0

WISATA STRAWBERRY

Posted by dianru on June 13, 2010 in Uncategorized |

Buah strawberry seperti sudah berjodoh dengan kota Lembang. Betapa tidak pesona buah merah berbentuk hati ini tampak kian melekat saja dengan kota di kaki Gunung Tangkuban Parahu itu. Strawberry kini menjadi salah satu tanaman idola bagi para petani di daerah tersebut.


(foto:dok:idrakh)

Para pengusaha pun seakan berlomba untuk memanfaatkan berbagai potensi dari buah asal negeri Paman Sam itu. Sudah banyak lahan kosong yang disulap menjadi tempat wisata dengan menjadikan strawberry sebagai daya tariknya. Bisnis makanan dan minuman olahan dari strawberry pun tak kalah menggeliatnya.

Sejumlah tempat baru yang menawarkan wisata strawberry dengan menggabungan dengan konsep lain seperti arena outbound banyak bermunculan bak jamur di musim hujan. Alhasil beberapa tempat yang kalah dalam berinovasi harus rela gulung tikar. Posisi mereka digantikan oleh tempat-tempat wisata strawberry yang lebih menarik, dan memiliki tempat lebih strategis. Sebagai contoh, sejumlah tempat wisata strawberry yang pernah saya angkat pada tulisan “strawbery walk, wisata strawberry petik sendiri,” saat ini banyak yang sudah lenyap, diganti oleh tempat wisata lainnya.

Salah satu tempat wisata strawberry yang kini sedang laris dikunjungi misalnya saja Dapur Lembang, yang terletak tak jauh dari gerbang masuk kota. Setiap akhir pekan lokasi ini tampak selalu dipenuhi para wisatawan, terutama wisatawan asal ibukota. Tempat wisata petik strawberry lainnya bisa Anda jumpai di Cibogo (misalnya Dante), Ciburial, atau sekitar pabrik susu PT Baru Adjak. Anda juga bisa menyusuri jalan ke arah ke Maribaya, hingga Cibodas. Di sana terdapat sejumlah perkebunan strawberry yang bisa dikunjungi. Strawberry hasil petik sendiri ini dijual dengan harga rata-rata Rp. 50.000 – 80.000,-/kg plus satu cangkir juice strawberry.


(foto:dok:idrakh)

Tak hanya bagi pariwisata, buah merah ini pun banyak memberi berkah bagi para petani strawberry. Selain mereka bisa menarik untung lewat penjualan bibitnya, strawberry asal Lembang dan sekitarnya ini pangsa pasarnya juga ternyata sudah merambah ke berbagai hotel dan restoran. Hal tersebut bisa dilakukan berkat bantuan koperasi atau sejumlah pengumpul di sekitar perkebunana mereka.

Tak hanya melayani order dalam partai besar, kita juga bisa membelinya secara eceran. Buah tersebut bisa dibeli dalam kondisi yang masih segar, atau yang sudah beku, yang biasanya digunakan untuk bahan juice. Strawberry dalam bentuk beku itu harganya lebih murah, biasanya dijual pada kisaran Rp.20.000,-/kg.

Pada sektor makanan dan minuman, bisnis hasil olahan buah strawberry ini pun tak kalah menggeliat dengan sektor perkebunan dan wisata strawberry. Beberapa industri skala rumah tangga banyak bermunculan. Dari mulai juice, yoghurt, es mambo, es buah, dan lain-lain. Gerai mereka bisa Anda datangi di kawasan Cijeruk atau Kompleks BTN Lembang. Aneka olahan makanan dan minuman tersebut dijual dengan harga yang terjangkau. Misalnya yoghurt yang dibandrol dengan harga Rp. 6000,-/buah. Namun bila melihat uraian di atas strawberry memang seperti menemukan dunianya di Lembang. Buah strawberry kota tersebut seakan menambah manis pesona Lembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 3 = 2

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2010-2014 dian regina utami All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.2.4.1, from BuyNowShop.com.