• ABOUT ME
  • ABOUT MY BLOG
  • Archives
  • Categories
  • BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI

    2010 - 05.31

    Tanaman semangka (Citrullus vulgaris. Scard) adalah tanaman yang berasal dari Benua Afrika tepatnya di gurun pasir Kala hari. Penyebarannya ke India, China dan Amerika dilakukan oleh para pelayar dari pedagang. Buah semangka memiliki daya tarik tersendiri dari buahnya yang segar dan manis. Kandungan airnya mencapai 92 %, karbohidrat 7 % dan sisanya adalah vitamin. Semangka termasuk tanaman musim kering, tetapi akhir-akhir ini dengan teknologi yang makin berkembang, semangka dapat ditanam kapan saja. Agar dapat tumbuh dengan baik dan cepat, tanaman semangka membutuhkan iklim yang kering, panas dan tersedia cukup air.

    Iklim yang basah akan menyebabkan pertumbuhannya terhambat, mudah terserang penyakit, serta produksi dan kualitas buahnya akan menurun. Perkembangan teknologi budidaya semangka di daerah Sub-tropika lebih maju dibandingkan daerah asalnya (tropika). Jenis-jenis baru baik, hibrida yang diploid (semangka berbiji) maupun yang triploid (semangka tak berbiji), telah banyak dikembangkan dengan kualitas buah dan hasil jauh lebih baik dibandingkan dengan semangka tropis (varietas asalnya).

    SEMANGKA TANPA BIJI

    Semangka tanpa biji atau biasa disebut semangka seedless adalah merupakan semangka hibrida F-1 juga. Namun tetua atau induknya masing-masing berasal dari tetua betina semangka tetraploid dengan tetua jantan semangka diploid. Oleh karena itu semangka ini disebut juga semangka hibrida tetraploid. Teknik pembenihan semangka tanpa biji ditemukan oleh Prof. Dr. Hitoshi Kihara. Untuk memperoleh tetua yang tetraploid harus melalui pelipat gandaan jumlah kromosom yang dalam istilah ilmiahnya sering disebut dengan mutasi duplikasi. Dari persilangan semangka tetraploid dengan diploid ini akan diperoleh semangka triploid (semangka seedless) yang mempunyai daya vitalitas rendah. Jika suhu udara rendah (kurang dari 290 C), maka daya kecambahnya pun akan lambat. Oleh karena itu, perkecambahan benih semangka triploid memerlukan suhu udara yang cukup tinggi agar perkecambahannya dapat terjamin. Pertumbuhan tanaman muda pada awalnya lemah, bahkan terkadang tidak normal, tetapi selanjutnya tanaman akan tumbuh kuat. Daya kecambah rata-rata biji semangka triploid adalah antara 27,5 – 85 % dengan bentuk kotiledon yang lebih kecil daripada semangka diploid. Tanaman semangka triploid sebenarnya memiliki bunga jantan dan betina yang lengkap, tetapi bakal biji dan benang sarinya mandul, maka biji tidak akan terbentuk. Meskipun demikian, biji kosong yang berwarna putih atau coklat terkadang masih dijumpai. Terbentuknya biji kosong yang berwarna coklat biasanya disebabkan karena kelebihan dosis pemupukan unsur hara phospor (P205.).

    METODE PENGECAMBAHAN BENIH SEMANGKA NON BIJI MODEL SITUBONDO

    Usaha budidaya semangka, baik yang berbiji maupun yang nonbiji, pada dasarnya hampir sama, tetapi pelaksanaannya ada sedikit perbedaan terutama dalam proses perkawinan antara bunga jantan dan bunga betina serta dalam perlakuan pengecambahan biji. Pada semangka nonbiji diperlukan proses pengecambahan dan penyemaian yang spesifik yang tidak dilakukan pada semangka berbiji. Seringkali dalam budidaya semangka nonbiji mengalami kegagalan akibat dari penyemaian benih yang kurang benar sehingga menyebabkan benih yang disemai mengalami kegagalan tumbuh. Perlakuan yang spesifik pada benih semangka nonbiji diperlukan dalam penyemaiannya karena benih semangka non biji memiliki kulit biji yang tebal dan keras, endosperm (cadangan makanan dalam biji) yang kecil, dan kotiledon (calon akar) sangat kecil, sehingga sangat dianjurkan kepada para petani untuk tidak menyimpan benih semangka nonbiji terlalu lama karena daya tumbuhnya cepat sekali turun. Memperhatikan keadaan tersebut di atas dalam budidaya semangka nonbiji sangat dianjurkan untuk melakukan pengecambahan sebelum bibit disemai, sehingga akan diperoleh manfaat, di antaranya:

    1. Mengurangi kematian benih.
    2. Mempertinggi persentase daya tumbuh.
    3. Mempercepat penyemaian benih.
    4. Menyeragamkan pertumbuhan tanaman.
    5. Menghemat pemakaian benih.
    6. Menghindari kekurangan benih.
    7. Meminimalkan serangan hama penyakit dan memudahkan perawatan.

    Dalam proses pengecambahan benih semangka non biji banyak cara yang dilakukan oleh petani, dan di setiap daerah memiliki cara yang berbeda. Akan tetapi, pada dasarnya hanya mengacu pada persyaratan berkecambahnya benih semangka non biji. Persyaratan untuk berkecambahnya benih adalah suhu antara 25-300 C dan tidak membutuhkan sinar matahari secara langsung.

    Mengingat kulit biji semangka yang cukup tebal, perlu dibantu dengan memecahkan kulit bagian atas biji supaya calon akar semangka mudah tumbuh
    Tanaman yang sejak pindah tanam sudah tumbuh sehat diharapkan mampu menghasilkan buah yang optimal

    CARA PENGECAMBAHAN BENIH YANG BIASA DILAKUKAN PETANI SITUBONDO

    Pertama – tama benih disiapkan sesuai kebutuhan dan dikeluarkan dari wadahnya. Setiap bagian ujung benih dipecah kulitnya dengan menggunakan gunting kuku dan menjepitnya pada bagian tengah gunting kuku, maksud dari perlakuan ini adalah untuk memudahkan kotiledon keluar dari bagian kulit biji serta memudahkan biji menghisap air dari luar. Dalam pelaksanaannya, kita harus hati-hati agar bagian kotiledonnya tidak ikut pecah, karena apabila bagian kotiledon pecah akan mengakibatkan pecahnya bagian pangkal batang kelak kalau sudah ditanaman di lapangan. Setelah benih dipecahkan, selanjutnya benih direndam dalam larutan zat pengatur tumbuh dan fungisida selama kurang lebih 1-2 menit. Selanjutnya benih tersebut diletakkan pada 6 lembar kertas merang yang telah dibasahi dengan larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh. Setelah benih diletakan dan ditata kemudian ditutup kembali dengan 6 lembar kertas merang yang telah dibasahi dengan larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh, kemudian letakkan dan tata kembali benih yang telah direndam tadi diatasnya, tutup dengan kertas merang. Begitu seterusnya sampai berlapis-lapis, hingga benih yang akan dikecambahkan habis. Untuk lapisan paling bawah dan paling atas diberi lapisan kardus agar kecambah atau calon akar tumbuh lurus. Bagian bawah dan atas media kita beri lapisan kaca tebal seukuran kertas merang kemudian kita press dengan cara yang tepat dan diikat dengan kuat. Setelah itu, masukkan ke dalam kotak kardus yang agak longgar, kemudian ditutup dengan rapat agar suhu udara dalam kotak tetap hangat dengan suhu antara 20-300 C. Kotak tersebut diplester atau dilakban plastik pada setiap sisinya, kemudian disimpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Setelah diperam 40-42 jam media pengecambahan tersebut kita buka dan biasanya benih telah berkecambah dengan ukuran calon akar kurang lebih 1 cm. Kecambah-kecambah tersebut selanjutnya kita tanam pada polybag-polybag yang telah disiapkan dengan dengan bagian calon akar kecambah menghadap ke bawah. Untuk biji-biji yang perkecambahannya belum normal, kita peram kembali selama beberapa jam, baru setelah berkecambah dengan normal kita tanam pada polybag. (Red).

    Sumber: http://www.tanindo.com/abdi4/hal0401.htm

    Posted on Monday, May 31st, 2010

    Tags: ,

    83 Responses to “BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI”

    1. I added your blog to bookmarks. And i’ll read your articles more often! Before this, it would be possible for the government to arrest you just based on whatever you were saying, if they didn’t like it.

    2. You got numerous positive points there. I made a search on the issue and found nearly all peoples will agree with your blog.

    3. You really make it seem so easy with your presentation but I find this topic to be really something which I think I would never understand. It seems too complicated and very broad for me. I am looking forward for your next post, I will try to get the hang of it!

    4. I am curious to find out what blog system you’re working with? I’m experiencing some minor security problems with my latest blog and I would like to find something more safeguarded. Do you have any recommendations?

    5. I do like the manner in which you have presented this particular concern plus it really does provide us some fodder for thought. Nonetheless, from everything that I have witnessed, I just simply wish as the responses pile on that people remain on point and not start upon a tirade regarding the news of the day. Anyway, thank you for this exceptional piece and while I do not necessarily go along with it in totality, I respect the perspective.

    6. Recommended Sites…

      [...]below you can check out my links page http://www.yeastinfectiontreatmentcure.net/links/ with some great sites that I think you should definitely go visit[...]…

    7. I’ve really found out a great deal studying this page. Plainly especially excellent content here.

    8. I hoped much more from this text. I found it on MSN and hoped it will be more informative

    9. Stacia Czysz says:

      When I introduce this website to my dad, he’s been unwilling to visit. But you guys just know how to win him back with all the quality posts you all posted. now he’s a convert and read your website as soon as there’s an update.

    10. I don’t normally comment on blogs.. But nice post! I just bookmarked your site

    11. Hi are using WordPress for your blog platform? I’m new to the blog world but I’m trying to get started and create my own. Do you require any html coding knowledge to make your own blog? Any help would be really appreciated!

    12. This post is very usefull thx!

    13. Deference to article author, some fantastic entropy.

    14. Peter says:

      I do enjoy the way you have presented this specific challenge plus it does give me a lot of fodder for consideration. However, from everything that I have witnessed, I simply hope when the reviews pile on that folks continue to be on point and not embark upon a soap box of the news of the day. Yet, thank you for this fantastic point and even though I do not necessarily concur with the idea in totality, I respect the perspective.

    15. Fantastic blog you have here but I was curious about if you knew of any forums that cover the same topics discussed here? I’d really love to be a part of group where I can get feedback from other knowledgeable individuals that share the same interest. If you have any recommendations, please let me know. Bless you!

    16. Superb blog and wonderful design and style.

    17. Linda Ammon says:

      I’m obtaining an important minimal trouble I cant seem to be capable of subscribe your personal feed, I’m dealing with the various search engines reader.

    18. Lots of interesting content

    19. It constantly is amazing to me exactly how Bloggers for example your self can find enough time and also the commitment to keep on Producing great discussions your blog is excellent and one of my personal need to read blogs, I’d been more than impressed with the blog post I simply wanted to thank you and congratulations

    20. Reseguider says:

      hm… sorry for being a little boring but i believe your website could look a bit better and a little more easy to the eyes if it got a little more of a white vibe to it, but that is only me. great article anyhow! :P Best regards, Reseguider

    21. I found a lot of information on the blog. Waiting for more.

    22. Thanks for this glorious article. One more thing to mention is that the majority of digital cameras are available equipped with a zoom lens that permits more or less of that scene for being included simply by ‘zooming’ in and out. Most of these changes in the aim length tend to be reflected within the viewfinder and on significant display screen at the back of the particular camera.

    23. Resguiden says:

      kind of enjoyed this article =) not all of it – there were a few things which i found a tad off however all in all it was a nice read, thanks for the article! =) Sincerely, Resguiden

    24. Ani Lafiu says:

      actually, i just trying to try…hehe

    25. Ani Lafiu says:

      actually, I still have to learn..hhe

    26. fkawau says:

      This is the penalize BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI Diyani's Blog diary for anyone who wants to essay out out most this theme. You observe so often its almost debilitating to argue with you (not that I rattling would want…HaHa). You definitely put a new gyrate on a matter thats been statute around for age. Good lug, simply enthusiastic!

    27. This is the straight BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI Diyani's Blog journal for anyone who wants to assay out out some this theme. You request so more its virtually effortful to debate with you (not that I real would want…HaHa). You definitely put a new aerobatics on a content thats been longhand nigh for geezerhood. Discriminating hokum, but eager!

    28. I have been surfing online more than three hours today, yet I never found any interesting article like yours BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI Diyani's Blog. It’s pretty worth enough for me. In my opinion, if all site owners and bloggers made good content as you did, the internet will be much more useful than ever before.

    29. Nice post at BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI Diyani's Blog. I was checking continuously this blog and I’m impressed! Very useful information specially the last part :) I care for such info a lot. I was seeking this certain info for a long time. Thank you and best of luck.

    30. This is the accurate BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI Diyani's Blog blog for anyone who wants to assay out out most this substance. You note so more its almost debilitating to contend with you (not that I truly would want…HaHa). You definitely put a new rotate on a matter thats been printed nearly for period. Nice choke, only enthusiastic!

    31. BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI Diyani's Blog I was recommended this website by my cousin. I am not sure whether this post is written by him as nobody else know such detailed about my trouble. You are wonderful! Thanks! your article about BUDIDAYA SEMANGKA TANPA BIJI Diyani's BlogBest Regards Cindy

    32. Google says:

      Google…

      Here are some of the internet sites we advocate for our visitors…

    Your Reply