Pelaksanaan Kegiatan: Tanaman Obat Keluarga (TOGA)


‘Tanaman Obat Keluarga sebagai Salah Satu Solusi Lingkungan yang Sehat”

Respon dan Tingkat Partisipasi Masyarakat

Rangkaian kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana awal dan berjalan dengan cukup baik. Mengacu kepada keinginan untuk membantu menyukseskan salah satu program pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia khususnya warga Desa Wangunjaya dengan cara menghimbau warga untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumahnya dengan penanaman tanaman obat atau tanaman hias yang mempunyai khasiat sebagai obat yang biasa dikenal dengan nama TOGA (Tanaman Obat Keluarga) telah berhasil dilakukan dengan baik.

Respon masyarakat terhadap kegiatan yang kami lakukan dinilai sangat baik terutama oleh ibu-ibu rumah tangga. Hal ini dibuktikan dengan tingkat ketertarikan ibu-ibu warga Desa Wangunjaya dalam mengikuti penyuluhan dan pengisian angket yang menunjukkan respon penerimaan materi yang sangat baik. Berkaitan dengan hal ini, pasrtisipasi masyarakat cukup baik dalam pelaksanaan program, masyarakat terutama ibu-ibu PKK terlibat langsung dalam penyelenggaraan penyuluhan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dan publikasi kepada sesama warga desa.

Kaderisasi di Luar Lingkungan Perangkat Desa

Penyuluhan  mengenai himbauan untuk melaksanakan program TOGA yang kami lakukan dalam rangka menyukseskan salah satu program pemerintah yang saat ini sedang giat-giatnya digalakan sedikit banyak dapat membantu khususnya dalam proses peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Desa Wangunjaya. Dengan beberapa pertemuan diskusi kami dengan ibu-ibu PKK, ibu bidan Desa Wangunjaya dan izin dari Kepala Desa Wangunjaya kami meneyelenggarakan penyuluhan-penyuluhan secara random sebanyak tiga kali di posyandu-posyandu Desa Wangunjaya. Dalam memaksimalkan hasil dan pelaksanaan program TOGA kami meminta bantuan dari Kepala Desa Wangunjaya beserta staf dan Ibu-ibu PKK untuk terus mengingatkan dan menghimbau masyarakatnya untuk melakukan penanaman TOGA di rumahnya, sehingga secara bertahap derajat kesehatan warga masyarakat Desa Wangunjaya dapat meningkat seiring dengan meningkatnya pengetahuan warga mengenai pengobatan secara mandiri melalui tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai obat.

Kendala yang Dihadapi

Dalam pelaksanaan program penyuluhan TOGA (Tanaman Obat Keluarga), kami menemukan beberapa kendala dalam menentukan waktu dan tempat untuk melakukan penyuluhan karena sangat sulit mencari waktu dimana masyarakat dapat berkumpul untuk mendengarkan penyuluhan. Kendala ini akhirnya kami siasati dengan mengubah sasaran penyuluhan hanya kepada ibu-ibu rumah tangga saja dan pelaksanaannya pun kami sesuaikan dengan waktu diadakannya posyandu di Desa Wangunjaya sehingga kami tidak perlu mencari waktu lain untuk melakukan penyuluhan dan masyarakat pun dengan sendirinya akan datang mendengarkan penyuluhan.

Manfaat dan Hasil Guna Bagi Masyarakat, Mahasiswa, dan Pihak Lain

Manfaat dan hasil yang dirasakan masyarakat dengan adanya pelaksanaan program ini adalah dapat menambah pengetahuan warga Desa Wangunjaya mengenai manfaat TOGA, tanaman apa saja yang banyak dimanfaatkan sebagai TOGA, cara penggunaan TOGA, dan penyakit apa saja yang dapat disembuhkan dengan TOGA. Selain itu manfaat dari program TOGA itu sendiri adalah dapat meningkatkan derajat kesehatan warga Desa Wangunjaya dan dapat pula meningkatkan tingkat perekonomian warga Desa Wangunjaya bila TOGA yang ditanam dikomersialkan oleh warga. Manfaat ini tentunya dapat dirasakan untuk semua warga Desa Wangunjaya dari semua kalangan.

Manfaat bagi pihak lain, dalam hal ini pemerintah daerah, adalah  sebagai sarana untuk membantu menggalakkan  salah satu program pemerintah dalam rangka upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat pedesaan melalui himbauan dan anjuran untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumahnya untuk ditanami oleh tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai obat selain sebagai tanaman hias.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini bermanfaat sebagai ajang penerapan ilmu yang telah dipelajari selama duduk di bangku kuliah secara nyata untuk masyarakat khususnya ilmu yang mempelajari penggunaan tanaman sebagai obat  tradisional. Selain itu mahasiswa juga dapat memanfaatkan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk membagi dan menyumbangkan ilmu pengetahuan kepada masyarakat khususnya ilmu pengetahuan di bidang farmasi.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil observasi kami dalam bidang kersehatan mencakup tingkat kesakitan,keterbatasan fasilitas dan tenaga medis, serta sulitnya diperoleh obat-obatan, maka kami menarik kesimpulan bahwa diperlukan adanya alternatif pengobatan mandiri yang dapat menunjang tingkat kesehatan  warga masyarakat Desa Wangunjaya berupa TOGA (Tanaman Obat Keluarga). Selain itu, program TOGA ini juga didukung oleh kemampuan warga dalam bercocok tanam yang sangat baik dan melimpahnya lahan kosong yang masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh warga Desa Wangunjaya.

Saran

Berdasarkan program penyuluhan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yang telah dilaksanakan maka terdapat beberapa hal yang perlu disarankan untuk memaksimalkan hasil dari penyuluhan yang dilakukan. Beberapa hal yang dapat disarankan antara lain:

  1. Perlunya keterlibatan perangkat desa untuk senantiasa mengingatkan warganya dalam memanfaatkan TOGA dengan sebaik-baiknya.
  2. Perlunya peran putra daerah sebagai penerus dan penggalak kegiatan pemanfaatan TOGA agar dapat tercipta masyarakat dan lingkungan desa Wangunjaya yang sehat dan segar.
  3. Perlunya kerja sama dari bidan dan tenaga kesehatan lain yang ada di Desa Wangunjaya untuk melakukan penyuluhan-penyuluhan lanjutan mengenai manfaat dan cara penggunaan tanaman sebagai obat.

DAFTAR TANAMAN OBAT, MANFAAT, DAN CARA PENGGUNAANNYA



  1. No comments yet.
(will not be published)