Tips Bermesraan bagi Pengantin Baru di Bulan Ramadhan, tetap Mesra tapi sesuai Aturan

Duh, bahagianya yang jadi pengantin baru, inginnya selalu bersama dan mesra-mesraan setiap saat.  Tapi ingat, tidak lama lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan ya.  Tahu sendiri kan, kalau bulan puasa itu kita harus menahan hawa nafsu termasuk dalam hal ini tentu saja nafsu syahwat.  Dimana pada siang hari pasangan suami istri tidak diperbolehkan melakukan hubungan intim, bahkan hukumnya haram.

Larangan berhubungan badan di siang hari pada bulan Ramadhan tidak boleh diabaikan.  Pasalnya ada beberapa sanksi berat yang wajib dilaksanakan jika kita nekat melanggar larangan tersebut.  Yaitu wajib membebaskan budak atau puasa selama 2 bulan berturut-turut, atau bisa juga dengan memberi makan kepada 60 fakir miskin.  Cukup berat kan?

Nah, agar puasa tetap lancar dan berpahala ada baiknya pasangan pengantin baru belajar untuk menahan diri.  Meski begitu, bukan berarti pasangan suami istri tidak boleh bermesraan atau berhubungan badan di bulan Ramadhan.  Tetap boleh kok, bahkan hubungan suami istri pada pasangan yang sudah sah termasuk ibadah. Tapi ingat ya, cuma di waktu malam setelah berbuka dan sebelum imsak (baca: batasan bermesraan saat puasa ramadhan) .  Berikut ini adalah beberapa tips bermesraan bagi pasangan pengantin baru di bulan Ramadhan yang bisa dicoba.

  1. Mengatur waktu terbaik untuk bermesraan

Namanya pengantin baru, maunya pasti nempel terus dan bermesraan setiap saat.  Tapi khusus di bulan Ramadhan, baik pengantin baru maupun lama tetap harus mematuhi perintah Sang Pencipta yang jelas melarang berhubungan badan di siang hari.  Allah SWT berfirman:  “Dihalalkan bagi kalian pada malam puasa untuk menggauli istri-istri kalian” (QS Al-Baqarah: 187).

Melihat kerasnya larangan tersebut, maka perlu diatur waktu terbaik untuk bermesaraan agar hubungan suami istri tetap harmonis.  Waktu terbaik tentu saja setelah selesai berbuka dan sholat tarawih.  Toh masih banyak waktu kan untuk berduaan sebelum masuk waktu sahur dan imsak?

Meskipun puasa dalam keadaan junub tetap diperbolehkan, namun alangkah baiknya pasangan suami istri pengantin baru segera mandi besar untuk melaksanakan sholat subuh.  Pada dasarnya junub tidak membatalkan puasa, karena syarat sah puasa bukanlah suci hadats besar dan kecil.  Tapi untuk melaksanakan sholat tentu saja kita harus suci dari hadats besar dan kecil.

Dari Aisyah dan Ummu Salamah r.a:  “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memasuki waktu subuh, sementara beliau sedang junub karena berhubungan dengan istrinya.  Kemudian beliau mandi dan berpuasa.  (HR.  Bukhari dan Muslim).

  1. Short time, why not?

Melakukan aktifitas seksual short time bersama pasangan bisa menjadi alternatif pilihan bagi pasangan pengantin baru jika khawatir tidak bisa bangun tepat waktu saat sahur.  Jika sebelumnya pasangan suami istri memiliki momen mesra yang cukup lama dalam aktivitas seksual, maka di bulan Ramadhan durasinya bisa sedikit dikurangi agar memiliki cukup waktu untuk beristirahat dan tetap fit menjalani ibadah puasa.

  1. Sikap saling pengertian dan jalin komunikasi dua arah

Sikap saling pengertian sangat dibutuhkan dalam kehidupan suami istri termasuk dalam hal hubungan seksual.  Agar kehidupan seksual pasangan suami istri tetap harmonis dan berkualitas, sebaiknya diawali dengan komunikasi yang intens antara keduanya.  Hal ini sangat penting agar tidak ada pihak yang merasa dikecewakan.  Menjalin komunikasi dua arah mutlak diperlukan oleh pasangan suami istri, dengan begitu masing- masing akan belajar untuk memahami keinginan pasangannya.

Selain itu, menyibukkan diri di siang hari dengan rutinitas harian bisa menjadi salah satu cara agar terhindar dari godaan syahwat.  Mengobrol ringan atau aktivitas bersama tetap bisa dijalani berdua, tanpa harus menjurus pada urusan seksual.  Harus tetap ingat bahwa kita masih puasa dan hindari kontak fisik yang berlebihan agar tidak membangkitkan gairah.

Harus diingat bahwa bermesraan antara suami istri tanpa terjadi persetubuhan di siang hari hingga keluar mani bisa membatalkan puasa dan wajib menggantinya di lain waktu.  Jadi sebelum tergoda untuk bermesra-mesraan, sebaiknya tetap fokus dengan aktifitas yang dilakukan.  Nanti toh ada waktu tersendiri setelah berbuka puasa dan tarawih kan?

Dengan mengatur dan memilih waktu terbaik untuk bermesaraan, kebutuhan biologis suami istri bisa tetap terpenuhi sehingga kehidupan seksual semakin harmonis. Tentu ada banyak rambu-rambu dalam menjalankan ibadah puasa, seperti yang disebutkan dalam website http://www.tongkronganislami.net/ , yang terpenting ibadah puasa bisa tetap dijalani dengan lancar tanpa halangan.

Comments are closed.