Category: Kegiatan ke PAUD


Tingkat pendidikan di Desa Cibeureuyeuh ini sudah cukup maju, dengan adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMA, dan Pesantren, namun belum terdapat SMP.

  • PAUD ‘Sinduwangi’

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Cibeureyeuh merupakan sekolah seperti Taman Kanak-Kanak (TK) namun nonformal. Latar belakang didirikannya PAUD karena tidak tersedianya pendidikan untuk usia dini di Desa Cibeureyeuh. Tidak adanya TK di Desa Cibeureyeuh ini dikarenakan orang tua siswa yang tidak mampu membayar biaya pendidikan di jenjang TK. Jumlah anak yang terdaftar ada 18 anak, dengan 4 guru pengajar dan 1 ketua pengelolanya. Usia termuda yang mengikuti PAUD adalah 3 tahun dan yang tertua yaitu 7 tahun. Fasilitas sarana dan prasarana di PAUD ini dapat dikatakan masih kurang, seperti ruang kelasnya yang lembab dan terasa gelap karena lampu untuk penerangannya kurang memadai, WC ada, tapi belum layak dikatakan WC sehat, dan mainan-mainan yang ada juga hanya seadanya saja dan jarang dipakai. Biaya pembangunan atau fasilitas-fasilitas dibantu oleh Yayasan HIMPAUDI dan donatur-donatur. Langkah-langkah untuk mendapatkan biaya dari HIMPAUDI adalah dengan pengajuan proposal ke kabupaten, kemudian dari kabupaten ke propinsi, lalu setelah itu ke kota. Kurikulum yang digunakan disamakan satu Kecamatan Conggeang. Untuk minat terhadap pendidikannya masih kurang, karena kurangnya pengetahuan orang tua akan pentingnya pendidikan anak usia dini.

  • SDN Cidempet

Sekolah Dasar Negeri Cidempet didirikan pada tahun 1975 sebagai SD Impres, dan berubah menjadi SD Negeri pada tahun 1986. Terdapat 6 kelas, dari kelas 1 sampai kelas 6. Awalnya hanya ada 5 kelas saja dari pemerintah, namun dengan adanya bantuan swadaya komite (orang tua) ruang untuk kelas ditambah satu. Ruang guru-guru dan kepala sekolah ada dalam satu ruangan saja. Ada 1 kantin dan 2 WC, namun untuk WC tidak memenuhi WC sehat. UKS, Musholla, dan perpustakaan belum ada. Jumlah murid sebanyak 106 murid dengan range usia : 6 tahun untuk kelas 1 dan 13 tahun untuk kelas 6. Asal siswa mayoritas dari Desa Cibeureyeuh dan sebagian lagi dari Desa Cipamekar. Tingkat kelulusan muridnya 100%, hampir semua melanjutkan sekolah, ada yang ke SMP, MTs, Pesantren, Basus. Jumlah staff pengajar ada 9 orang, terdiri dari 6 pengajar, 1 guru agama, 1 guru olahraga, dan 1 kepala sekolah yang juga sebagai pengajar matematika. 70% pengajarnya sudah S.Pd., sertifikasi pengajar baru ada 1 orang, yaitu kepala sekolahnya, dikarenakan terbentur kendala untuk sertifikasi pendidikan minimal harus S1. Kurikulum yang dipakai yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan). 1 jam pelajaran sama dengan 30 menit untuk kelas 1-3, sedangkan untuk kelas 4-6 adalah 35 menit. Biaya sekolah gratis, mendapat dana BOS, namun kendalanya dana BOS tidak terlalu berjalan dengan lancar, maka dari itu biaya operasional masih pinjam sana-sini. Bantuan pemerintah atas ajuan sekolah adalah buku, alat peraga, dan  IT, namun hingga sekarang baru buku yang diberikan. Terdapat kendala pula dalam mengajar, yaitu terbatasnya sarana dan prasarana.

  • SMAN 1 Conggeang

SMA Negeri 1 Conggeang yang berdiri pada tahun 1985 merupakan satu-satunya sekolah menengah atas yang ada di kecamatan Conggeang. Sekolah yang berlokasi di desa Cibeureuyeuh ini awalnya bernama SMPP (Sekolah Menengah Persiapan Pembangunan) yang berdiri pada tahun 1983. Awalnya SMPP ini terdiri dari 3 kelas, 1 ruang guru, dan 1 ruang tata usaha. Kemudian sekolah ini terus berkembang sehingga saat ini SMA Negeri 1 Conggeang memiliki berbagai macam sarana dan prasarana yang mencukupi, di antaranya, 6 kelas untuk kelas X, 5 kelas untuk kelas XI, dan 5 kelas untuk kelas XII, perpustakaan, lab IPA, lab Bahasa, lab Komputer, UKS, masjid, ruang guru, ruang tata usaha, ruangan OSIS, lapangan olahraga, lapangan parkir, kantin yang terdiri dari 5 kios, dan 8 toilet.

Sekolah ini memiliki 518 siswa dan 49 tenaga pendidik. Dari 49 tenaga pendidik yang ada, 9 di antaranya belum disertifikasi dan 3 guru lainnya masih berstatus guru honorer. Pada tahun sebelumnya, angka kelulusan siswa mencapai 100 persen. Dari seluruh siswa yang lulus ini, 40 persen melanjutkan ke Perguruan Tinggi dan 60 persen lebih memilih untuk bekerja.

Kurikulum yang digunakan sekolah ini adalah KTSP (Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan). Dalam penentuan kelulusan siswa, Ujian Nasional tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran kelulusan untuk tahun akademik 2010-2011. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan berdasarkan rapat Dewan Guru. Meskipun demikian, siswa harus lulus ujian sekolah atau madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, serta lulus ujian nasional.

Sekolah yang bertempat di sisi kota ini tidak lepas dari berbagai macam prestasi, di antaranya prestasi nasional dalam pagelaran dalang nasional yang diadakan di ITB. Prestasi lainnya yaitu dalam bidang olahraga khususnya sepak takraw. Sekolah ini pun turut serta dalam Olimpiade sains , dan bahasa Sunda. Bagi siswa-siswa yang berprestasi, diberikan beasiswa dari Sampoerna dan juga sekolah.

Kontribusi untuk sekolah ini tak hanya berasal dari para siswanya, namun alumnus yang kemudian sukses pun tetap peduli dengan perkembangan sekolah. Di antara lainnya sumbangan-sumbangan yang berupa dana.

Selain kegiatan akademis, para siswa dapat mengikuti berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler yang difasilitasi oleh sekolah. Ekstrakurikuler yang ada di sekolah ini antara lain Pramuka, Palang Merah Remaja/ Unit Kesehatan Sekolah, sepakbola, kesenian/ paduan suara, bola voli, bulutangkis/ badminton, KIR (Karya Ilmiah Remaja), bola basket, Remaja Masjid/ baca tulis Al-Qur’an, PASKIBRA (Pasukan Pengibar Bendera), Pencak Silat, PA (Pecinta Alam), Hockey serta beberapa kegiatan olimpiade dalam bidang matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, TIK, dan kebumian.

Struktur Organisasi SMA Negeri 1 Conggeang

  • Pesantren

Di Desa Cibeureyeuh terdapat sebuah pesantren yang telah berdiri dari tahun 2004. Tidak terdapat plang nama, namun ada nama yang masih diangan-angankan untuk dijadikan nama pesantren ini, yaitu ‘Darul Muhajirin’ yang punya arti sebagai tempat para pendatang, dikarenakan mayoritas yang menjadi siswa-siswinya dari luar Desa Cibeureuyeuh, ada yang dari Cirebon, Majalaya, Sumedang, dan lain-lain. Ada 40 orang 15 laki-laki dan 15 perempuan dari usia SMP dan SMA, ditambah 10 orang anak SD yang bermalam di pesantren ini. Dalam satu kamar diisi oleh 7 orang dengan berjejal-jejalan. Di pesantren ini tidak diberi batasan sampai kapan ingin belajarnya. Yang dipelajari di luar dari kurikulum sekolah, yaitu dengan sistem campuran (kitab kuning). Hanya ada 1 kelas yang memiliki 3 tingkatan, yaitu : dasar, menengah,dewasa. Pengajarnya ada 1 guru, yaitu Ustadz Udin dan dibantu tutor-tutor dari kakak kelas jika mereka sempat. Untuk biaya sehari-hari tidak ada iuran, dana dari hasil panen padi, cabe, bawang, dan juga dari hasil ternak sapi yang disisihkan dan disesuaikan dengan kebutuhan. Pada awal berdirinya pesantren ini mendapat bantuan dana dari salah satu provider di Indonesia sebesar Rp. 90.000.000,-. Yang dipelajari di pesantren ini tidak hanya tentang agama tapi juga tentang ekonomi, sosial, dan pertanian. Jadwal kegiatan sehari-hari yang dilakukan yaitu sekolah bagi yang sekolah, menjaga pondokan, membantu membuat masakan jika ada hajatan, mengaji, dan bertani. Sebulan sekali jadi pemateri dalam pengajian, sesekali diminta jadi pemateri di luar daerah. Jadi, dari pesantren ini tidak difokuskan untuk mendatangkan, tapi mendatangi dengan diadakannya ceramah-ceramah.

B.1.Infrastruktur dan Tata Pemerintahan

Desa Cibeureuyeuh yang terletak di Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, dikepalai oleh seorang kepala desa yang dibantu oleh sekretaris desa, bendahara desa, kepala urusan, kepala dusun, dan staff-staff lainnya. Selain itu, terdapat pula Lembaga Perwakilan Desa yang disebut BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Struktur organisasi pemerintahannya dapat dilihat di bawah ini.

Tabel B.1.1

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI PEMERINTAHAN DESA CIBEUREUYEUH

Berdasarkan PERDA No. 7 Tahun 2007

Periode 2010-2016

Fungsi kepala desa ada 3, yaitu : membahas masalah pembangunan, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Dalam pelaksanaannya, Kepala Desa Cibeureuyeuh membina 2 Dusun, 4 Rukun Warga (RW), dan 15 Rukun Tetangga (RT). Dusun yang terdapat di Desa Cibeureuyeuh, yaitu : Dusun Cidempet I dan Dusun Cidempet II.

Gambar B.1.1

(Gambar B.1.1 Dari kiri ke kanan : Beni Setiadi (Sekretaris Desa), Sumarna (Kepala Desa), ) Foto :

Lembaga-Lembaga Kemasyarakatan :

1. Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Badan Permusyawaratan Desa adalah suatu badan yang berfungsi sebagai musyawarah dan mitra kerja kepala desa. Beranggotakan 7 orang, karena di Desa Cibeureuyeuh memiliki jumlah warga yang tidak sampai 1500 orang.

2. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM)

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat adalah lembaga yang berfungsi untuk mengawasi pemberdayaan desa. Contoh kegiatan yang diawasi : bedah rumah dari kabupaten dan pembuatan gorong-gorong.

3. Satuan Tugas Linmas

Di Desa Ciebeureuyeuh terdapat Satuan Tugas Linmas, yang strukturnya terdiri dari Komandan Pleton dan 1 anggotanya, Ketua Koordinator Wilayah I dan 4 anggotanya, Ketua Koordinator Wilayah II dan 7 anggotanya, Ketua Koordinator Wilayah III, Ketua Wilayah IV dan 1 anggotanya.

4. Rukun Warga (RW)

Desa Cibeureuyeuh memiliki Rukun Warga yang terbagi menjadi 4.

5. Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)

Tugas dan Fungsi Tim Penggerak PKK :

-          Tugas :

  • Merencanakan, melaksanakan, dan membina pelaksanaan program-program kerja PKK, sesuai dengan keadaan dan kebutuhan masyarakat
  • Menghimpun, menggerakkan, dan membina potensi masyarakat, khususnya keluarga untuk terlaksananya program-program PKK
  • Memberikan bimbingan, motivasi, dan memfasilitasi Tim Penggerak PKK/ kelompok-kelompok PKK di bawahnya
  • Menyampaikan laporan tentang pelaksanaan tugas kepada Ketua Dewan Penyantun Tim Penggerak PKK pada jenjang yang sama dan kepada Ketua Umum / Ketua Tim Penggerak PKK setingkat di atasnya
  • Mengadakan supervisi, pelaporan, evaluasi dan monitoring terhadap pelaksaan program-program PKK

-          Fungsi :

  • Penyuluh, motivator, dan penggerak masyarakat agar mau dan mampu melaksanakan program PKK
  • Fasilitator, perencanaan, pelaksanaan, pengendali, pembina, dan pembimbing gerakan PKK.

Gerakan PKK adalah gerakan nasional dalam pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah yang pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat sejahtera, maju dan mandiri, kesetaraan dan keadilan gender serta kesadaran hukum dan lingkungan. Struktur kepengurusan PKK ada ketua, wakil, sekretaris, bendahara, pokja I, pokja II, pokja III, pokja IV, dan penasehat.

Ada 10 program pokok PKK, antara lain :

1.      Penghayatan dan Pengamalan Pancasila

2.      Gotong Royong

3.      Pangan

4.      Sandang

5.      Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga

6.      Pendidikan dan Ketrampilan

7.      Kesehatan

8.      Pengembangan Kehidupan Berkoperasi

9.      Kelestarian Lingkungan Hidup

10.  Perencanaan Sehat

Program no. 1-2 lingkup kerja pokja I, program no. 6-8 lingkup kerja pokja II, program no. 3-5 lingkup kerja pokja III, program no 7,9,10 lingkup kerja pokja IV.

6. Lembaga Kemasyarakatan Lainnya

Lembaga kemasyarakatan lainnya adalah Babinsa, Babinkamtibmas, Gapoktan, Bidan Desa, KIM, Karang Taruna, DKM. Di Desa Cibeureuyeuh ini juga terdapat Persatuan Ojeg Cidempet (POCI), yang memiliki ketua dan 16 anggota.

Salam sejahtera,

Pertama-tama kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu berjalannya KKNM Periode Januari 2011 di Desa Cibeureuyeuh, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang terutama Ibu Siti Yuyun Rahayu Fitri, S.Kp, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan kami selama pelaksanaan KKNM di Desa Cibeureuyeuh.

Kami terdiri dari beberapa fakultas yang berbeda yang tentu saja memiliki latar belakang yang berbeda pula. Namun dari perbedaan-perbedaan itulah ternyata yang justru menyatukan kami.

Inilah kami, peserta KKNM Unpad Desa Cibeureuyeuh 2011 :

1 Andris 110110060212
2 Jimmy Wirawan 110110060262
3 Reza Surya Nagara 110110070014
4 R. Rahmi Miesta Permata 110110070224
5 Tenni Puspanata 110110070458
6 Tesa Ardiansyah 110110070486
7 Yanuar Caprio 110110070493
8 Adipati Permana Parawatha 110110080375
9 Fikri 110113080200
10 Fauratika 120110070047
11 Fariz Junior Nusantara 120110070127
12 Zahra Purnama Esa Bekti 120110070138
13 Yuniandari Ikramina H. 120110070157
14 Donti More 140110080015
15 Ines Heidiani Ikasari 140110080059
16 Rabiatul Adawiyah 140110080087
17 Barry Ariatma S. 170110080021
18 Prita Megianti 170210080122
19 Deavy Anggita S. 170210080206
20 Gledya Melisa M. R 180410070102
21 Halimatul Sakdiah 180610080052
22 Nina Karennina 180610080061
23 Ayu Maryastuti M. 180810060017

Desa Cibeureuyeuh memiliki sebuah kesenian khas bernama Kuda Renggong.  Sejarah kuda renggong menurut beberapa seniman, berasal dari desa Cikuburuk, kecamatan Buah Dua, kabupaten Sumedang. Kata renggong dalam kesenian ini merupakan metatesis dari kata Ronggeng, yang berarti keterampilan berjalan kuda untuk mengikuti irama musik terutama kendang yang biasanya dipakai sebagai media tunggangan arak-arakan sunat atau khitan.

Sebagai seni pertunjukan rakyat yang berbentuk seni helaran (pawai, karnaval), perkembangan kuda Renggong dilihat dari pilihan bentuk kudanya yang tegap dan kuat, asesoris kuda dan perlengkapan musik pengiring, para penari, dan semakin hari semakin semarak dengan pelbagai kreasi para senimannya. Hal ini tercatat dalam setiap festival Kuda Renggong yang diadakan setiap tahunnya. Kuda Renggong kini telah menjadi komoditi pariwisata yang dikenal secara nasional dan internasional.Dalam pertunjukannya, Kuda Renggong terbagi manejadi dua kategori,yaitu Kuda Renggong desa dan Kuda Renggong Festival.

Dari dua bentuk pertunjukan Kuda Renggong, jelas muncul musik pengiring yang berbeda. Musik pengiring Kuda Renggong di desa-desa, biasanya cukup sederhana, karena umumnya keterbatasan kemampuan untuk memiliki alat-alat musik (waditra) yang baik. Umumnya terdiri dari kendang, bedug, goong, terompet, genjring kemprang, ketuk, dan kecrek. Ditambah dengan pembawa alat-alat suara (speaker toa, ampli sederhana, mic sederhana). Sementara musik pengiring Kuda Renggong di dalam festival, biasanya berlomba lebih lengkap dan moderen dengan penambahan peralatan musik terompet Brass, keyboard organ, simbal, drum, tamtam.

Berdasarkan wawancara dengan seorang seniman Kuda Renggong bernama Bapak Aca(57 tahun), didapatkan informasi bahwa awal mula kesenian Kuda Renggong didapat dari hasil turun-temurun keluarga. Kuda yang dimiliknya berjeumlah 3 ekor yang berasal dari Jawa Timur. Selama 36 tahun bekerja, Pak Aca telah banyak mengikuti festival yang diselenggarakan ditinggkat kecamatan maupun kabupaten. Prestasi yang paling membanggakan adalah ketika mengikuti undangan dari Presiden Soeharto.

Dalam merawat kuda-kudanya, bapak Aca membutuhkan biaya sebesar Rp.30.000 per hari untuk satu ekor kuda dan dalam sehari kuda-kuda tersebut biasanya makan sebanyak 4 kali.Pada usia 2 tahun kuda sudah bisa dilatih, dan pada usia 7 tahun kuda tersebut sudah siap tampil hingga usia 20 tahun. Makanan yang dibutuhkan biasanya terdiri dari rumput, dedak, dan juga vitamin yang biasa diberikan satu bulan sekali. Untuk menikmati kesenian ini,  pemesan biasanya menghubungi Pak Aca 6-7 bulan sebelum pertunjukan. Tarif yang dipasang sangat relatif tergantung dari jarak tempuh yang dibutuhkan menuju tempat pertunjukan. Dalam sekali tampil durasi yang dibutuhkan antara 5-7  jam atau sekitar 12 km perjalanan. Dana yang dikeluarkan untuk akseosris sebesar Rp.1.500.000 per ekor. Selama satu bulan, biasanya kesenian Kuda Renggong di desa Cibereueyeuh biasanya tampil sebanyak 10 kali. Kelompok Kuda Renggong ini beranggotakan 35 orang termasuk dengan para penarinya. Bayaran untuk setiap anggota berkisar antara Rp.40.000- Rp.100.000 tergantung dari keahlian masing-masing. Kendala yang dihadapi dari kesenian Kuda Renggong di desa Cibeureuyeuh adalah kurangnya  perhatian dari pemerintah serta minimnya lahan untuk pengembangbiakan.