Selamat bergabung di Fapet tercinta!.

Bandung, 18 Agustus 2010. Hari ini seperti ritual tahun-tahun yang lalu. Upacara penerimaan mahasiswa baru Fapet 2010 dilaksanakan di Aula, dihadiri oleh para pejabat dan anggota  Senat Fakultas. Acaranya cukup singkat, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syukur, Hymne Unpad dan Hympe Fapet serta sambutan2 dan memperkenalkan anggota senat dan dosen yang hadlir.

Yang menarik barangkali adalah jumlah mahasiswa yang diterima pada tahun 2010 ini. 311 mahasiswa baru, pasti bukanlah jumlah yang tidak sedikit untuk sebuah angkatan dalam sebuah fakultas dan pasti sebuah rekor baru telah pecah sejak fapet berdiri tahun 1963. Bahkan jumlah ini merupakan angka tertinggi dalam sejarah penerimaan mahasiswa peternakan di tingkat nasional.

Banggakah? Sejujurnya harus saya katakan tidak. Dan,itu tidak ada urusannya dengan belas kasihan. Ini murni karena prediksi setelah lulus nanti, tidak mudah mencari kerja, sekarang maupun masa yang akan datang. Jumlah mahasiswa yang terlalu banyak akan membuat segalanya tidak efektif. Satu halyang membuat sedih seorang dosen adalah kalau mendengar ada seorang alumni tidak mendapat kerja atau mohon maaf, lama menganggur.

Kata orang, sukses  mahasiswa diperuntukkan bagi mereka yang mau belajar. Namun kualitas proses pembelajaran  memberi sumbangan penting bagi masa depan mereka. Dan, susahnya hal tersebut (kualitas itu)  berkorelasi tinggi dengan sarana prasarana dan metode pembelajaran. Kalau metode pembelajarannya  cuman begitu-begitu saja, kelihatannya para mahasiswa harus lebih banyak belajar mandiri. Lebih strategis dan jauh lebih taktis. Softskill terbukti sangat menunjang pendewasaan dan memberi bekal untuk masa depan.

Upacara hanya berlangsung sekitar satu setengah jam. Usaiupacara saya bergegas kembali ke PPBS untuk melanjutkan kerja rutin. Banyak hal yang harus diselesaikan. Bukan hanya masalah PPBS namun juga PHKI, Reakreditasi Unpad, tugas-tugas ISO  dan lain-lain.Sambil bekerja sesekali aku mendengarkan melalui Jango Online. Sebuah lantunan Ernestt Tubb, menghantam jantungku dan membuatnya berdebar-debar. Salah satu kesukaanku adalah Rainbow At Midnight. Sebuah lagu lama beberapa tahun sebelum jaman kemerdekaan yang menceritakan tentang impian seorang prajurit menjelang  usai perang berakhir nanti.

After the war was over. I was cominghome to you. I saw a rainbow at midnight. Out on the ocean blue. The stars in heaven were shining. The moon gave its light from above. I saw your face in this rainbow. And it made me think of our love. We’ll build a home in the country. And make all our dreams come true. There we will make a heaven. Sweet heart,for just we two. Bintang-bintang di langit bersinar.  Bulan memberikan cahayanya dari atas. Aku melihat wajahmu  di pelangi ini. Dan itu membuat aku berpikir tentang, dst,dst.

Hampir tiap malam sambil kutak katik aku mendengarkan  Jango online. Sebuah radio online via internet yang bisa memilih-milih lagu sambil berinteraksi dengan teman-teman sesama penggemarJango. Sekarang komunitasnya sekitar 55217 users online. Belum banyak dibandingkan komunitas Fb atau twitter namun sebenarnya lebih menarik karena “mendengarkan kadang lebih baik daripada memberi komentar atau tweet-tweet”.

Apakah mendengarkan musik itu membuang-buang waktu? Saya pikir belumtentu. Dalam hal-hal tertentu, musik sangat berperan membantu kita menemani belajar ,bekerja dan yang jelas supaya ngga ngantuk. Dan sebagai bagian memberi apresiasi betapa hebatnya mereka yang berbakat, diberi kemampuan suara yang bagus dan bermain musik yang juga bagus-bagus. Tinggal yang harus dijaga adalah masalah keseimbangan.

Mengutip pendapat Aa Gym dalam Syahidfarm. Orang paling rugi di duniaini adalah orang yang diberikan modal, tapi modal itu ia hamburkan sia-sia. Dan, modal termahal dalam hidup adalah waktu. Dalam QS Al-’Asher [103] ayat1-3, Allah SWT berfirman bahwa untung ruginya manusia dapat diukur dari sikapnya terhadap waktu. Kalau ia berani menghamburkan waktunya, maka ia tergolong orang yang menyia-nyiakan kehidupan. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan saling  nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.

Ada tiga jenis waktu. Pertama, masa lalu. Ia sudah lewat, sehingga ada di luar kontrol kita. Banyak orang sengsara hari ini gara-gara masa lalunya yang memalukan. Karena itu, kita harus selalu waspada jangan sampai masa lalu merusak hari kita. Kedua, masa depan. Kita sering panik menghadapi masa depan.Tanah kian mahal, pekerjaan semakin sulit, dan lainnya. Walau demikian, masa lalu dan masa depan kuncinya adalah hari ini. Inilah bentuk waktu yang ke tiga.

Jadi saya sangat setuju, pentingnya kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Ada pepatah sekali mendayung dua pulau terlampaui. Belajar efisien dan efektif sangat sulit namun bukannya tidak bisa dilakukan. Tak ada salahnya dengan fokus pada satu hal namun jika kita bisa mengerjakan satu atau dua hal lainnya, kenapa tidak?.

Ada peribahasa lama yang mengatakan: Keingintahuan, benih kejeniusan, tumbuh kokoh jika terpuaskan. Jangan biarkan orang menghalangi keingintahuan anda yang kreatif. Semoga mahasiswa baru 2010, 4 tahun ke depan bisa menikmati impian-impian awal mereka. Tujuan mereka adalah menjadi ilmuwan.

Dan, sekedar mengingatkan apa kata Marie Curie: Ilmuwan, bukanlah sekedar seorang teknisi, dia juga seorang anak yang berhadapan dengan fenomena alam yang menarik seperti dongeng.

Selamat bergabung di Fapet tercinta!.

3 Comments

Mengembangkan kemampuan untuk menilai diri kita sendiri dan memperbaikinya.

Jakarta, 16 Agustus 2010. Jangan pernah lupa bahwa keyakinan pada diri sendiri harus menjadi bagian dari segenap tindakan dan pikiran kita. Keyakinan ini akan membuat kita bertahan terhadap kemunduran dan kekalahan. Begitulah  kira-kira petuah orang-orang bijak terdahulu yang patut kita renungkan.  Neverforget that belief in yourself must be part of all our actions and thoughts. This conviction will make us survive the setbacks and defeats.

Kumandang adzan telah berlalu beberapa saat yang lalu saat kami memasuki sebuah hotel di kawasan Ancol. Kami pun bergegas berbuka puasa karena di sepanjang perjalanan kami hanya sempat minum-minuman ringan dan sepotong kue bakpia Yogya.

Seminar pelatihan sebentar lagi juga akan segera di mulai malam ini. Dalam hati kami sempat bertanya-tanya kenapa Dikti menyelenggarakan pelatihan pada saat-saat dimana sebagian besar orang mestinya melakukan ibadah shalat tharawih. Tapi untungnya acara malam ini lumayan singkat, hanya sampai sekitar jam 11 malam. Hmmm.

Sekitar pukul setengah empat, bunyi tilpon dari petugas hotel mengingatkan saatnya kita sahur. Hukum makan sahur adalah sunnah, berdasarkan hadits dari Anas bin Malik radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur terdapat barakah.” (Muttafaqun ‘alaih).

Al-Imam An-Nawawi berkata: “Para ulama telah bersepakat tentang sunnahnya makan sahur dan bukan suatu kewajiban.”  Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu alaihiwasallam mendorong kita untuk tidak meninggalkan makan sahur meskipun hanya dengan seteguk air. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudriradiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:  ”Makan sahur adalah barakahmaka janganlah kalian meninggalkannya meskipun salah seorang di antara kalianhanya minum seteguk air.” (HR. Ahmad, Hadits Hasan).

Tidak ada waktu untuk bermain. Pagi ini, kamihanya bisa melihat matahari terbit di ufuk timur dan itupun sebagian masih tertutup awan mendung. Dan di kejauhan puluhan kapal-kapal nelayan masih sibuk mencari sedikit rejeki dari Tuhan.

Hari ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Karena setelah usai seminar, kami harus menyiapkan laporan midterm PHKI 2010 dan RIP 2011. Pekerjaan yang tak mudah karena datanya tersebar dimana-mana. Banyak orang yang terlibat kadangkala malahan menyulitkan koordinasi. So., kami pulang dulu ke Bandung agar waktu dua hari (sabtu danminggu) yang tersisa dapat kita gunakan semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas2 yang terbengkelai. Karena hari senin harus balik lagi ke Jakarta.

Di saat-saat yang mepet seperti ini, sungguhpenting kepercayaan dan keyakinan pada diri sendiri.  Sungguh beruntung di dunia ini kita memiliki banyak orang bijak yang telah memberi tip-tip agar kita bisa selamat dan keluar dari berbagai masalah. Seorang ibu yang bijak bernama Zilpha Keatley Snyder memberi saran yang patut kita renungkan. Ini tentang Cara Bersikap di dekat Kuda tapi dapat dianalogkan. “Hal semacam kepercayaan diri penting bagi seekor kuda dan dia akan memberi tahu anda jika anda tidak cukup memilikinya”.

Ketika mendekati seekor kuda, kita harus bergerak pelan dan berbicara dengan kalem. Ingat bahwa mata kuda ada di kedua sisi kepalanya. Jadi kuda dapat melihat apa yang ada di belakangnya semudah melihat apa yang ada dihadapannya.  Mungkin bisa ditafsirkan bahwa apapun situasinya kita harus kalem karena kalau kita terburu-buru dan kalap kita akan mengalami masalah. Seperti halnya kuda yangsuka dengan kelembutan. Dari keyakinan, dari kepercayaan diri beberapa pekerjaan yang sulit insyaalloh dapat diselesaikan.

Randy Pausch, guru sejati penulis the Last Lecture dalam pesan terakhirnya sebelum beliau wafat dengan bagus dan bijak sekali menuliskan tentang kebersamaan bekerja di bab 34 dan 35. Jangan terlalu terobsesi dengan pendapat orang. Mulailah dengan duduk bersama.  Dua bab yang kelihatannya kontradiktif namun merupakan pemecahan masalah yang sungguh sangat bermanfaat.

Kemampuan bekerja dengan baik dalam kelompok merupakan keterampilan yang sangat penting dan diperlukan dalam dunia kerja maupun keluarga. Gagasan yang bagus tak ada artinya jika kita tak mampu mengimplementasikannya. Mengembangkan kemampuan untuk menilai diri kita sendiri dan memperbaikinya. Itulah pelajaran berhargayang selalu aku temui hampir tiap tahun menyelesaikan suatu pekerjaan. Dan sampai detik ini, aku belum bisa menemukan resepnya.  Mungkin kita perlu belajar pada L.L Larison Cudmore:” Tidak ada yang mustahil; kita hanya belum tahu cara melakukannya”.

No Comments

In that wonderful moment.

Cirebon, 31 Juli 2010. Lima anak kecil itu nampak asyik bermain di sawah, kelihatannya mereka sedang memancing dan mencari belut, ikan gabus dan sejenisnya yang biasa hidup di sawah. Mengingatkan masa kecil nan indah di Semarang 40 tahun yang lalu.

Namun bukan itu saja yang menarik perhatian. Dua dari anak yang belakangan aku tahu masih sekolah di SD Negeri 1 Jagapura Kulon, Kec Gegesik kab. Cirebon itu memakai topi berwarna hijau lumut berlogo Unpad. Topi anak-anak mahasiswa Unpad yang beberapa waktu yang lalu baru saja usai melaksanakan KKN di situ.

Belut sawah atau juga sering disebut moa, atau lindung (Monopterus albus) adalah sejenis ikan anggota suku Synbranchidae (belut), ordo Synbranchiiformes, yang mempunyai nilai ekonomi dan ekologi. Ikan ini enak untuk dimakan, baik digoreng, atau digoreng renyah sebagai makanan ringan.

Teman-teman pencinta lingkungan pasti paham dengan keberadaan belut sawah. Secara ekologi, belut dapat dijadikan indikator pencemaran lingkungan karena hewan ini mudah beradaptasi. Lenyapnya belut menandakan kerusakan lingkungan yang sangat parah telah terjadi. Belut merupakan predator di lingkungan sawah. Makanannya ikan kecil, cacing, krustasea. Ia sebenarnya aktif di malam hari.

Hewan ini dapat mengambil oksigen langsung dari udara dan mampu hidup berbulan-bulan tanpa air, asalkan lingkungannya tetap basah. Hewan ini bahkan mampu menyerap oksigen lewat kulitnya. Kebiasaannya adalah bersarang di dalam lubang berlumpur dan menunggu mangsa yang lewat. Dimanapun juga, karakteristik anak-anak adalah senang bermain bersama. Lingkungan alam adalah dunia anak-anak yang harus ditanamkan sejak dini agar mereka mencintai ciptaan dan mengenal kebesaran Tuhan. Itulah esensi kehidupan yang tak boleh dilupakan sampai kapanpun.

Menjelang Dhuhur, kami berlima sudah nongkrong di sebuah warung tepat di depan kantor Kuwu Ds jagapuro Kulon Kec Gegesik. Kami sedang menunggu Ibu Kuwu, kepala uptd, PPL Pertanian dan petani peternak gapoktan. Hari ini rencananya, bersama-sama dengan Tim teknis Dinas ESDM Provinsi Jabar akan merancang ulang program PHK Institusi Unpad di desa tersebut.

Mestinya kami sebentar lagi harus segera melaksanakan Sholat Lohor (Dhuhur), sholat sunnah qobliyah dan sholat sunnah ba’diyah yang biasanya sering tertunda. Tapi lihat kanan kiri ngga’ kelihatan masijid. Dan lagian sudah lama, saya tidak duduk-duduk bersendau gurau di bawah pohon Mangga yang teduh sambil minum kopi hangat. Kelihatannya pohon mangga arum manis kalau melihat daunnya. Saya ngga hapal jenisnya karena katanya ada sekitar 35 sampai dengan 40 jenis. Peneliti lainnya malahan menyebutkan ada 70 spesies mangga, entahlah mana yang benar?.

Produksi yang diperoleh dari mangga Arummanis berkisar 200-300 buah (rata-rata 250 buah) per pohon. Dengan demikian, produksi per Ha dapat mencapai 31.000 buah (jarak tanam 8 x 10m) dan 52.000 buah (jarak tanam 6 x 8 m). Dalam setiap kg terdapat ± 3 buah, berarti dari setiap Ha diperoleh hasil sebesar ± 10,4 – 17,3 ton. Begitu kata pak PPL Pertanian barusan.

Pukul 12.30 an, diskusi hangat tentang implementasi program PHKI Unpad dengan para pemuka masyarakat pun dimulai. Tidak terlalu lama diskusi yang dilakukan di kantor Bu Kuwu karena target kami hari ini adalah menuju lokasi untuk penempatan panel tenaga surya. Di desa ini kami akan membangun 3 unit untuk digunakan sebagai model saja agar beberapa hektar sawah yang pada musim kemarau tak termanfaatkan bisa lebih produktif. Selain itu juga untuk mendorong meningkatkan KUKM setempat khususnya pengolahan kacang hijau, kelompok peternak itik di situ.

Dan karena lokasinya agak dekat dengan sebuah sekolah dasar, setidaknya anak-anak sekolah tersebut akan teringat dan melihat adanya model pengembangan energi baru dan terbarukan. Suatu saat kami juga inginpinggir sawah dan di dekat sekolah tersebut dibangunkan semacam jamban yang airnya diperoleh dari energi surya. Begitulah kira-kira rencananya. Insyaalloh terealisir.

Energi surya atau matahari telah dimanfaatkan di banyak belahan dunia dan jika dieksplotasi dengan tepat, energi ini berpotensi mampu menyediakan kebutuhan konsumsi energi dunia saat ini dalam waktu yang lebih lama. Matahari dapat digunakan secara langsung untuk memproduksi listrik atau untuk memanaskan bahkan untuk mendinginkan. Potensi yang patut dikembangkan di tengah mahalnya bahan bakar yang lain.

Ke Slendra

Sore hari ini, kami ke kampung sebelah yaitu Slendra, masih di daerah Gegesik. Tujuannya melihat gapoktan domba di desa itu. Beberapa hari yang lalu puluhan domba mati di situ. Dari analisis laboratorium kebanyak positip hellminthiasis dan anaplasma.  Melihat perkandangan yang kumuh-kumuh tak terawat, cara pengelolaan yang ngga jelas dan pakan yang ada memang sungguh memprihatinkan. Harus ada sentuhan manajemen dan teknologi. Karena kalau saya amati potensi daerah ini sangat bagus untuk pengembangan ruminansia. Sawah sangat luas, produksi limbah pertanian melimpah.

Well., hari ini kami hanya sempat makan pisang goreng dan minum air kelapa yang menyegarkan namun menyenangkan bisa seharian ada di Kecamatan Gegesik.

Dalam perjalanan pulang kami iseng-iseng menggunakan GPS untuk mencari rumah makan yang lumayan enak untuk makan malam.  Ngga ketemu-ketemu namun akhirnya ada sebuah rumah makan yang menjual Sate kambing dan gule Abah Jenggot, di daerah Kadipaten. Lumayan juga rasanya, bumbunya kelihatannya dicampur lada atau pala?.

Terimakasih Tuhan, hari ini kami diijinkan bertemu dengan teman-teman yang mengasyikkan. In that wonderful moment somethin’ happened to my heart, begitu kata Patti Page dalam lagu Changing Partners.

3 Comments

Agar minat dan kecintaan mahasiswa terhadap ilmu dasar dapat ditingkatkan.

Bandung, 29 Juli 2010.  Well, akhirnya selesai sudah kegiatan pelatihan hari ini di PPBS. Dengan tema: “Pengembangan ICT online Curricullum Integration Cource (1). Program ini sebagai tindak lanjut  dari Lokakarya Evaluasi dan Pengembangan Kurikulum Basic Science yang telah dilaksanakan empat minggu yang lalu di PPBS.  Ada 40 dosen yang terlibat dalam kegiatan ini dari jam 08.00 sd 16.00. Lumayan.

Kadang orang salah mengartikan tentang makna pengembangan dan pelatihan. Secara umum, pengembangan dilihat sebagai kegiatan yang biasanya diasosikan dengan para pimpinan manajemen yang mempunyai pandangan tentang masa depan institusinya. Sedangkan pelatihan mengandung perhatian yang lebih segera untuk dilakukan dan diasosiasikan dengan peningkatan pengetahuan dan skill terhadap karyawan non manajerial dalam melaksanakan pekerjaan mereka saat ini.

Dan dengan situasi yang  agak berbeda maka Pengembangan ICT online Curricullum Integration Cource yang dirancang di PPBS sebenarnya bukan saja “pengembangan namun juga sekaligus  “pelatihan” dan “ sharing skill”.

Kurikulum, ICT  dan SCL

Sebagai langkah awal untuk optimalisasi penggunaan sarana dan prasana ICT di lingkungan PPBS Unpad, maka pada bagian pertama pelatihan dirancang untuk (a) Meningkatkan kemampuan dosen, administrator, dan pembuat kebijakan dalam menentukan pilihan secara bijaksana berkenaan dengan penggunaan ICT dalam pendidikan dan (b) Menyediakan akses yang lebih besar terhadap perangkat-perangkat ICT kepada para dosen dan mahasiswa melalui e-learning dan weblog.

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Pasal 1 Butir 19 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Menurut Grayson (1978), kurikulum adalah suatu perencanaan untuk mendapatkan keluaran (out-comes) yang diharapkan dari suatu pembelajaran. Perencanaan tersebut disusun secara terstruktur untuk suatu bidang studi, sehingga memberikan pedoman dan instruksi untuk mengembangkan strategi pembelajaran.  Materi di dalam kurikulum harus diorganisasikan dengan baik agar sasaran (goals) dan tujuan (objectives) pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai.

Secara berkala kurikulum harus dievaluasi. Evaluasi merupakan bagian dari sistem manajemen yaitu perencanaan, organisasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Kurikulum dirancang dari tahap perencanaan, organisasi kemudian pelaksanaan dan akhirnya monitoring dan evaluasi. Tanpa evaluasi, maka tidak akan mengetahui bagaimana kondisi kurikulum tersebut dalam rancangan, pelaksanaan dan  hasilnya.

Kurikulum dan pembelajaran ilmu dasar yang diselenggarakan PPBS Unpad  harus berubah sejalan dengan tuntutan stakeholder, trend perkembangan  teknologi dan tantangan global. Terkait dengan hal  tersebut diatas, maka  metode pembelajaran SCL adalah salah satu alternatif untuk pengembangan ilmu dasar yang patut dirancang agar sesuai dengan apa yang tercantum dalam misi PPBS.

Proses pembelajaran merupakan bagian penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Proses pembelajaran harus senantiasa dievaluasi agar tingkat kepercayaan stakeholder terhadap kualitas pendidikan terus meningkat.  Proses pembelajaran yang baik juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai serta memiliki kompetensi tinggi dan sesuai dengan kebutuhan.

Sistem pembelajaran berbasis SCL (Student Centered Learning) merupakan salah satu alternatif untuk mendukung efektifitas dan efisiensi program pembelajaran di Unpad khususnya bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah ilmu dasar.

Salah satu masalah yang dihadapi dalam sistem pembelajaran berbasis SCL adalah pemahaman ICT bagi dosen dan mahasiswa. Tingkat pemahaman ICT mahasiswa baru pada umumnya sangat beragam, namun berdasarkan evaluasi baik staf pengajar,  mahasiswa maupun manajemen masih memerlukan berbagai pelatihan baik untuk menunjang pendidikan dan pengajaran berbasis SCL maupun untuk memudahkan mahasiswa mengakses bahan ajar berbasis weblog.

SCL dan Profesional Skill.

Saya paling senang mengutip “ SEVEN PRINCIPLES FOR GOOD PRACTICE  IN UNDERGRADUATE EDUCATION”, By Arthur W. Chickering and Zelda F. Gamson. Katanya ada 7 prinsip  penting  terkait dengan manajemen pendidikan yang ia sebut sebagai Good practice in undergraduate education: (1) encourages contact between students and faculty, (2) develops reciprocity and cooperation among students, (3) encourages active learning, (4) gives prompt feedback, (5) emphasizes time on task, (6) communicates high expectations, and (7) respects diverse talents and ways of learning.

Teknologi berjalan sangat cepat. Kadang melebihi kecepatan seseorang untuk sekedar mengenal dan memahami, tidak sempat sampai pada taraf profesional skill. Untuk menjembatani “kesenjangan digital” yangberdampak pada akesibilitas terhadap bentuk-bentuk informasi modern dan teknologi komunikasi (ICT) maka diperlukan pelatihan-pelatihan berkelanjutan.

Telah ditunjukkan bahwa pengintegrasian ICT ke dalam sistem pendidikan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengajaran.  Penggunaan ICT dalam pendidikan, menawarkan akses yang lebih besar terhadap informasi dan pelayanan kepada mahasiswa.

Pelatihan ini dipandang penting sebagai bagian penting untuk mencapai target visi dan misi PPBS  dalam upaya mengatasi kesenjangan teknologi digital.  Dengan memperhatikan hal-hal tersebut PPBS Unpad melakukan program peningkatan kuliatas pembelajaran “ICT dalam Pendidikan” (“ICT in Education” programme) yang memiliki tujuan utama: membantu usaha pemanfaatan potensi ICT untuk pendidikan dan pembelajaran khususnya dalam pengembangan ilmu dasar.

SCL merupakan metode yang diharapkan mampu meningkatkan minat dalam pembelajaran ilmu dasar dan memudahkan untuk memasukkan gagasan yang diinginkan dalam lingkungan kelas. SCL pada dasarnya mengikutsertakan mahasiswa dalam menemukan kebenaran berbagai masalah atau kasus.

Program Online Curricullum Integration Cource bagi dosen diperlukan agar kurikulum dan sistem pendidikan dalam ilmu dasar di PPBS lebih mudah dipahami oleh mahasiswa. Penguasaan dan pengembangan ICT diperlukan agar minat dan kecintaan mahasiswa dalam ilmu dasar dapat ditingkatkan. Semoga kegiatan hari ini bisa bermanfaat bagi institusi Unpad, dosen dan khususnya mahasiswa.

Menyelesaikan malam-malam panjang.

Siang hari adalah waktu yang baik untuk menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang memerlukan interaksi dengan orang lain khususnya di kantor. Hari ini sangat padat acaranya. Namun sangat menyenangkan bisa berinteraksi sosial dengan teman2 dosen yang mengajar ilmu dasar di PPBS Unpad. Semangat kebersamaan yang harus dikembangkan dan dipupuk agar tak cepat layu.

Dan, malam ini saya ingin melanjutkan kembali membaca buku Miracle of Healing by Brad Steiger & Sherry Hansen Steiger yang kemarin2 tertunda karena kesibukan. Dari 58 topik saya baru menyelesaikan 26 diantaranya. Setidaknya saya ingin menyelesaikan 4 topik berikutnya yaitu (1) Kekuatan bunga, (2) Sentuhan ajaib Kersten, (3) Keberanian Lee dan (4) Berjuang melawan kebekuan.

Keajaiban selalu dimungkinkan. Banyak mukjizat yang pada akhirnya menginspirasi, memotivasi dan mengisi jiwa kita. Pengembangan dan pelatihan sangat diperlukan namun dalam batas-batas tertentu ada baiknya kita serahkan segala sesuatunya pada Tuhan.  “Wa laa nukallifu nafsan illa wus’ahaa wa ladainaa kitaabuy yanthiqu bil haqqi wa hum laa yuzhlamuun”. (QS. Mu’minuun” 23: 62)

No Comments

Berkumpul kembali bersama dalam keadaan sehat dan bahagia.

Bandung, 20 Juli 2010. Tak banyak yang aku kerjakan hari ini. Kuliah biologi pagi hari dan dilanjutkan ujian sidang sarjana anak bimbingan yang meneliti tentang pengaruh daun Bangun-bangun terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan pra sapih. Menjelang siang diskusi dengan Camat Tomo, Camat  Jatinangor dan staf.  Satu keranjang Mangga Gedong Gintju  dari pak camat Tomo menjadi penutup diskusi siang ini.

Pagi hari ini di dekat pintu gerbang Unpad jatinangor banyak umbul-umbul dan satpam. Sepertinya akan ada  acara penting tapi ngga’ tahu tepatnya acara apa. Mungkin ada pejabat yang akan  berkunjung ke Unpad.

Besok ada  acara yang cukup penting disamping perkuliahan yaitu pertemuan dengan Tim PHKI untuk membahas percepatan implementasi program dan siangnya ada pertemuan dengan Tim LIPI Bogor,  diskusi dengan tema  “Menuju Domestikasi Hidupan Liar:  Penyatuan Sudut Pandang Aspek Legal”.

Tujuan diskusi adalah: (a) Diperolehnya pemahaman dari masing masing pemangku kepentingan (ilmu peternakan vs. Ilmu konservasi hidupan liar) atas pengertian ”stabil secara genetik” dan budidaya/domestikasi dan (b) Adanya masukan bagi pemangku kepentingan dalam penerbitan produk hukum yang bertalian dengan pemanfaatan hidupan liar untuk tujuan domestikasi melalui suatu ”batasan pengertian” mengenai stabil secara genetik atau pengertian budidaya/domestikasi.

Jadi ada baiknya hari ini santai sejenak, refreshing dulu supaya acara besok bisa lancar. Pilihan pertama tentu nonton film bergenre drama yang semalam belum tamat (keburu ngantuk, red): Everybody’s Fine.  Film ini dibintangi pekerja film yang cukup bagus Robert De Niro, Drew Barrymore, Kate Beckinsale, Samn Rockwell dan lain.

Pesan film ini adalah: Mungkin tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ayah selain melihat seluruh anak-anaknya berkumpul kembali bersamanya dalam keadaan sehat dan bahagia.

Hari itu Frank Goode nampak sibuk mempersiapkan diri kedatangan anak-anaknya yang lumayan cukup banyak untuk ukuran keluarga sekarang yaitu 4 orang.  Pria paruh baya itu mempersiapkan segalanya untuk menyambut kedatangan ke empat anaknya yang semenjak 8 bulan setelah kematian istrinya tidak pernah ia temui lagi. Mulai dari membersihkan rumah, memotong rumput perkarangan, sampai membeli daging, anggur mahal dan alat panggang baru. Semua tampaknya dipersiapkan dengan baik hanya tinggal menunggu kedatangan anak-anaknya yang ternyata pada menit-menit terakhir batal terjadi.

Satu demi satu anak-anaknya meneleponnya untuk membatalkan kunjungan mereka dengan berbagai alasan. Sudah barang tentu Frank yang sudah mengharapkan kedatangan mereka sangat kecewa dengan pembatalan tersebut. Tidak ingin dilanda oleh kesedihan dan kekecewaan lebih dalam, Frank memutuskan untuk memberi kejutan kepadan anak-anaknya dengan mengunjungi mereka di kota tempat tinggal mereka masing-masing.

Kondisi kesehatan Frank sebenarnya sedang kurang baik. Namun walupun sudah dilarang oleh dokternya karena kawatir dan  tidak memungkinkan untuk melalukan perjalanan jauh, Frank tetap saja ngotot untuk melakukannya. Perjalanan Frank ke rumah anak-anaknyapun dimulai.

Selama ini Frank tidak pernah mengetahui persis apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan anak-anaknya. Frank selalu mengira bahwa anak-anaknya itu berhasil mencapai cita-cita mereka dan hidup bahagia. Namun sebuah kenyataan berbeda harus ia dapati.  Kehidupan anak-anaknya tidaklah seperti yang ia bayangkan selama ini.

Dan, seperti orang tua pada umumnya. Frank adalah tipikal orangtua yang sangat berbesar hati. Sebuah cerita yang sebenarnya sangat jamak terjadi di lingkungan kita bahkan mungkin terjadi pada lingkungan terdekat kita.  Namun juga sebuah pesan moral bagi orangtua atau para calon orang tua, akan pentingnya komunikasi.

Usai nonton film, aku merenungi makna dan hakekat  kemanusiaan.  Banyak  orang atau anak  yang menginginkan agar  kesusahan atau penderitaannya tak perlu diketahui oleh orangtua. Cukup diri mereka sendiri.  Saya tidak tahu harus bagaimana kalau menghadapi kasus seperti itu, mungkin tergantung bagaimana kita mempersepsikan hal seperti itu. Tapi sesungguhnya kita bisa belajar banyak hal dari cerita film ini.

Menjelang azhar sebuah pesan singkat dari teman mengingatkan aku tentang implementasi PHKI subprogram B12. Terkait dengan energi. Baru beberapa hari yang lalu di tiga kabupaten (Indramayu, Subang dan Cirebon) kami melakukan FGD untuk mencari masukan untuk penyusunan Roadmap Pemanfaatan Sumberdaya dan Kearifan Lokal Terintegrasi di Bidang Pangan,Energi dan Kesehatan.

Tentu yang kami lakukan adalah hal-hal yang sederhana, serealitis mungkin. Dalam kontek energi tentunya energi yang dimaksud adalah energi baru dan terbarukan. Sebagai contoh waktu diskusi dengan teman-teman dari Dinas/OPD/SKPD Indramayu kami mendapat masukan tentang pemanfaatan gas biomassa.

Pemanfaatan gas biomassa skala kecil yang banyak diaplikasikan oleh masyarakat adalah pemanfaatan gas metana hasil fermentasil yang langsung dibakar untuk dimanfaatkan panasnya. Pada skala yang lebih maju pemanfaatan gas biomassa dilakukan melalui sistem gasifikasi menggunakan temperatur tinggi untuk mengubah biomassa menjadi gas (campuran dari hidrogen, CO dan metana).

Salah satu contoh pemanfaatan tersebut adalah penggunaan sekam padi pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel. Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) komersial pertama yang menggunakan. bahan bakar sekam padi berada di penggilingan padi milik PT (Persero) Pertani di Desa Haurgeulis, Keeamatan Haurgaulis, Kabupaten Indramayu. PLTD berkekuatan 1 x 100 kilowatt (kw) tersebut dibangun dan dikembangkan oleh PT Indonesia Power dan PT Pertani.

Prinsipnya PLTD berbahan bakar sekam padi itu adalah mencampurkan gas hasil gasifikasi sekam padi pada temperatur tinggi dengan bahan bakar minyak (BBM) di dalam ruang bakar motor diesel yang menggerakkan turbin untuk menghasii’kan tenaga listrik.  Pencampuran BBM dengan gas sekam padi dapat menghemat pemakaian BBIVi hingga 80 persen dari jumlah pemakaian semula, sehingga biaya operasional untuk membangkitkan listrik dengan daya yang sama dapat berkurang jauh. Sebagai gambaran, jika PLTD berkapasitas 100 kW dioperasikan penuh dengan menggunakan BBM, dibutuhkan 0,3 liter BBM per kWh (kilowatt hour). Sementara jika ditambahkan gas sekam padi, hanya dibutuhkan 0,06 liter per kWh ditambah sekam padi sebanyak 1,5 kg per kWh.

Melalui PHK Institusi Unpad, kami ingin merintis sisi lain energi baru dan terbarukan dalam konteks integrasi Pangan, Energi dan Kesehatan. Diantaranya biogas, teknologi energi surya seperti ( Teknologi energi surya fotovoltaik dan Teknologi energi surya termal) dan lain-lain. Tentu banyak pilihan teknologi madya yang bisa diterapkan  namun sasaran ke depan adalah pemanfaatan energi surya di daerah perdesaan dalam konsep integrasi. Tentunya untuk tahun-tahun pertama masih dalam pengembangan model.

Dengan penyusunan Roadmap terintegrasi diharapkan 3  kabupaten yang terkait dengan PHKI Unpad memiliki grand design dalam pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Keinginan Tim PHKI, tidak terlalu banyak rapat2 atau seminar2.  Program PHKI harus   berorientasi produk, apakah itu dalam bentuk roadmap ataupun model2 yang dapat dilihat untuk dijadikan contoh.

Harapan kami dengan PHK Institusi diharapkan akan meningkatkan akses masyarakat terhadap energi melalui (a) peningkatan keamanan pasokan energi, (b) mendapatkan  harga energi yang relatif murah sesuai dengan potensi sumberdaya lokal, (c) tersedianya infrastruktur energi yang memadai dan (d) peningkatan  efisiensi penggunaan energi.

Kami sangat beruntung, Tim PHKI Unpad didukung oleh teman-teman yang dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana saling bahu membahu menyukseskan program. Bukan untuk pencitraan Unpad namun lebih dari itu untuk membantu masyarakat pedesaan.  Thx.

2 Comments

Itulah gunanya pembelajaran bersama. Agar kita tetap optimis menatap masa depan.

Cirebon, 15 Juli 2010. Lewat ba’da Isya kami bersembilan dari fakultas yang berbeda-beda sudah memasuki kawasan Patra Cirebon. Rencananya kami akan mempersiapkan dan mensetting ruang untuk kegiatan besok pagi yaitu FGD dengan teman-teman Bappeda dan OPD lain yang terkait dengan bidang pangan, energi dan kesehatan. Topik kali ini adalah Pengkajian dan Pengembangan Model Pemanfaatan Sumberdaya dan Kearifan Lokal Terintegrasi di Bidang Pangan, Energi dan Kesehatan.

Tapi ke empat ruang kedawung ternyata padat penuh orang. Ada banyak orang berseragam tentara, ormas maupun sekedar pakai batik. Ternyata malam ini ada acara serah terima jabatan Dandim Cirebon. Pantesan rame, seperti acara hajatan. Kami tanyakan sampai jam berapa acaranya?. Jam 23 malam pak selesainya, kata manajemen hotel.

Sambil menunggu, kami diskusi yang ringan-ringan saja di kamar. Pukul 21.30 kami keluar, mencari udara segar Cirebon di waktu malam, sampai akhirnya kami terdampar di RM Ampera. Lumayan juga untuk ganjal perut. Pukul 23 an kami masuk kembali ke Hotel. Tapi, acara seserahan jabatan ternyata belum juga selesai juga. Hmmm, yaa sudah istirahat saja di kamar. Chatting sama teman2 lama dan temen2 mahasiswa yang status dan commentnya kadang lebih lucu dari lawakan Srimulat atau acara Empat Matanya Tukul.

Hari ini, alhamdulillah acara FGD akhirnya bisa berlangsung baik walaupun ngaret. Cukup seru dibanding dengan acara-acara yang sejenis minggu lalu di Subang maupun Indramayu. Karakter orang Cirebon yang terbuka dan bicara apa adanya walaupun kadang membuat kening berdiri tapi sejatinya membuat kita mengelus dada dan mengisap nafas dalam-dalam. Setidaknya bagus untuk pembelajaran rohani dan ketahanan mental. Dan yang lebih penting solusinya. Mungkin harus dipikirkan jalan keluar dan kelanjutannya. so what gitu lho.

Banyak catatan dan oret-oretan yang kuperoleh. Yang aku bayangkan adalah saat-saat seperti beberapa tahun lalu waktu belajar osteologi. Struktur pemerintahan yang kuat mestinya bukan hanya sekedar memiliki visi, misi, proker. Diukur output dan outcomesnya. Apparat yang mengisi dan menyusun struktur mungkin bisa kita asosiasikan seperti skeleton makhluk hidup. Ada axial skeleton, appendicular skeleton, dan splanchnic atau visceral skeleton. Bisa saja tulang-tulangnya berbentuk ossa longa, ossa plana, ossa brevia dan ossa irregularia tapi pastinya ke empat jenis tulang tersebut saling topang menopang dan bersinergi. Tentunya dibantu dengan otot, syarat, pembuluh2 darah dan lainnya.

Hasil diskusi dengan teman-teman Bappeda, dinas/OPD-OPD yang terkait dengan bidang pangan, energi dan kesehatan semakin memperkuat teori arsitektur tulang yang berupa substantia compacta dan substantia spongiosa.

Banyak angan-angan yang kadang melayang terlalu cepat dan menguap sejalan berlalunya waktu. Kelihatannya masih banyak yang memandang dunia kampus seperti menara gading, hidup dalam bayang-bayang, penuh dan kaya akan teori namun miskin dengan pengetahuan empiris. Deduksi teoritis dan deduksi empiris sepertinya dua hal yang agak terpisah jauh dan sangat sulit untuk disinergikan.

FGD semacam ini, sebenarnya penting untuk menjembatani prasangka demikian karena justifikasi yang tidak tepat bila dibiarkan berlarut-larut bisa menjadi “kebenaran”. Kesatuan obyektif, itulah barangkali salah satu kata kunci dalam sinergisme. Berbagai program pengembangan pada akhirnya harus menjadi tujuan bersama.

Di bidang energi, hari ini kami banyak diskusi tentang program-program pengembangan yang sudah dan akan dikembangkan, tentang energi baru dan terbarukan. Tentang biomassa yang berasal dari tanaman perkebunan atau pertanian, hutan, peternakan atau sampah. Biomassa (bahan organik) untuk menyediakan panas, membuat bahan bakar, dan membangkitkan listrik, atau yang sering disebut dengan bioenergi. Tentang tenaga air dalam produksi energi primer terbarukan. Tentang energi surya termal, fotovoltaik atau SHS (solar home system), bioethanol dan biodiesel dan lain-lain.

Energi mempunyai peranan penting dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi, dan lingkungan untuk pembangunan berkelanjutan, serta merupakan pendukung bagi kegiatan ekonomi regional. Penggunaan energi semakin meningkat pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Sedangkan, akses ke energi yang andal dan terjangkau merupakan pra-syarat utama untuk meningkatkan standar hidup masyarakat.

Dalam bidang pangan, Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumberdaya yang bagus untuk akselerasi pembangunan. Hanya bagaimana memanfaatkan dan menggerakkannya agar lebih cepat dan dinamis. Seperti kata pimpinan Bappedanya, IPM hanyalah angka-angka yang bisa jadi pencapaiannya tidaklah seriil dengan kondisi sesungguhnya. Outcomes jauh lebih penting. Artinya biarlah masyarakat yang menilai keberhasilan birokrasi. Pembangunan berkelanjutan harus ditopang oleh partisipasi masyarakat. Lupakan para birokrat opportunis maupun LSM plat merah yang ngejar-ngejar proyek tanpa meninggalkan jejak yang berarti.

Tujuh jam diskusi jelas terlalu pendek untuk membicarakan dan memecahkan banyak hal. Cirebon hanyalah sebuah titik noktah dalam sebuah peta dunia. Namun persoalan didalamnya sesungguhnya sangat rumit. Dan 22 kali orang hadir yang mungkin memiliki setidaknya 10 milyar neuron dalam setiap kepala pasti tak berarti apa-apa untuk memecahkan segala keruwetan.

Bisa jadi ruang Kedawung tempat kami ber 22 orang berdiskusi hari ini hanya akan sedikit mengingatkan tentang biji kedawung yang hitam, lonjong dan bentuknya manis. Sekedar mengingatkan kedawung dulu adalah tumbuhan obat khas kabupaten Cirebon.

Kedawung (Parkia timoriana) termasuk satu diantara 30 spesies tumbuhan obat langka Indonesia dengan status kelangkaan dan ancaman “jarang”. Pohon kedawung merupakan pohon raksasa hutan, batangnya besar, lurus dan tinggi di hutan, pohon ini merupakan salah satu jenis pohon yang tertinggi dibanding dengan jenis-jenis pohon-pohon yang lain di hutan.

Dulu pohon ini umumnya pohon kedawung hidup di hutan pada lereng-lereng yang terjal, dan pohon kedawung raksasa ini memberi sinyal kepada kita bahwa dia diciptakan Tuhan tumbuh di lereng-lereng bukit yang terjal untuk melaksanakan tugas mulia melindungi tanah dari erosi dan longsor. Pohon kedawung mempunyai akar papan yang tingginya bisa mencapai 5 m, sehingga kalau ada erosi tanah dan longsor pohon kedawung langsung menangkap tanah, menahan dan menghentikan erosi dan longsor.

Pohon kedawung adalah tumbuhan polong-polongan yang akar dan guguran daunnya menyuburkan tanah di sekitar tempat tumbuhnya. Beranekaragam jenis-jenis tumbuhan obat lainnya bisa hidup dan tumbuh di sekitar pohon kedawung di hutan. Jadi pohon kedawung menunjukkan sikapnya yang sangat bersahabat dengan pohon dan tumbuhan lainnya, menjadi pohon pengayom dan pelindung terhadap beranekaragam jenis pohon dan tumbuhan lainnya.

Bagi teman-teman yang kebetulan “alergi” dengan obat-obatan modern. Konon daun kedawung berkhasiat sebagai obat sakit perut nyeri dan mulas; bijinya dapat digunakan sebagai obat untuk nyeri haid, kejang-kejang pada waktu haid, atau akan bersalin, demam nifas, kholera, mulas, masuk angin, antidiare, mencret, sakit perut, karminatif, borok, kudis, luka, sakit pinggang, sakit jantung, cacingan, radang usus, penguat lambung dan cacar air; dan kulitnya dapat digunakan sebagai obat kudis.

Jadi sungguh tepat, manajemen lama yang memberi nama ruang kedawung di hotel itu karena maknanya sangat mendalam dan bertujuan mulia. Produk diskusi di ruang itu harus beorientasi pada produk dan dampaknya harus bisa bermanfaat bagi kemaslahatan orang banyak. Mengayomi dan melindungi.

Well., walaupun diskusi FGD resminya sudah usai, pukul 14 lebih kami masih diskusi tentang mangga gedong gincu, mangga gedong apel sampai masalah rotan. Menjelang pukul 17.00 kami cabut dari Hotel Patra, thx ibu Anne (manajemen hotal) yang memberi kami oleh kaus dan Mug yang bagus gambarnya.

Pukul 17. 20 an kami sempatkan mampir ke BPPTU Jatiwangi, berkunjung ke anak-anak alumni Fapet yang bekerja di situ. Ada Amirudin, Maya dan Rudi. Acara santai dan hahahehe saja. Tapi sangat senang bertemu dengan mantan-mantan mahasiswa yang kelihatannya cukup berkerja keras memajukan institusinya yang baru. Memang begitulah seharusnya. Generasi muda harus jauh lebih baik karena tantangannya lebih berat. Semoga sukses.

Setelah singgah sebentar di sebuah masjid di daerah Tomo untuk Maghrib dan mampir di sebuah Rumah makan Sumedang. Pukul 23 an, kami akhirnya sampai rumah. Harus ada jeda untuk istirahat sejenak. Jalan ke depan masih panjang dan kelihatannya akan semakin rumit dan sulit. Tugas kita adalah memudahkan dan melapangkannya, itulah gunanya pembelajaran hari ini, agar kita tetap optimis menatap masa depan.

1 Comment

Entomophagy dan minilivestock

Bandung, Juli 2010. Kami sedang berdiskusi tentang CDM (Clean Development Mechanism) ketika seorang teman wartawan kebetulan menanyakan topik apa atau isu penting apa di bidang peternakan pada minggu terakhir ini. Saya mungkin agak iseng ketika saya mengatakan: Serangga dan Entomophagy sebagai minilivestock.

Asia tenggara dan khususnya Indonesia adalah tempat yang paling banyak memiliki jenis serangga. Selain jenis, cara hidupnyapun memiliki kekhususan. Kenapa kawasan ini memiliki aneka macam serangga, banyak teori yang bisa menjelaskannya. Asia tenggara memiliki kedekatan dengan benua Afrika dan Australia yang faunanya sangat jauh berbeda. Evolusi telah berlangsung lama dan didukung hutan dengan ribuan jenis pohon serta curah hujan yang tinggi sehingga menjadikan aneka jenis serangga berkembang biak dengan sangat sempurna.

Jadi apa hubungannya antara CDM dengan serangga?. Bagi para biolog, serangga merupakan indikator penting terhadap kerusakan lingkungan. Penggunaan pestisida, pengembangan tanaman transgenik, GMO dan lain-lain dipercayai memberi sumbangan penting terhadap berkurangnya keragaman sumberdaya genetik hewan dan tumbuhan. Dalam mata pelajaran biologi, kurikulum di sekolah dan bahkan di perguruan tinggi memberi porsi lebih besar terhadap bagaimana eradikasi dan pemberantasan serangga dibandingkan pemanfaatannya. Dalam seminar-seminar tentang serangga, nampak bahwa peranan obat pestisida dan herbisida jauh lebih menonjol.

Dan mungkin untuk menghindari musuh alaminya. Berbagai jenis serangga selain berevolusi yang ujung-ujungnya diikuti dengan perubahan morfologi. Beberapa belalang seperti keluarga Orthoptera, bentuknya mirip ranting atau tumbuhan merambat. Beberapa belalang lainnya berwarna hijau, coklat atau abu-abu sehingga membantu dalam melakukan penyamaran. Sekedar diketahui bahwa serangga berperan sangat penting dalam ekologi lingkungan khususnya hutan.

Contohnya larva kumbang yang sering hidup pada batang pohon yang sudah mati, melubangi batang pohon, membuat air masuk ke batang sehingga memudahkan pelapukan atau kelembaban dan menyebabkan jamur berkembang. Rayap dan semut membuat batang makin rapuh dan pada akhirnya membuat bakalan humus di tanah, sebagai pupuk.

Budidaya Serangga

Budidaya secara sengaja pada keluarga arthropoda untuk makanan manusia, yang sering disebut dengan istilah minilivestock, sekarang muncul dalam bentuk peternakan sebagai suatu konsep yang ramah lingkungan. Minilivestocking menunjukkan bahwa berbagai jenis binatang kecil, termasuk arthropoda, dapat dipelihara sebagai sumber makanan bergizi. Keuntungan utama adalah bahwa hewan tersebut tidak perlu diberi makan dalam bentuk butiran atau konsentrat sehingga menghemat banyak spesies tanaman untuk konsumsi manusia.

Di kalangan awam, entomologi barangkali adalah istilah yang sudah jamak dan banyak dikenal namun jarang orang yang paham dan mengerti tentang makna entomophagy. Entomophagy (dari [éntomos ἔντομος Yunani, yang artinya “serangga”, dan φᾰγεῖν phăgein, “makan”, yang bersama-sama berarti “makan serangga”). Makhluk pemakan serangga. Entomophagy ditemukan dalam kelompok taksonomi termasuk serangga yang memakan serangga lainnya, disamping burung, reptil, amfibi dan mamalia pemakan serangga. Lebih jauh, istilah ini juga untuk menggambarkan manusia pemakan serangga dalam budaya atau tradisi di belahan dunia termasuk Amerika Utara, Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia, Timur Tengah, Australia dan Selandia Baru.

Sebanyak 1.417 spesies serangga telah dicatat sebagai bahan makanan oleh lebih dari 3000 kelompok etnis. Ini termasuk diantaranya 235 jenis kupu-kupu dan ngengat, 344 jenis kumbang, 313 spesies semut, lebah dan tawon serta 239 spesies belalang, jangkrik dan kecoak.

Serangga dan invertebrata lainnya, telah menjadi sumber makanan bagi orang-orang selama puluhan ribu tahun, di seluruh planet ini. Barangkali makan serangga masih sesuatu yang baru di negara maju, tetapi serangga tetap menjadi makanan populer di negara-negara Amerika Selatan dan tengah, Afrika, dan Asia. Vietnam, Kamboja, Cina, Afrika, Meksiko, Kolombia dan New Guinea. Beberapa serangga yang populer dan araknida yang dimakan di seluruh dunia adalah: jangkrik, belalang, semut, berbagai ulat kumbang, seperti mealworm, larva Beetle Dark, serta berbagai jenis ulat, juga disebut sebagai “cacing,” seperti cacing bambu, cacing mopani, ulat sutera dan waxworms, serta kalajengking dan tarantula.

Sebelum manusia memiliki alat untuk berburu atau pertanian, serangga mungkin adalah bagian penting dari diet mereka. Bukti-bukti telah ditemukan dan dianalisis dari coprolites gua-gua di Amerika Serikat dan Meksiko. Coprolites di gua-gua di Pegunungan Ozark ditemukan berisi semut, larva kumbang, kutu, kutu, dan tungau. Lukisan gua di Altamira, utara Spanyol, sekitar 30.000 sampai 9.000 SM, menggambarkan koleksi sarang lebah liar. Pada waktu itu orang sudah makan pupa lebah dan larva dengan madu. Kepompong ulat sutra liar (Theophilia religiosae) ditemukan di reruntuhan di provinsi Shanxi di Cina, dari 2.000 sampai 2.500 tahun SM. Banyak praktek entomophagy kuno masih dilakukan sampai kini dalam bentuk entomophagy tradisional.

Serangga dapat menjadi sumber protein yang baik disamping vitamin, mineral, dan lemak. Sebagai contoh, jangkrik mengandung kalsium tinggi, rayap kaya akan zat besi. Seratus gram larva ngengat ulat raksasa menyediakan 100 persen dari kebutuhan harian untuk tembaga, seng, besi, thiamin, dan riboflavin. Semut juga dapat mengandung protein tergantung pada ukuran serangga. Semakin kecil spesies, semakin besar kesempatan untuk mengandung protein. Belatung dari bonggol pohon sagu (makanan pokok di Papua New Guinea) sarat dengan lemak tak jenuh.

Serangga juga bermanfaat untuk kesehatan bahkan sekarang ada serangga olahan untuk dijual sebagai camilan koktail, inago (belalang itu, Oxya velox F.), yang direbus dalam kecap namun serangga sebagai sumber kontaminasi penyakit bagi ternak dan manusia tetap harus dipahami.

Ada 108 keluarga Diptera berisi lebih dari 120.000 spesies, sekitar 350 spesies dalam 29 keluarga telah secara potensial berkaitan dengan penyebaran penyakit yang bertalian dengan makanan. Lebih dari 50 spesies lalat synanthropic telah dilaporkan dikaitkan dengan kondisi sehat dan terlibat dalam penyebaran patogen manusia di lingkungan.

Tentunya serangga sebagai sumber infeksi penyakit pada manusia dan ternak harus diwaspadai dan dieradikasi jika perlu. Lebih dari 50 spesies lalat synanthropic telah dilaporkan terkait dengan masalah kesehatan dan terlibat dalam penyebaran enteropathogens manusia dalam lingkungan. Dua puluh satu jenis lalat tercatat sebagai agen penyebab penyakit gastrointestinal berdasarkan synanthropy, endophily dan lain-lain. Wabah dan kasus-kasus penyakit diare yang bertalian dengan makanan di daerah perkotaan dan pedesaan sangat erat terkait dengan peningkatan musiman jumlah serangga synanthropic seperti lalat, kecoa, dan kumbang coprophagic khususnya sebagai vektor penyakit.

Transmisi mekanik parasit dan epidemiologi serangga synanthropic lain dalam penyakit yang bertalian dengan makanan manusia perlu mendapat perhatian. Efektivitas kotoran dalam meningkatkan transmisi agen infeksi oleh lalat jauh lebih besar dari setiap substrat atau media lain.

Jangan takut dengan serangga. Karena tergantung pada kita untuk melihatnya sebagai sahabat atau musuh. Dan silahkan mencoba ber Minilivestocking. Terimakasih pada Majalah Trobos yang menerbitkan artikel saya tentang: Serangga, Bahan Pangan Alternatif. No. 130 Juli 2010 Tahun XI.

1 Comment

Bekerja dengan semangat keikhlasan.

Ciater, Juli 2010. Malam sudah menunjukkan pukul 22.00. Namun suara teriakan orang di kolam renang masih terdengar cukup nyaring. Maklum jarak antara kolam renang air panas dengan pondok penginapan dimana hari ini kami menginap cuman berjarak kurang dari 20 meter. Teriakan-teriakan yang mengganggu keheningan malam. Apalagi saya sedang “serius” belajar.

Banyak yang mesti kugali lebih jauh tentang  hubungan antara ICT dan produktivitas. Itulah satu-satunya alasan kenapa aku baca buku the Beyond Productivity: Information, Technology, Innovation, and Creativity (National Academy of Sciences). Bahkan beberapa istilah yang menggelitik seperti information technology and creative practices (ITCP) terpaksa aku eja berulang-ulang.

“to be independent, nonconformist, unconventional, even bohemian, and . . . to have wide interests, greater openness to  new experiences, a more conspicuous behavioral and cognitive flexibility, and more risk-taking boldness.”

Sebenarnya aku pengin menikmati  suasana malam di  Cafe Kunang-kunang, Ciater Spa yang ada di sebelah kolam renang. Namun angin malam pastinya akan kurang bersahabat dengan kondisi tubuhku yang dari kemarin agak flu. Lagian tadi sore saya sudah mampir sebentar. Jadi lebih baik baca-baca buku sambil menyiapkan FGD besok dengan topik  Pengkajian dan Pengembangan Model Pemanfaatan Sumberdaya dan Kearifan Lokal Terintegrasi di Bidang Pangan, Energi dan Kesehatan. Apalagi besok yang menjadi partner diskusi lumayan kelas  berat: Kepala Bappeda dan para kepala dinas yang terkait dengan masalah pangan, energi dan kesehatan.

Cafe adalah sebuah tempat yang lumayan santai  untuk merelaksasi neuron.  Di beberapa kota di Indonesia selalu ada cafe yang bersih dan memiliki kekhasan menyuguhkan lagu-lagu lama dan lagu daerah.  Tempat seperti itu selalu menggodaku untuk mengunjunginya kembali?.

Kembali menengok sebuah tempat adalah perilaku sosial yang normal, dan kadang berangkat dari pilihan sederhana yaitu sebuah memori.  Bisa juga  karena kesengajaan,  karena ada kesempatan dan adanya semacam dorongan ego untuk menelusuri kilas balik atau sekedar  mendengar suara hati.

Dan itu seperti mendengarkan musik yang bagus atau barangkali membaca novel, yang kalau isinya bagus pasti akan mendorong kita untuk sesekali mendengar dan membacanya kembali. Banyak penulis nove handal menyisipkan pesan-pesan moral sehingga  dapat memberi inspirasi untuk pembelajaran hidup. Tentang persahabatan antara manusia dan hewan, saling menyemangati pada seseorang yang hampir kehilangan pegangan, dan lain-lain.

Banyak orang tak ingat kejadian karena memang tak punya maksud untuk mengingatnya. Kecuali orang yang kutu buku atau petualang sejati, yang tak perlu terlalu pintar untuk menghafal namun mampu menggunakan perasaannya untuk melihat sesuatu.

Seringkali orang bertanya sedang dimanakah kita, bahkan hal itu bisa beberapa kali dalam seharinya?. Kesulitan terbesar untuk memaknai sebenarnya bukanlah pada dimana posisi kita saat ini namun mengapa kita mau melakukannya, mengerjakannya atau sebaliknya melalaikannya?.

Seperti saat berenang, kadang dengan reflek kita menggerakkan anggota tubuh kita. Ada saatnya kita menikmati ayunan tangan dan kaki. Namun ada saatnya kita menepi sejenak ke tepi kolam. Bekerja bukanlah sebuah tujuan namun hanyalah alat agar ide-ide besar kita tetap terjaga. Istirahat sejenak dari kebisingan pun adalah bagian dari usaha meraih sebuah tujuan itu.

Banyak tempat menarik di sekitar kita. Kriterialah yang membedakannya. Di tempat yang bagus nan indahpun kita sering menemukan sebuah ironi.  Bukan bermaksud untuk menghadapkannya secara diametral. Faktanya memang masalah sosial ada dimana-mana,  tak peduli hal itu adalah tempat yang bagus atau indah secara fisik. Banyak orang yang peduli namun sedikit sekali yang rela berbagi. Fakta sosialnya seperti itu.

Barangkali kita bisa belajar pada pedagang eceran di pasar-pasar tradisional. Sekali-kali datanglah ke daerah urban, sekali-sekali  tengoklah kehidupan pada pagi menjelang shubuh sekitar jam 3 atau 4. Melihat para pedagang yang kebanyakan ibu-ibu. Sekali-sekali kita coba amati kehidupan malam di pabrik tekstil, kebanyakan adalah anak-anak remaja wanita. Sekali-sekali cobalah amati kehidupan para wanita pemetik teh yang kebanyakan nenek-nenek. Sekali-sekali lihatlah para pemburu tanaman obat, 90 persen lebih adalah nenek-nenek. Dan yang mungkin agak ekstrim adalah eksploitasi wanita malam.  Ikhlaskah mereka bekerja?.

Tentu masih banyak orang-orang hebat di dunia ini, di negeri tercinta ini yang memiliki kepedulian. Namun yang sering terjadi, saya mesti harus mengambil nafas panjang, menghisap dalam-dalam  dan mencoba pelan-pelan mengeluarkannya dari saluran pernafasan. Terlalu banyak yang tak kupahami dan tak kumengerti apa yang sedang terjadi. Mungkin tradisi menjaga etika, norma, dan kehormatan sedang mengalami kekalahan. Banyak hal diukur dengan materi. Dan naluri kemanusiaan semakin meredup.

Orang normal akan berpikir, bagaimana mungkin di negeri yang katanya gemah ripah loh jinawi ini kemiskinan hampir mencapai 33 juta.  Di negeri yang katanya 99% beragama ini ternyata toleransi terhadap kehidupan dan kemanusiaan tak sebagus yang tergambar di media.  Di negeri yang katanya negara demokrasi ke dua terbesar di dunia ini, ternyata lebih banyak terisi oleh orang-orang yang kalah. Dan, yang menyedihkan mereka adalah orang-orang pedesaan, kaum petani, peternak, nelayan dan sejenisnya.

Jadi jangankan untuk mendapatkan akses. Masalah mendasar mereka adalah masalah dasar yaitu pangan, kesehatan dan energi. ICT masih jauhlah dari jangkauan mereka.  Pemerintah dan para pakar harus sering-sering membaca dan memahami  buku  Ecological Indicators for the Nation.

Saya senang dengan bab yang membahas tentang The Empirical and Conceptual Foundations of Indicators (NRC):  Developing indicators and monitoring them over time can help to determine whether problems are developing, whether any action is desirable or necessary, what action might yield the best results, and how successful past actions have been. To develop and implement sound  environmental policies, data are needed that capture the essence of the  dynamics of environmental systems and changes in their functioning.

Dan saya selalu merinding setiap mendengarkan lagu Rayuan Pulau Kelapa. Tanah airku Indonesia. Negeri elok amat kucinta, tanah tumpah darahku yang mulia, yang kupuja sepanjang masa. Tanah airku aman dan makmur, pulau kelapa nan amat subur. Pulau melati pujaan bangsa, sejak dulu kala. Mimpikah saya?.

2 Comments

Agar kita tidak mudah melupakannya dan mereka tidak terlupakan oleh berjalannya waktu.

Cirebon, 24 Juni 2010. Lupa, terlupakan, dilupakan dan melupakan, tak adakah sisi baik dari ke empat kosa kata tersebut?  Orang yang optimis akan menjawab dengan cepat: pasti ada.  Sedang orang yang pesimis mungkin kurang terlalu peduli dengan sebuah kata, apapun maknanya. Apa yang akan terjadi, terjadilah. Begitulah kira-kira.

Terlupakan?, Suatu saat orang akan mengalaminya cepat atau lambat.  Well, jadi persiapannya untuk menu hari ini adalah 250 gr ceri hitam yang telah ditiriskan (atau beku), 350 gr buah ceri merah segar, 10 ml sirup dari gula tebu, 1 sdt jahe bubuk, jeruk nipis secukupnya.

Ada yang ketinggalan?. O iya white rhum, tapi bisa ganti bahan lain. Jadi itulah rencana untuk menyegarkan kepala, agar neuron kita tidak ngadat dan kita tidak tergagap-gagap menelaah dan memecahkan masalah. Pointnya aku tentu tak hanya sedang menyiapkan minuman segar kesukaanku yaitu  Ti-Puch Ceri. Tapi juga merenung dan kontemplasi sejenak untuk 24 jam terakhir.

Adakah sesuatu yang terlupakan pada malam tadi?. Sesuatu yang aneh tapi bisa saja terjadi pada semua orang: sebuah kertas berwarna biru berlapis plastik segi empat ukuran 4×4 cm bertuliskan Penitipan alas kaki DKM Masjid Agung Sumedang  dengan nomor 79 lumayan besar (fontnya: 72)?.  Hmm, jadi semalam sehabis sholat Isya’ di Masjid, kartu itu terbawa pulang olehku. Dan yang yang tertinggal?., mungkin tidak perlu untuk diceritakan karena  off the record. Tapi suatu saat, kalau lewat Sumedang minggu depan, saya akan usahakan mampir untuk mengembalikan (Insyaalloh, ngga’ lupa?).

Otak seperti  halnya sel, jaringan dan organ juga perlu dipelihara, perlu relaksasi disamping tentunya zat nutrient yang cukup, baik dan seimbang. Barangkali itulah pesan singkatnya. Banyak yang meyakini spokeperson brand bisa dikelola dengan penampilan fisik atau penampilan yang prima, namun banyak juga yang  menilai branded seseorang antara lain bisa dilihat dari apa yang ada diotaknya. Otaklah yang mempengaruhi  perilaku dan sikap seseorang.

Sepanjang hari ini, suasana mendung, gerimis dan hujan mengguyur di setidaknya beberapa kota yang saya lewati yaitu Bandung, Sumedang, Kadipaten, Majalengka, Cirebon dan Indramayu. Ada sisi baiknya, diskusi yang biasanya panas dengan beberapa teman di Bappeda  Kab. Cirebon menjadi serasa adem ayem.  Diskusi hari ini di Bappeda yang membahas tentang roadmap terintegrasi bidang Pangan, Energi dan Kesehatan berbasis sumberdaya kearifan lokal berlangsung baik, lancar dan konstruktif.

Cirebon, adalah kota kuno yang selalu menarik untuk didatangi. Bukan hanya keraton Kesepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, makam Sunan Gunung Jati, Gua Sunyaragi, tapi juga banyak sisi lain seperti Pelabuhan Cirebon, wisata belanja Trusmi, ngelihat Batik, dan Waduk Darma. Kalau makanan mungkin lumayan banyak pilihannya. Termasuk  misalnya Empal Gentong.

Sudah hampir pukul 13, buru-buru kami meninggalkan Hotel Patra Cirebon, untuk pekerjaan selanjutnya menuju Kota Indramayu. Kota yang terkenal panas lainnya di Jawa Barat. Suhu politik sedang panas juga di kota ini karena bulan depan memasuki pilkada untuk memilih Bupati dan wakil Bupati.  Di berbagai sudut dari pojok ke pojok penuh dengan gambar calon Bupati. Semoga walaupun suasananya panas,  hati panas namun otak jangan ikutan panas. Alhamdulilah, diskusi dengan teman2 sosbud, ekonomi, peternakan dan pertanian di Bappeda Inderamayu sore ini juga lancar-lancar saja. (walaupun ngga’ sempat makan siang).

Kembali ke “Lupa, terlupakan, dilupakan dan melupakan”. Hari ini di kampus Jatinangor sebenarnya ada pertemuan antara asisten biologi baru 2010 dengan para seniornya yang masih tersisa. Sayang walaupun pengin hadir namun saya tidak bisa mengikuti acara tersebut. Saya tidak tahu apa yang didiskusikan namun bisa mengira-ngira apa yang sedang terjadi dan output yang diharapkan. Dan pastinya saya senang sekali  mendapatkan teman-teman baru, sahabat baru, anak-anak baru di lingkungan biofapet (Biologi Peternakan) yang Insyaalloh akan bahu membahu bersama-sama kami selama 3 tahun ke depan. Biofapet?

Biofapet adalah komunitas anak-anak asdos biologi Fakultas Peternakan. Setiap tahun selalu ada asdos baru dan pastinya ada yang keluar karena telah menyelesaikan pendidikannya di Unpad. Sebuah proses yang seharusnya dinilai biasa-biasa saja. Namun prosesi  Itu selalu menyisakan kegamangan. Bukan karena sentimentil tapi sekedar untuk menengok ke belakang bahwa faktanya kadang aku kalah oleh keyakinan awal.

Siapa sich yang tidak bersedih berpisah dengan para  sahabat  yang cukup lama  bekerja bersama?.  Seringkali bahkan merampas sebagian waktu mereka di kampus. Kami tentu senang dan bangga memiliki teman2 di Biofapet. Kumpulan anak-anak mahasiswa yang serius, penuh empati, saling mengingatkan, saling menyemangati, peduli, berlomba melayani dan saling canda tawa, yang pasti  tak mudah terhapus oleh waktu begitu saja.

Dan, waktu memang tak kenal ampun. Ia terus berjalan dan tak ada seorangpun bisa menghentikannya. Pikiran dan otak kitalah yang mungkin agak sedikit membantu mengurangi dominasi waktu.  Mendoakan dan menulis  hal-hal yang baik tentang para sahabat, mungkin  tak lebih dari itu untuk mengingatkan jejak para sahabat.  Agar kita tidak mudah melupakannya dan mereka tidak terlupakan oleh berjalannya waktu.

Dan  setiap mendengar lagu the Seekers: the Carnival is Over  atau  senandung Patti  Page melantunkan: Tennese Waltz dan Changing Partners, wajah para sahabat lama selalu terbayang. Tentu ada yang jelas dan ada yang sudah terlihat samar-samar namun substansinya sama yaitu kenangan baiknya.  Seperti pesan  Sheryl Crow dalam:  If it makes you happy.

Terimakasih untuk semua mantan para asdos biologi dan selamat datang adik-adik asdos baru Biofapet 2010: Ambar, Akbar, Novia dan Ken Ratu.

2 Comments

Lebih banyak guru lebih baik, lebih banyak membaca buku lebih baik, lebih banyak bertanya juga jauh lebih baik.

Bandung, 19 Juni 2010. Kata orang: yang indah hanya sementara dan yang abadi adalah kenangan. Dan, orang pun meyakini tidak mudah mengejar impian, dan mempertahankan sesuatu yang ada tidaklah mudah. Kemarin dipuja, hari ini dicerca. Hukum biologi pun menganut apa yang dimaksud dengan penuaan, teori konvergensi dan sebagainya. Penuaan?.

Hari-hari terakhir ini pasti merupakan hari-hari yang berat bagi Perancis yang tergusur dari piala dunia oleh Mexico, Italia, sang juara bertahan piala dunia emGohapat tahun yang lalu, kemarin juga nyaris tersungkur secara tragis melawan Paraguay, hari yang memalukan bagi Spanyol sang juara eropah yang terjerembab di kaki negera kecil Swiss, Jerman yang sebelumnya perkasa pun takluk ditangan Serbia, negara kecil yang sampai sekarang sibuk berbenah diri setelah perang saudara berkepanjangan.

Dan, seminggu terakhir pastilah merupakan hari-hari memilukan bagi Ariel Peterpan, Luna Maya, dan Cut Tari. Selebriti papan atas yang sebelumnya sangat dipuja oleh para adik-adik remaja. Apa yang sedang terjadi dan mengapa terjadi?

Apa yang terjadi adalah sesuatu yang misterius. Perasaan dan nalar adalah sesuatu yang semestinya saling mengisi, komplementer. Dan bahkan itupun tak cukup, karena di atas segalanya ada nilai-nilai moralitas dan norma-norma yang harus diperhatikan. Pasti akan sangat mudah bagi seseorang atau komunitas tertentu untuk menilai bahkan menghakimi. Yang sulit adalah introspeksi pada diri sendiri untuk meyakini bahwa dirinya pun adalah orang yang baik dan benar.

Orang yang sehat berpikir adalah orang yang bisa lepas menertawakan diri sendiri untuk kemudian cepat-cepat berusaha ke jalan yang benar. Ada konsistensi berpikir dan bertindak. Adakah hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan penerapan nilai-nilai moralitas?

Pendidikan adalah sesuatu yang cukup rumit. Pendidikan berakar pada nilai-nilai kebenaran walaupun kebebasan berpikir menjadi salah satu pilar utamanya.

Kebebasan berpikir selalu menjadi bahan perdebatan, yang bahkan tak akan pernah selesai. Beruntung saya ada di lingkungan yang memiliki kebebasan itu, walaupun mencari kebenaran dengan dukungan lingkungan yang sangat terbatas.

Tentu masih tersisa pertanyaan-pertanyaan mendasar yang masih harus digali dan dicari kebenarannya. Orangtua dulu hanya memberikan arahan mana yang baik, benar, salah dan sejenisnya. Selebihnya mereka lebih banyak memberikan bahan-bahan untuk ditelaah sendiri, dan tidak didogmatis. Mereka tidak mengklaim kebenaran dan tidak pernah memaksakannya.

Itulah barangkali yang membuatku terlalu dini mencari-cari dan berusaha menemukan kebenaran, buku-buku tentang tafsir sudah disodorkan untuk ditelaah sendiri. Tafsir dari abad ke abad, sejarah perkembangan tafsir sudah mesti dibaca sangat awal. Sulit, sesulit para ulama menghadapi nash-nash kitab dan nash-nash hadits yang lahirnya berlawanan dengan tanzih.

Dan, disisi lain ada semacam keyakinan kuat yang tumbuh untuk tak terlalu percaya pada seorang guru. Lebih banyak guru lebih baik, lebih banyak membaca buku lebih baik, lebih banyak bertanya juga jauh lebih baik. Itulah prinsipnya, dan untuk bidang apapun. Jadi walaupun kita percaya bahwa tak ada sesuatu yang tak dapat dipahami, mestinya ada keyakinan kuat bahwa kebenaran itu ada, hanya saja kita kadang belum dapat menemukannya. Walaupun begitu ada baiknya juga, untuk efisiensi kita menerima begitu saja, membiarkan hati nurani kita, membantu mengarahkannya. Itulah gunanya banyak membaca.

Waktu juga akan membantu kita menemukan pencerahan. Secara alamiah, pikiran dan naluri kita akan dituntun untuk menemukannya. Bisa jadi pertanyaan-pertanyaan lama, dan sudah puluhan tahun jawabannya tertunda pada akhirnya dapat kita temukan. Naluri seseorang pada hakekatnya sama secara berkala akan menengok ke belakang. Tiga puluh tahun yang lalu, saya sudah baca-baca bukunya the Chronicle of Narnia nya C.S Lewis.

Episode-episode yang bagus dari buku itu seperti The Horse and His Boy kadang hanya untuk mengingatkan pertanyaan- pertanyaan lama tentang: Siapa kau sebenarnya?. Yang dijawab: “Diriku sendiri” kata sang suara, begitu dalam dan rendah sehingga tanah terasa bergetar. Kemudian sekali lagi, “Diriku sendiri”, keras, jelas dan ringan namun penuh kebanggaan, lalu untuk kali ketiga, “Diriku sendiri”, dibisikkan begitu lembut sehingga nyaris tidak terdengar namun suara itu seolah keluar dari seluruh tempat di sekeliling, seakan-akan dedaunan bergemerisik bersama.

Well, sudah seharusnya seseorang bertanya pada diri sendiri, pantaskah kita buru-buru menghakimi orang lain. Dan ingatlah Tuhanmu apabila engkau lupa dan katakanlah, “mudah-mudahan Tuhanku menunjuki aku kepada yang lebih benar dari pada ini”.

Sekedar memberi penilaian barangkali itu adalah hal maksimal yang patut kita lakukan, tidak lebih dari itu.

3 Comments