Ciri Pesantren Yang Tidak Ajarkan Radikalisme

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa, Effendi Choirie, memberikan tips memilih pondok pesantren yang tak mengajarkan radikalisme pada santrinya. Informasi ini penting karena Islamofobia yang berkembang akibat maraknya aksi terorisme membuat orang tua enggan memasukkan anaknya ke pesantren.

Secara umum, Gus Choi berpendapat, sebenarnya tak ada pesantren yang mengajarkan radikalisme. Kalaupun ada pesantren yang radikal biasanya adalah yang usianya relatif muda.

“Pondok pesantren yang radikal itu yang baru-baru,” kata anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu, Rabu 27 April 2011. “Jadi dia punya pengetahuan agama sedikit entah dari mana, kemudian bikin pondok, bikin aliran baru dia di situ. Nah ini radikal dia,” kata Choirie.

Tapi, lanjut Choirie, pesantren yang berusia tua, tidak ada yang radikal. “Pesantren yang mulainya sebelum merdeka, setelah Wali Songo kemudian punya murid, lalu bikin pondok dan punya murid sampai generasi sekarang, itu nggak ada yang radikal,” kata Choirie.

Dengan demikian, tambahnya, pondok pesantren yang keberadaannya memiliki akar sejarah panjang di Indonesia pasti tak akan mengajarkan paham radikal. “Mereka moderat, akomodatif, toleran, menghormati hak asasi yang lain,” kata Choirie

.

Tags:

Comments are closed.