Skip to content


Di Pintu Pangalengan, Aq juga belajar arti sebuah hidup

Di Pintu Pangalengan
citere_105.jpg

Bus sudah mendekati Ciparay,,,,.. ketika aq berusaha flashback kenapa aq ada disini. Kendaraan yang aq gunakan ini tidak ber ac., jalannya sudah agak berat,, mungkin udah cukup tua tergerus waktu. Klo ngga’ salah bus ini biasanya digunakan untuk route Cimahi – Cileunyi. So, bukan bus untuk luar kota. Tapi, masa bodohlah,,ngga’ perlu didiskusikan,, yang penting kami cukup enjoy menikmati perjalanan hari ini. Apalagi udara di bandung selatan sangat sejuk.

Tadinya Aq tidak tahu apa yang mesti aq kerjakan nantinya saat PKL di Pangalengan, tapi melalui penjelasan dari koordinator PKL dan dosen pengelola A3 akhirnya aq bisa sedikit lebih mengerti tentang tujuan PKL. Namun di lapangan, aq dkk sempat berpikir harus bagaimana memulainya? Bolak balik aq berusaha memahami form A, B, C dan D. Indepth study, cara ngisi buku harian??? Mana aq harus menyesuaikan dengan lingkungan yang benar2 baru,,,, yyyeahh.

Semoga aq disana ‘ngga ketemu Troll, Clabbert dan sejenisnya,, dan semoga aq bs ketemu phoenix atau mooncalf,, itu lho,,makhluk pemalu yang hanya keluar dari liangnya pada saat bulan purnama. [yaa jelas ngga’ akan ketemu lhah, itu khan cuman ada di buku “fantastic beasts & where to find them”. Newton Scamander cuman ngarang2 aja tentang hewan2 gaib dan aneh. Lagi pula ini khan abad 20 bukan abad 18].

Aq cukup bersemangat ketika tgl 4 Juli 2006 pkl 11.00 an akhirnya kami diterima pengurus KPBS. Setidaknya aq lihat banyak alumni di sana,,,, dan orang2nya kelihatannya cukup menyenangkan. Para pengurus menceritakan dengan runut berbagai permasalahan khususnya sapi perah dan kualitas susu di Pangalengan. It’s ok.,,, mungkin untuk itulah kami dikirim ke sini. Dalam hati aq berjanji, ingin memberikan yang terbaik yang aq miliki dan teman2???., aq yakin mereka pun demikian.

Tapi,,,,,, di hari pertama ini walaupun ngga’ sampai kelaparan, kami sempat terlunta-lunta di TPK Citere. Yaaah, sabaar deh demi masa depan,,,, Paaak Hasan,,,, kami harus nginap dimana malam ini???

Akhirnya, alhamdullilah pukul 15 an, ada yang mau menampung kami,,,, namanya p wasman, beliau ternyata ketua kelompok 8 di komda Pintu. Dan, selama 1 bulan inilah kami menumpang di rumah beliau,,,, dan kadang masak sendiri lho?? Beras dan Mie dari A3 ngga cukup p dwi????

Hari-hari berikutnya tugas kami adlh survei, berkenalan, mengamati, melihat, ngobrol, diskusi, evaluasi,, jalan2 dan sejenisnya ke peternak sekitar, TPK Pintu dan kadang2 ke MT, lihat tempat2 nyari rumput.

Jauh juga nyari rumputnya ,,,, kadang2 sampai ke perkebunan babakan tanara, 5 km dari tempat kami kost.

Kondisi cara pemerahan disini??:…kaya’nya mesti ditingkatkan, kondisi peternaknya ????: ……. wah mengenaskan??…. Kondisi lingkungan??: sama aja.. tapi harus dari mana mulainya,,, peran koperasi??? Bagaimana yahhh,, memulainya?? Kepalaku lumayan penat juga klo harus memecahkan semua masalah di sini. Tapi khan kami tidak dituntut untuk memberi semua solusi,, yang penting dapat mengidentifikasi masalah sudah cukup baik,,, begitu yaah?.,

Di depan, dekat tempat kami menginap ada semacam mushola, langgar kalau bahasa jawa atau surau kalau bahasa minang. Sebenarnya akan sangat menyenangkan kalau maghrib atau bada isya’ begini qt dapat mendengar orang melantunkan barzanji,, Tapi selama 1 bulan di sini, aq ngga’ pernah dengar orang melantunkan lagu rekby, hejaz atau masyry. Zaman memang sudah berubah, namun demikian alhamdulillah kadang2 dari rumah sebelah aq masih mendengar teteh2 melantunkan ayat2 suci Al Qur’an. Duuhhh merdunya,,

Ketika hari pertama kami datang masyarakat di sekitar aq tinggal, kelihatannya mereka tidak begitu pedulian, tapi melihat cara mereka memandang,, aq merasa itu cuman masalah waktu saja. Dan, memang tidak perlu waktu lama, ternyata mereka sama seperti masyarakat sunda umumnya,someah, hade tata jeung basa, hade kadulur jeung kabatur.

Waktu masih kecil aq sudah sering diceritain tentang fabel yunani kuno, Aesop: yang terkenal salah satunya adalah, “the lion and the three bulls”. Iyaaa, cerita itu mengingatkan aq bahwa komunikasi dan persatuan adalah kunci keberhasilan suatu program. Tapi aq tidak ingin menjadi singa yang memperdayai 3 ekor kerbau tolol yang egois. Kita mesti tahu karakter orang2 yang mungkin akan bersama kita untuk kurun waktu tertentu. Mungkin aq ingin nampak seperti pangeran kecil seperti yang ada dalam “Le Petit Prince” nya Antoine Marie Roger de Saint Exupery. Orang Perancis ini selalu membuat aq bersemangat muda,, dan optimis……. “Pandanglah langit, tanyalah dirimu sendiri, sudahkah si biri-biri memakan bunga atau belum? Dan akan kaulihat, betapa segalanya berubah……..”. Begitu ekspresifnya orang Perancis itu.

Di kelompok2 peternak itulah, aq akhirnya banyak mengenal orang dan kita bisa saling berdiskusi. Banyak sekali masalah yang sebenarnya harus didiskusikan dengan pengurus koperasi. Tapi,, mungkin sulit untuk dicarikan pemecahannya dengan cepat. Di TPK aq kenal p mamat, seorang pencatat dan pengawas yang mau berbagi pengalaman. Kami juga mengamati apa aja sih yang dilakukan di TPK,,, wah ternyata macam2 deh. Mulai nampung susu, pelayanan pembagian beras, layanan R/C, pembelian vaselin, mineral, milkcan dan lain2. Masalah disini juga cukup kompleks?? Benar kata Plato: “ kemenangan yang pertama dan yang terbaik adalah menaklukan diri sendiri”. Salah satu kelemahan mendasar orang kita adalah semaunya sendiri, susah diatur. Begitulah situasi sehari hari di TPK Pintu?

Penampungan susu biasanya dilakukan pagi hari dari jam 05.00 – 05.30 dan sore hari pkl 16.15 – 16.45. Klo pagi hari biasanya TPK Pintu menampung 2100 – 2500 liter dan klo sore lebih dikit yaitu 1800 sd 2100 liter. Truk tanki tersebut menempuh rute berturut-turut dari trayek satu yaitu daerah Baru Ibun, disitu ada kelompok 1 sd 4, kemudian truk tanki menuju trayek 2 yaitu di daerah Pintu yang merupakan kelompok 5 sd 8 dan kemudian terus k Komda Citere, disana ada 6 kelompok klo ngga salah.

Pagi selesai setor susu, biasanya para peternak pada antri pembagian konsentrat R/C, yaitu pd pkl 06.00 sd 06.30 an. Layanan konsentrat biasanya dilakukan 4 hari 1 kali, penagihan sudah dipotong melalui pemotongan produksi. 1 ekor sapi mendapat 1 karung konsentrat sebanyak 48 kg. Nah klo beras, jadwal pembagiannya adalah tgl 1, penagihannya juga dilakukan melalui potongan produksi susu.

Kami ke MT [tgl 13 d 28 juli], melakukan pengujian kualitas susu. Di MT tersebut, dengan menggunakan milk analizer: 1 sampel hanya memerlukan waktu kurang lebih 25 detik untuk dapat mengamati persentase fat, SNF, protein, lactosa, added water, density, solid dll. Selain itu kami juga diskusi dengan p I’i penanggung jawab MT tentang kualitas susu.

30 hari di Pintu,,, aq serasa seperti mengikuti petualangan si Edward Tulane dalam “the Miraculous Journey of Edward”. Kate DiCamillo benar ketika mengatakan dalam suatu perjalanan qt akan jadi tahu bahwa hati yang paling rapuh sekalipun dapat belajar menyayangi, kehilangan dan menyenangi lagi. Dan di Pintu, ………… setidaknya aq pernah belajar tentang arti hidup di sebuah perkampungan nan padat.
<img

Posted in FolkTale.


0 Responses

Stay in touch with the conversation, subscribe to the RSS feed for comments on this post.



Some HTML is OK

or, reply to this post via trackback.