• ABOUT ME
  • ABOUT MY BLOG
  • Archives
  • Categories
  • Archive for the ‘budidaya tanaman’ Category

    BUAH KOTAK ASLI INDONESIA


    2010 - 06.04

    Tak hanya di Jepang, di Indonesia pun sekarang sudah muncul konsep pertanian kreatif, tepatnya di Mekarsari, Cileungsi, Bogor. Taman Wisata Mekarsari merupakan salah satu pusat pengembangan tanaman hortikultura di Indonesia.

    Idenya mungkin memang diadopsi dari para petani Jepang dengan semangka kotak mereka. Pada dasarnya, semua buah yang punya permukaan kulit cukup halus dan punya kontur awal bulat, bisa dimodifikasi bentuknya, seperti melon, jeruk, jambu biji, apel, dll. Prinsip utama dalam pembuatannya adalah dengan mengarahkan pertumbuhan buah sehingga berbentuk sesuai dengan yang diharapkan.

    Di Jepang, ide membuat semangka kotak dilatarbelakangi oleh keterbatasan tempat penyimpanan di Jepang. Namun di Indonesia, pembuatan buah-buah kotak tersebut bertujuan untuk menambah nilai ekonomis suatu produk pertanian, selain itu mungkin juga untuk menciptakan pertanian kreatif di Indonesia.

    Di Mekarsari sudah ada dua jenis buah-buahan yang berbentuk kotak, yang akan dijelaskan sebagai berikut.

    1)      Melon Kotak

    Pada tanggal 26 Maret 2009, Mekarsari memperkenalkan buah kotaknya yang pertama – melon kotak. Ternyata, buah ini tidak hanya terkenal sebagai melon kotak pertama di Indonesia, tapi juga diakui oleh seluruh dunia, atau disebut juga melon kotak pertama di dunia.

    Melon Kotak ini sebenarnya adalah Melon hybrid (Cucumis melo) dari jenis Lightgreen Mekarsari yang merupakan hasil persilangan dan pemuliaan oleh tim peneliti Mekarsari. Daging buahnya berwarna kuning oranye dengan aroma manis yang khas. Penampilan fisiknya berbentuk kubus dengan tinggi buahnya saat ini kurang lebih 12 cm, lebar 9 cm dan panjang 10 cm dan diperkirakan akan terus membesar mengikuti pertambahan usianya.

    Cara pembuatan melon kotak sama persis dengan pembuatan semangka kotak, yaitu dengan cara memasukkan melon ke dalam kotak kubus plastik sejak buah masih muda. Namun, tak ada rekayasa genetika, yang ada hanyalah rekayasa bentuk.

    Kepala Divisi Pengembangan Proyek Khusus, PT Mekar Sari, DR. Moh Reza Tirtawinata, mengatakan, keberhasilan ahli-ahli Mekarsari membidani melon kotak itu lebih baik dari semangka kotak yang dikembangkan Jepang.

    “Karena semangka tersebut kurang manis, tidak seperti aslinya, sehingga ada sifat semangka yang hilang,” katanya. Sedangkan melon kotak tetap memiliki rasa manis dan renyah seperti aslinya.

    Teknik pembuatannya, pertama-tama, benihnya ditanam di bak semai atau disebut dengan sistem hidroponik. Perlakuan khusus pada buah dilakukan di hari ke 15 setelah penanaman. Dalam cetakan kotak, buahpun dibentuk. Dalam merubah satu melon berbentuk kotak, diperlukan dua sampai tiga kali pergantian kotak untuk menyesuaikan berat dan besar melon, tidak langsung berhasil. Dan tidak menutup kemungkinan akan ada buah dengan bentuk lain.

    Harga buah melon kotak juga punya nilai ekonomi tinggi. Untuk melon biasa seharga Rp 15.000/kg, tetapi melon kotak harganya mencapai Rp150.000 per buah. Menurut dia, teknologi merubah bentuk melon tersebut akan disampaikan kepada masyarakat, terutama petani agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.

    2)      Jeruk Kotak

    Nah, baru bulan April 2010, Mekarsari juga memperkenalkan buah kotak keduanya – jeruk kotak. Sebenarnya, percobaan ini sudah dikembangkan sejak September 2009. Pohon jeruk kotak yang berusia ± 4 tahun ini memiliki tinggi tanaman ± 1,8 m, diameter buah 8 cm – 9 cm. Buah ini tampak cantik dan menawan.

    Sebenarnya, jeruk kotak ini adalah tanaman jeruk dari varietas jeruk besar yang biasa dikenal dengan pamelo, pamelo atau jeruk bali (Citrus maxima), yang merupakan jenis jeruk yang memiliki buah dengan ukuran yang besar. Selain ukurannya yang besar, bila dibandingkan dengan jenis jeruk lainnya, jeruk ini memiliki rasa yang khas, yaitu kombinasi rasa manis, asam, dan sedikit pahit. Daging buahnya berwarna putih hingga merah, berstruktur halus, rapat satu sama yang lain, berbiji besar dan sedikit, serta banyak mengandung air. Makanya, tidak heran banyak orang yang menyukai buah ini karena sangat nikmat jika di konsumsi langsung. Selain itu, buah ini juga mengandung banyak vitamin yang tentunya sangat bermanfaat bagi tubuh.

    Teknik pembuatannya sama seperti pada melon kotak. Karena proses pembentukan buah dimulai sejak buah berukuran kecil, maka diperlukan penggantian wadah minimal sampai tiga kali. Wadah yang digunakan dapat berbahan plastic atau acrylic yang berbentuk kotak kubus dari yang berukuran kecil hingga besar.

    Untuk membuat jeruk kotak ternyata dibutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan melon kotak, yaitu mulai dari bunga hingga panen membutuhkan waktu sampai 6 bulan,. Mengapa demikian?? Karena jeruk adalah buah tahunan, berbeda dengan melon yang merupakan buah musiman.

    Tidak seperti melon kotak, jeruk kotak tidak dijual per buah. Namun jika pengunjung Mekarsari menginginkan, pohon dengan buah jeruk kotak dijual untuk hiasan atau ornamental karena jeruk bisa bertahan lama menggelantung di pohon.

    Lalu, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membeli pohon dengan buah jeruk kotak? “Sekitar Rp 1 juta,” kata Riris.

    Sumber:

    http://www.orazatachi.co.cc/2009/06/melon-kotak.html

    http://sains.kompas.com/read/2009/06/01/23301448/mekarsari.kuasai.teknologi.budidaya.melon.kotak

    http://www.liputan6.com/

    Posted on Friday, June 4th, 2010

    BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI


    2010 - 05.31

    Tanaman semangka (Citrullus vulgaris. Scard) adalah tanaman yang berasal dari Benua Afrika tepatnya di gurun pasir Kala hari. Penyebarannya ke India, China dan Amerika dilakukan oleh para pelayar dari pedagang. Buah semangka memiliki daya tarik tersendiri dari buahnya yang segar dan manis. Kandungan airnya mencapai 92 %, karbohidrat 7 % dan sisanya adalah vitamin. Semangka termasuk tanaman musim kering, tetapi akhir-akhir ini dengan teknologi yang makin berkembang, semangka dapat ditanam kapan saja. Agar dapat tumbuh dengan baik dan cepat, tanaman semangka membutuhkan iklim yang kering, panas dan tersedia cukup air.

    Iklim yang basah akan menyebabkan pertumbuhannya terhambat, mudah terserang penyakit, serta produksi dan kualitas buahnya akan menurun. Perkembangan teknologi budidaya semangka di daerah Sub-tropika lebih maju dibandingkan daerah asalnya (tropika). Jenis-jenis baru baik, hibrida yang diploid (semangka berbiji) maupun yang triploid (semangka tak berbiji), telah banyak dikembangkan dengan kualitas buah dan hasil jauh lebih baik dibandingkan dengan semangka tropis (varietas asalnya).

    SEMANGKA TANPA BIJI

    Semangka tanpa biji atau biasa disebut semangka seedless adalah merupakan semangka hibrida F-1 juga. Namun tetua atau induknya masing-masing berasal dari tetua betina semangka tetraploid dengan tetua jantan semangka diploid. Oleh karena itu semangka ini disebut juga semangka hibrida tetraploid. Teknik pembenihan semangka tanpa biji ditemukan oleh Prof. Dr. Hitoshi Kihara. Untuk memperoleh tetua yang tetraploid harus melalui pelipat gandaan jumlah kromosom yang dalam istilah ilmiahnya sering disebut dengan mutasi duplikasi. Dari persilangan semangka tetraploid dengan diploid ini akan diperoleh semangka triploid (semangka seedless) yang mempunyai daya vitalitas rendah. Jika suhu udara rendah (kurang dari 290 C), maka daya kecambahnya pun akan lambat. Oleh karena itu, perkecambahan benih semangka triploid memerlukan suhu udara yang cukup tinggi agar perkecambahannya dapat terjamin. Pertumbuhan tanaman muda pada awalnya lemah, bahkan terkadang tidak normal, tetapi selanjutnya tanaman akan tumbuh kuat. Daya kecambah rata-rata biji semangka triploid adalah antara 27,5 – 85 % dengan bentuk kotiledon yang lebih kecil daripada semangka diploid. Tanaman semangka triploid sebenarnya memiliki bunga jantan dan betina yang lengkap, tetapi bakal biji dan benang sarinya mandul, maka biji tidak akan terbentuk. Meskipun demikian, biji kosong yang berwarna putih atau coklat terkadang masih dijumpai. Terbentuknya biji kosong yang berwarna coklat biasanya disebabkan karena kelebihan dosis pemupukan unsur hara phospor (P205.).

    METODE PENGECAMBAHAN BENIH SEMANGKA NON BIJI MODEL SITUBONDO

    Usaha budidaya semangka, baik yang berbiji maupun yang nonbiji, pada dasarnya hampir sama, tetapi pelaksanaannya ada sedikit perbedaan terutama dalam proses perkawinan antara bunga jantan dan bunga betina serta dalam perlakuan pengecambahan biji. Pada semangka nonbiji diperlukan proses pengecambahan dan penyemaian yang spesifik yang tidak dilakukan pada semangka berbiji. Seringkali dalam budidaya semangka nonbiji mengalami kegagalan akibat dari penyemaian benih yang kurang benar sehingga menyebabkan benih yang disemai mengalami kegagalan tumbuh. Perlakuan yang spesifik pada benih semangka nonbiji diperlukan dalam penyemaiannya karena benih semangka non biji memiliki kulit biji yang tebal dan keras, endosperm (cadangan makanan dalam biji) yang kecil, dan kotiledon (calon akar) sangat kecil, sehingga sangat dianjurkan kepada para petani untuk tidak menyimpan benih semangka nonbiji terlalu lama karena daya tumbuhnya cepat sekali turun. Memperhatikan keadaan tersebut di atas dalam budidaya semangka nonbiji sangat dianjurkan untuk melakukan pengecambahan sebelum bibit disemai, sehingga akan diperoleh manfaat, di antaranya:

    1. Mengurangi kematian benih.
    2. Mempertinggi persentase daya tumbuh.
    3. Mempercepat penyemaian benih.
    4. Menyeragamkan pertumbuhan tanaman.
    5. Menghemat pemakaian benih.
    6. Menghindari kekurangan benih.
    7. Meminimalkan serangan hama penyakit dan memudahkan perawatan.

    Dalam proses pengecambahan benih semangka non biji banyak cara yang dilakukan oleh petani, dan di setiap daerah memiliki cara yang berbeda. Akan tetapi, pada dasarnya hanya mengacu pada persyaratan berkecambahnya benih semangka non biji. Persyaratan untuk berkecambahnya benih adalah suhu antara 25-300 C dan tidak membutuhkan sinar matahari secara langsung.

    Mengingat kulit biji semangka yang cukup tebal, perlu dibantu dengan memecahkan kulit bagian atas biji supaya calon akar semangka mudah tumbuh
    Tanaman yang sejak pindah tanam sudah tumbuh sehat diharapkan mampu menghasilkan buah yang optimal

    CARA PENGECAMBAHAN BENIH YANG BIASA DILAKUKAN PETANI SITUBONDO

    Pertama – tama benih disiapkan sesuai kebutuhan dan dikeluarkan dari wadahnya. Setiap bagian ujung benih dipecah kulitnya dengan menggunakan gunting kuku dan menjepitnya pada bagian tengah gunting kuku, maksud dari perlakuan ini adalah untuk memudahkan kotiledon keluar dari bagian kulit biji serta memudahkan biji menghisap air dari luar. Dalam pelaksanaannya, kita harus hati-hati agar bagian kotiledonnya tidak ikut pecah, karena apabila bagian kotiledon pecah akan mengakibatkan pecahnya bagian pangkal batang kelak kalau sudah ditanaman di lapangan. Setelah benih dipecahkan, selanjutnya benih direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh dan fungisida selama kurang lebih 1-2 menit. Selanjutnya benih tersebut diletakkan pada 6 lembar kertas merang yang telah dibasahi dengan larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh. Setelah benih diletakan dan ditata kemudian ditutup kembali dengan 6 lembar kertas merang yang telah dibasahi dengan larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh, kemudian letakkan dan tata kembali benih yang telah direndam tadi diatasnya, tutup dengan kertas merang. Begitu seterusnya sampai berlapis-lapis, hingga benih yang akan dikecambahkan habis. Untuk lapisan paling bawah dan paling atas diberi lapisan kardus agar kecambah atau calon akar tumbuh lurus. Bagian bawah dan atas media kita beri lapisan kaca tebal seukuran kertas merang kemudian kita press dengan cara yang tepat dan diikat dengan kuat. Setelah itu, masukkan ke dalam kotak kardus yang agak longgar, kemudian ditutup dengan rapat agar suhu udara dalam kotak tetap hangat dengan suhu antara 20-300 C. Kotak tersebut diplester atau dilakban plastik pada setiap sisinya, kemudian disimpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah diperam 40-42 jam media pengecambahan tersebut kita buka dan biasanya benih telah berkecambah dengan ukuran calon akar kurang lebih 1 cm. Kecambah-kecambah tersebut selanjutnya kita tanam pada polybag-polybag yang telah disiapkan dengan dengan bagian calon akar kecambah menghadap ke bawah. Untuk biji-biji yang perkecambahannya belum normal, kita peram kembali selama beberapa jam, baru setelah berkecambah dengan normal kita tanam pada polybag. (Red).

    Sumber: http://www.tanindo.com/abdi4/hal0401.htm

    Posted on Monday, May 31st, 2010