aq sukai disini adalah untaian tanaman kol, suara anak2 yang di sore dan malam hari mengaji di gedung TPA yang letaknya di depan TPK.

Tapi aq merasa,, 1 bulan di warnasari tentu tidak seperti cerita Despereaux Tilling, tikus kastil yang jatuh cinta pada musik, cerita2 dan putri bernama Pea. Di sini pastinya punya cerita yang mirip dengan Roscuro, kisah tikus got yang hidup dalam kegelapan atau kisah tentang Miggery Sow, seorang gadis berotak lamban yang memiliki satu harapan sederhana tapi mustahil.

Dan, aq meyakini apapun yang aq lihat, aq amati, dan aq rasakan disini,,.. kecuali form A sd D, indepth study dan laporan2?,,,.. biarlah hanya kami yang tahu.?

2 Agustus 2006:
Thx to program a3,,, para dosen yang mengantarkan kami sampai di ruang tamu ibu kost, yang membekali kami beras dan mie selama kami ada di warnasari selama 1 bulan dan sahabat2, yg memberi aq pelajaran berharga tentang hakikat persatuan, keteguhan dan juga arti suatu perbedaan.,,,,.

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.