ISTHMUS

Treading Critical Spaces | Merapah Ranah Genting

Penggambaran Daerah Pedesaan sebagai Identitas Australia dalam Dua Sajak Karya A. B. “Banjo” Paterson

Australia merupakan negara sekaligus benua yang mulai dihuni oleh pendatang-pendatang dari Eropa sekitar abad ke-17. Australia terus berkembang hingga banyak orang-orang Eropa yang menetap disana hingga saat ini. Perkembangan Bahasa Inggris pun sangat pesat disini karena banyaknya imigran Inggris yang menetap disini. Andrew Baron Paterson merupakan penyair yang hidup di tahun 1864 hingga 1941. Karya-karyanya banyak dimuat di buletin-buletin yang terbit di Sydney dengan nama samara “Banjo”, nama kuda kesayangannya. Karyanya yang dapat dikategorikan ke dalam karya romantik banyak menceritakan tentang rasa nasionalismenya yang tinggi. Pada saat-saat karya ini diterbitkan, Australia sedang mengalami masalah krisis identitas karena Australia baru saja berubah dari negara yang dimiliki oleh Kerajaan Inggris menjadi negara persemakmuran. Makalah ini akan membahas tentang bagaimana penggambaran kehidupan pedesaan membangun identitas nasional Australia dalam dua sajak dari “Banjo” Paterson yang berjudul “Clancy of the Overflow” dan “The Man from Snowy River”.

Karakter yang tampil dalam dua sajak Paterson adalah karakter bernama Clancy. Karakter ini digambarkan dalam “Clancy of the Overflow” oleh aku lirisnya sebagai shearer, tukan cukur bulu, yang dia temui di dekat sungai Lachlan. Dalam sajak naratif tersebut, sang aku liris ingin mengenal lebih jauh sosok Clancy. Maka dari itu, dia menulis surat yang ditujukan kepada ‘Clancy, of the Overflow’ atau Clancy dari Overflow. Overflow sendiri merupakan tempat dimana dia melihat Clancy yang sedang mencukur ternaknya. Sayangnya, surat yang ia kirimkan dibalas dengan “Clancy’s gone to Queensland droving, and we don’t know where he are.” Dia telah pergi menggembalakan ternaknya ke Queensland, dan sejak saat itu belum ada kabar mengenai dia.

Penggambaran karakter Clancy yang lebih maskulin terlihat dalam karya yang berjudul “The Man from Snowy River”. Disini Clancy digambarkan bukan hanya sebagai penggembala, namun juga sebagai penangkap kuda. Sajak ini menceritakan kisah penangkapan kuda yang dramatis yang dilakukan oleh Clancy. Dia bersaing dengan penangkap kuda lainnya untuk mengumpulkan kembali kuda-kuda yang lari dari kandangnya. Medan yang berat dilalui oleh para penangkap kuda tersebut, tetapi hanya Clancy yang berhasil melewati dan mengendalikan kuda-kuda tersebut hingga kembali ke pemiliknya.

Dalam karya “Clancy of the Overflow”, terlihat sang aku liris sangat menikmati ketika ia berada di pedesaan dan bertemu dengan Clancy. Dia membandingkan kehidupan pedesaan Clancy dan kehidupan perkotaan yang dia alami. Sang aku liris digambarkan hidup di kota yang kotor yang berisi rumah rumah yang tinggi seperti dalam kutipan “I am sitting in my dingy little office, where a stingy / [r]ay of sunlight struggles feebly down between the houses tall.” Lapangan pekerjaannya pun sudah berbeda jauh. Clancy bekerja sebagai penggembala dan  dia bekerja sebagai pekerja kantoran.  Karakter ke-kota-an yang dimiliki sang aku liris berbanding terbalik dengan karakter Clancy yang hidup dengan citra-citra Australia yang sangat kental dengannya.

Hasrat sang aku liris terhadap kehidupan pedesaan menunjukkan konsep kehidupan Australia yang ideal. Tokoh seperti Clancy merupakan tolak ukur seorang pria yang hidup di Australia, dengan sifat-sifat dan pekerjaan yang khas. Karakter yang khas tersebut ditunjukkan oleh pemilihan kata seperti ‘shearer’, ‘drover’, ‘stockman’, ‘cattle’, dan ‘rattle’ yang menempel dalam karakter Clancy. Sang aku liris kemudian membandingkan dengan kehidupan perkotaanya yang ‘dingy’, ‘stingy’, ‘dusty’, ‘dirty’, ‘hurry’, dan ‘greedy’. Terlihat bahwa sang aku liris tidak dapat menikmati kehidupan perkotaannya. Hal ini menyebabkan dia ingin menukarkan pekerjaannya dengan Clancy yang hidup di kota, seperti dalam kutipan “[a]nd I somehow rather fancy that I’d like to change with Clancy, / [l]ike to take a turn at droving where the seasons come and go”. Dapat ditarik kesimpulan bahwa kehidupan perkotaan yang digambarkan oleh aku liris tersebut bukan merupakan kehidupan yang diharapkan oleh orang Australia pada jaman tersebut.

Penggambaran lansekap Australia yang cukup unik – berbeda dengan lansekap yang ada di Inggris – memberikan karakteristik khusus yang tertanam dalam konsep negara Australia. Contohnya, sampai saat ini Australia masih dikenal sebagai Negara Kangguru. Konsep lansekap Australia yang unik tersebut menjadi simbol identitas Australia. Sama halnya dengan apa yang ada dalam karya-karya Paterson, lansekap tersebut menjadi karakter yang unik yang dicoba untuk dicitrakan dengan baik untuk pembentukan identitas Australia. Penggambaran tentang peternakan, padang rumput, sungai-sungai, dan bukit-bukit yang indah menjadi ciri khas yang ditampilkan dalam kedua karya tersebut. Hal inilah yang memberikan citra tentang lansekap Australia yang begitu luas dan dipenuhi oleh kekayaan alam.

Citra yang ditampilkan oleh penggambaran Australia ini memiliki peran penting dalam mengembangkan kesadaran politik untuk membangun karakter nasional Australia. Hal ini terkait dengan visi apa yang ingin dicapai oleh negara tersebut. Australia merupakan negara yang memiliki padang rumput yang luas sehingga cocok untuk dipakai mengembala. Hal ini pula yang ditampilkan dalam karya-karya Paterson yaitu imajinasi tentang seorang yang bekerja keras menggarap lahan dan ternak khas Australia sehingga mereka akan bangga terhadap apa yang dimiliki oleh negaranya, seperti yang Gunew utarakan:

The narrative of Australia as it pertains to cultural and literary history is dominated by a cluster of organic images comprising, inevitably, new branches springing lustily from old family trees […] who believes in Weltliteratur or a republican promoting national uniqueness. (99)

Akan tetapi, Clancy, sebagai tokoh utama dalam kedua sajak tadi, merupakan, dilihat dari namanya, seorang keturunan pendatang bangsa Anglo-Celtic. Yang patut dipertanyakan adalah dimana posisi penduduk asli Australia di dalam konsep nasional dalam karya Paterson. Dalam “The Man from Snowy River”, ada satu kata yang tampaknya merujuk kepada penduduk asli Australia yaitu kata “bushmen” seperti dalam baris “[f]or the bushmen love hard riding where the wild bush horses are, / [a]nd the stockhorse snuffs the battle with delight”. Penduduk asli Australia digambarkan sebagai orang yang dekat dengan alam, selalu ada ketika kuda-kuda liar tersebut ada. Namun, pencitraan ini sangat sedikit sehingga tidak terlalu berpengaruh terhadap citra yang ideal.

Usaha untuk menampilkan keunikan dimiliki oleh Australia tersebut merupakan usaha untuk keluar dari kungkungan para penjajahnya terdahulu. Seperti yang kita ketahui, perbedaan yang mencolok antara Inggris dan Australia terletak di keadaan alam. Inggris tidak memiliki lahan yang cukup luas, hanya berupa pulau, dan tidak memiliki kekayaan alam yang banyak. Berbeda dengan Australia, negri ini merupakan benua yang sangat besar dan banyak memiliki kekayaan alam. Hal inilah yang tampak ditampilkan di karya-karya Paterson dengan penggunaan diksi-diksi yang khas akan cita rasa Australia seperti ‘wild bush horses’, ‘bush’, ‘Kosciusko’, ‘wombat hole’, dan lainnya.

Kesimpulannya, Paterson mencoba untuk menarasikan konsep identitas dan nasionalismenya di dalam karya-karyanya dengan cara menggambarkan keunikan alam pedesaan yang dimiliki oleh Australia. Hal ini terkait dengan keinginan terlepasnya dari bayangan penjajah terdahulu sehingga ia menggunakan konsep yang tidak dimiliki oleh mereka. Selain itu, imajinasi tentang karakter ideal orang Australia digambarkan dalam karakter Clancy yang memiliki sifat-sifat seperti pemberani, pengambil resiko, dan dekat dengan alam. Karakter tersebut disandingkan dengan karakter orang perkotaan yang tidak ramah, selalu sibuk, dan tidak menyenangkan.

Daftar Pustaka

Gunew, Sneja. “Denaturalizing cultural nationalisms: multicultural readings of ‘Australia’.” Nation and Narration. Ed. Homi K. Bhabha. London: Routledge, 1990. 99-116.

Paterson, A. B. Clancy Of The Overflow. 1 Juli 2012 <http://www.wallisandmatilda.com.au/clancy-of-the-overflow.shtml>.

—. THE MAN FROM SNOWY RIVER by A.B. “Banjo” Paterson. 1 Juli 2012 <http://www.middlemiss.org/lit/authors/patersonab/poetry/snowy.html>.

Gambar diambil dari http://theaustralian.com.au

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

75 + = 79

Information

This entry was posted on January 16, 2013 by in Essay and tagged , , , , , .