MIMPI NEGARA ISLAM

Friday, May 6, 2011

BENARKAH GAGASAN NEGARA ISLAM SUDAH HILANG ?

Negara Islam Indonesia (NII) didirikan pada 7 Agustus 1949 di wilayah jawa barat. oleh Kapten Kartosuwiryo sebagai pendiri dan pemimpin. Kapten Kartosuwiryo mendirikan NII bertujuan untuk mengubah NKRI menjadi NII, beliau memiliki impian ingin mengubah Negara Indonesia menjadi NII yang berdaulat. Karena beliau merasa pada saat itu Indonesia hanya mengenal agama Islam sekedar nama, oleh karena itu beliau ingin mengubahnya agar Indonesia lebih mengenal agama Islam secara sifat. Dalam proses perubahan itu beliau menyampaikannya dengan cara berdakwah sehingga tidak seperti yang diberitakan sekarang ini, yaitu yang sering kita dengar dengan cara kekerasan dan pemaksaan dalam penyampaiannya. Dalam proses berjalannya NII tidak ada pungutan biaya, hanya ada iuran yang pembayarannya dihitung dari 2,5% dari penghasilanyang didapat. Didalam NII terdapat 3 fraksi diantaranya fisabililah yaitu tidak adanya kekerasan, sabililah yaitu adanya kekerasan dan tidak ke duanya yaitu jama’ah biasa yang lebih kultur karena sama sama dari NII.

Namun timbulnya NII menyebabkan dampak negatif yaitu menimbulkan adanya peperangan antara pasukan TNI yang mendukung NKRI dengan pasukan NII. Selama peperangan berlangsung Kartosuwiryo memiliki strategi, beliau bersembunyi di gunung perbatasan garut dan bandung, ia tidak turun gunung selama 2 bulan. Namun strateginya tida berhasil beliau dipaksa dibawa ke daerah barathayudha tepatnya di Cipanas,Garut karena disana terdapat posko siliwangi bersama DTII. Dari penangkapan Kartosuwiryo ini, 190 orang dari 300 orang pasukan Kartosuwiryo ditangkap. Ketika penangkapan tersebut Kartosuwiryo membuat surat maklumat imam yang berisikan ia menyuruh pasukan NII menyerah dan kembali ke pangkuan NKRI, namun masih ada 600 pasukan dato DTII yang tidak mau menyerah. Ketika Kartosuwiryo dihukum dan diadili saat itu ia menyatakan bahwa ia tidak akan bertanggung jawab pada prajurit yang tidak mematuhi maklumat yang ia buat. Setelah terjadi peperangan itu tepatnya di hari Idul Adha Kapten Kartosuwiryo diculik dan dilarikan ke Bogor tepatnya di Mesjid Baiturahim, beliau dinyatakan divonis mati dengan alasan percobaan pembunuhan. Bisa kita simpulkan bahwa NII dibubarkan dan dikembalikan kepada NKRI setelah dikeluarkannya Maklumat No 14 pada tanggal 6 juli 1962.

Terkait dengan berita NII pada saat ini, NII sangat disangkut pautkan dengan Pondok Pesantren Al-zaitun dibawah pimpinan Pandji Gumilang. Dalam pemberitaan ini Panji Gumilang membantah adanya keterkaitan dengan NII. Al-zaitun telah dibangun selama 11 tahun, dan dalam pembangunannya mendapat kucuran dana dari seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini patut dipertanyakan, menurut Jimly Asshidiqe seorang mantan ketua mahkamah konstitusi menyatakan bahwa terdapat keganjilan adanya pondok pesantren bagaikan istana ditengah-tengah hutan, ia berpendapat bahwa pondok pesantren ini mendapatkan pihak tertentu yang tak lain adalah NII dan terorisme. Dan  ia merasa adanya keganjilan dalam penyampaiannya ajaran di pondok pesantren ini. Oleh karena itu ia menyarankan kepada aparatur hukum untuk segera menindak lanjuti kasus NI. Kasus NII mengajarkan kekerasan dan pemaksaan sehingga dapat dikaitkan dengan UU anti terorisme dalam sistem demokrasi. Seharusnya aparat hukum tidak boleh memonopoli kasus ini dengan alasan undang-undang yang belum sempurna atau belum lengkap, seharusnya mekanisme negara harus tetap berjalan biar saja hakim yang menilai. Pengadilan tidak boleh menolak hanya karena undang-undang yang belum sempurna, tapi yang penting ada bukti-bukti hukumnya.

Dengan adanya kasus ini masyarakat harus dicegah dalam mencapai impian yang tidak produktif seperti ini, masyarakat harus disadarkan bahwa pancasila adalah akhir dari ideologi NKRI yang tidak boleh diubah dan tidak boleh ada lagi ideologi baru. Aparatur negara harus bisa mendudukan elaborasi tentang kasus NII yang asli atau palsu. Karena sebenarnya NII yang sedang beredar saat ini dilatar belakangi oleh komunis yang berkedok NII yang berbeda dengan NII pada masa sejarah dulu.

 

Leave a Reply

99 − 97 =