Blokir Internet-mu Blokir Internet-ku..

Minggu-minggu ini yang sedang hangat apalagi sih selain penangkapan koruptor, ribut-ribut artis (ah tapi kapan ngga ributnya sih, artis gitu loh), dan pemblokiran 7 situs yang dianggap berperan penting dalam penyebaran film FITNA nya Geert Wilder si anjing Belanda.

Ketujuh situs tersebut adalah Youtube, MySpace, Metacafe, Rapidshare, Multiply, Liveleak dan Themoviefitna.com

Yang menarik adalah bahwa selain dipakai untuk hal-hal semacam yang dilakukan Geert Wilder si anjing Belanda itu, ternyata situs-situs tersebut juga digunakan untuk hal-hal lain yang terkategori mubah. Ambil contoh laporan tentang Speedy Blokir 7 Situs, Ibu Rumah Tangga Menjerit! [detikinet].
Situs multiply ternyata banyak digunakan oleh pengusaha rumah tangga untuk mengembangkan usahanya yang berbasis komunitas internet.

Selain informasi diatas, menarik juga untuk memperhatikan apa yang terjadi di RRC, seperti laporan Mantan Google China Terjerat Kasus Pornografi Artis [detikinet]
Cina yang kapitalistik (sosialisme nya udah mulai miring ke kapitalistik, IMHO) itu saja, berusaha menyaring hal-hal yang dapat membuat rakyatnya bego. Heee!!! Bukan berarti aku inginkan negara seperti cina loh yah. Ini mah perbandingan kasar aja…

Kalau sudah seperti ini, sangat menarik sekali pemaparan penulis buku Nidzamul Islam (Aturan Hidup Islam) Taqiyuddin An-Nabhani. Dengan cerdas beliau membahaskan bahwa dalam khazanah hukum islam ada hal yang beliau istilahkan dengan Hadharah dan Madaniyyah.

Thank’s utk mas Fathoni yang sudah memberikan paparan menarik tentang fenomena ini. Baca uraiannya di Hidup Islami dengan Teknologi

Setuju, teknologi adalah pisau bermata dua. Pemegangnyalah yang menentukan apakah akan digunakan untuk kebaikan dan pembelaan terhadap Islam ataukah justru untuk menikam kaum muslimin sendiri.

Pemerintah memang punya kemampuan dan wewenang untuk mengarahkan teknologi. Pemblokiran ketujuh situs yang berandil dalam menghina Islam (atau agama apapun) jelas adalah porsi pemerintah. Memang begitulah seharusnya. Bahkan seharusnya konten lain yang membegokan rakyat pun harus di saring. Masa kalah dibandingkan dengan RRC yang kafir itu?!?

Dan tentunya porsi yang mubah pun dapat diakomodir, bahkan di ajak. Sehingga tidak mereka-mereka yang menggantungkan “sebagian rejeki” (rejeki ilmu dan uang)-nya dari multiply tidak protes-protes seperti sekarang ini. Bahkan seharusnya para user sendiri yang meninggalkan provider konten2 diatas jika provider tersebut memposisikan diri termasuk barisan penghina agama.

Pandangan bodoh saya, jika benar respon dari YouTube seperti dalam YouTube Akhirnya Merespons! [detikinet] maka pemerintah bisa mengontrolnya melalui mekanisme ini.

One Response to “Blokir Internet-mu Blokir Internet-ku..”

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.

About

Name:
Derry Adrian, aka "derryadrian"

Email:

Web Site:

http://boozet.org/derryadrian

Yahoo IM:

Kategori Posting