Anda Ingin Mendesain Pagar Rumah? Ikuti Tips Arsitek Berikut Ini Sebelum Membangunnya

Merebaknya pemukiman bertipe klaster yang didesain oleh banyak arsitek seakan membuat pamor pagar menurun. Kini di perumahan-perumahan modern tersebut, bagian depan hunian tak Iagi dibatasi bentangan pagar. Sistem keamanan pun ditentukan oleh area terdepan perumahan, yang dijaga oleh pos penjagagaan dengan beragam teknologi terkini. Pagar yang biasanya hadir dalam konsep desain sang arsitek seakan tak dibutuhkan lagi.

Namun, di perumahan-perumahan berkonsep Iama,atau bahkan hunian-hunian yang dibangun dari kaveling tanah, pagar masih dilirik sebagai elemen rumah yang utama. Biasanya, di area permukiman seperti ini, kuantitas rumah cenderung banyak, berbeda jauh dengan kompleks hunian bertipe klaster. Alhasil, pengamanan secara massal pun lebih sulit dilakukan. Otomatis, para penghuni pun harus memiliki sistem keamanan hunian sendiri. Salah satunya, dalam konsep desain masterplan-nya sang arsitek menerapkan pagar di sekeliling area rumahnya.

Dalam mengolah masterplan sebuah hunian pemukiman, memang dibutuhkan skill dan pengalaman tertentu seorang arsitek. Tidak banyak arsitek yang paham tentang masalah ini, sehingga konsep desain pada masterplan perumahan yang didesain terkesan kurang selaras dengan lingkungan dan bahkan tidak jarang menyalahi aturan yang ada. Untuk itu, pengalaman seorang arsitek dibutuhkan disini. Dan salah satu konsultan arsitek yang cukup berpengalaman yang penulis kenal dan banyak direkomendasikan adalah Arsitek Online yang situsnya bisa Anda kunjungi pada tautan Arsitek ini. Di situsnya itu Anda bisa melihat konsep desainnya yang asri, ramah lingkungan dan tentunya menarik dari segi estetikanya, terutama pada pagar yang tengah kita bahas pada artikel ini.

Sebenarnya Fungsi Pagar Itu Apa Sih?

Bagaikan barisan prajurit yang menjaga istana, jajaran pagar membentang kokoh, mengelilingi bangunan rumah, seolah sedang merengkuhnya dan melindunginya. Memang, itulah fungsi utama pagar bagi sebuah rumah dari segi konsep seorang arsitek, memberi rasa aman secara harfiah dan psikologis bagi para penghuninya. Bila Anda terlelap di malam hari, atau harus meninggalkan rumah Anda dalam jangka waktu lama, Anda tak perlu was-was terhadap keamanan hunian Anda.

Di Iuar faktor keamanan, terlihat jelas bahwa pagar berguna untuk membatasi wilayah teritori dan kepemilikan properti Seseorang, dengan wilayah lainnya, salah satunya adalah rum
ah. Batasan visual tersebut menghadirkan kesan privat bagi sebuah area rumah. Bahkan, terdapat beberapa rumah, yang meninggikan pagarnya, dengan tujuan agar area pandang orang asing pada area rumahnya dapat dibatasi.

Selain itu, tampilan pagar pun oleh arsitek dapat didesain sekaligus menjadi aksen dekoratif bagi rumah Anda. Terlebih lagi, bentuk pagar pun semakin variatif seiring dengan perkembangan wawasan desain dan teknologi material yang semakin pesat. Identitas hunian pun dapat tampak secara jelas, mendukung karakter fasad yang berdiri kokoh di belakang pagan. Namun, tetap saja, desain pagar tak boleh melangkahi fungsi sebenarnya, yaitu sebagai pengaman dan pembatas area privasi bagi rumah Anda.

Setelah rumah Anda rampung dibangun, mungkin saja Anda ingin menambahkan pagar di area terdepan hunian Anda. Jangan asal memilih rancangan pagar ya? Terdapat beberapa kategori pagar yang baik dan sesuai standar. Seperti apa saja ketentuannya? Berikut penjelasan dari arsitek selengkapnya.

  1. Tidak Mengganggu Sirkulasi Udara.

Ketika sisi keamanan terpenuhi, saran arsitek upayakan agar Anda tidak melupakan segi kenyamanan hunian. Salah satunya dari segi sirkulasi udara. Bila Anda memilih pagar yang tinggi menjulang, upayakan agar tidak terlalu tertutup, dengan Iubang atau rongga, tempat angin masuk ke dalam area hunian harus tetap ada.

  1. Tidak Menganggu Nilai Estetika Dari Rumah

Sebaiknya, desain pagar dan fasad bangunan saling melengkapi, dan tidak saling bertabrakan, agar nilai estetis rumah yang diberusaha dimunculkan arsitek pada konsep desainnya tidak terganggu. Misalnya saja, bila Anda memiliki fasad bangunan modern kontemporer dengan bentuk asimetris, sesuaikan dengan pagar berbentuk sederhana dan warna yang senada.

  1. Mudah Dibersihkan

Berhubung Ietaknya berada di Iuar ruangan, debu-debu jalanan pun mudah menempel di permukaan pagar. Selain itu, kotoran seperti air hujan dan tanah, mungkin saja menyelusup di sela-sela pagar. Untuk itu, saran arsitek, pilih bentuk pagar yang mudah dibersihkan dan minim profil, guna memudahkan perawatan.

  1. Material dan Struktur Harus Kuat.

Bayangkan saja, bila material dan struktur pagar yang Anda gunakan, bersifat rentan, V. rapuh, dan mudah diutak-atik. Bisa-bisa, pagar ‘ Anda habis digondol orang-orang yang bemiat jahat. Pastikan, bahwa material yang Anda gunakan tak mudah dipatahkan, agar keamanan Anda pun Iebih terjaga Salah satu contchnya, adaiah material pabrikasi, seperti baja dan beron.

  1. Tahan Akan Perubahan Cuaca

Jangan sampai Anda Iupa, belakangan, cuaca di Indonesia seringkali tak menentu. Bisa saja, pada slang hari, udara terasa panas, namun,tiba-tiba hujan turun saat sore menjelang. Oleh karena itu, pilih material pagar yang tahan akan perubahan cuaca.

  1. Ukuran Sesuai Kebutuhan.

Tak ada salahnya Anda memesan pagar yang sesuai dengan kebutuhan hunian Anda. Misalnya bila Anda mengingnkan tingkat privasi tinggi, Anda bisa menggunakan pagar tinggi yang menutupi pandangan orang asing. Namun, bila Anda hanyak memerlukan pagar sebagai batas teritori dan aksen, Anda bisa memilih pagar berdimensi rendah.

  1. Tidak Menyalahi Aturan Properti

Meskipun area hunian merupakan hak milik pribadi, Anda harus tetap ingat bahwa Anda tinggal dalam sebuah pemukiman, dan hidup bertetangga. Jangan sampai pagar Anda menyalahi regulasi yang ada, seperti peletakan yang melebihi garis batas area milik Anda.

Arsitek sebagai profesi yang membidangi urusan ini selalu memberikan masukan agar rumah yang dibangun tersebut bukan hanya dapat terlihat cantik dan menawan, namun juga harus memperhatikan peraturan dan regulasi yang sudah ditetapkan pemerintah. Anda bisa menghubungi jasa arsitek yang terdaftar di Ikatan Arsitek Indonesia untuk mendapat penjelasan secara lebih detail lagi.

Mudah-mudahan artikel seputar pagar ini bisa bermanfaat dan bisa memberi pencerahan kepada Anda.

Comments are closed.