Category Archives: Sistem Informasi Manajemen

Sistem Informasi, ITIL & Co-Creation

Sistem Informasi

WhatsApp Image 2016-09-03 at 10.47.37Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan tertentu (Wing, 2006). Wing juga menuliskan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah sehingga berguna untuk pembuatan keputusan. Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan (Jogiyanto, 2005). Menurut Raymond Mcleod & George Schell, data terdiri dari fakta-fakta dan angka-angka yang relative tidak berarti bagi pemakai. Informasi adalah data yang telah diproses atau data yang memiliki arti. Sistem merupakan sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Sementara open system merupakan suatu sistem yang dihubungkan dengan lingkungannya melalui arus sumber daya.

Masukan –> Transformasi –> Keluaran

ITIL (Information Technology Infrastructure Library)

ITIL adalah sebuah konsep kebijakan mengenai pengelolaan teknologi informasi agar teknologi tersebut dapat diintegrasikan dengan proses bisnis yang dimiliki oleh perusahaan. Keuntungan dari ITIL:

  1. Meningkatkan kepuasan user dan konsumen akan layanan TI
  2. Meningkatkan kemampuan layanan
  3. Penghematan keuangan
  4. Meningkatkan keuntungan bisnis
  5. Organisasi semakin efektif dan semakin fokus dengan tujuanitil-framework-diagram

Siklus layanan ITIL :

  1. Service Strategy – Sebuah panduan untuk menentukan strategi apa yang akan digunakan untuk mengimplementasikan sistem
  2. Service Design – Memberikan panduan untuk mendesain layanan TI agar bisa diimplementasikan
  3. Service Transition – Panduan untuk mengetahui kebutuhan apa saja yang akan diperlukan untuk mereliasisasikan dalam langkah selanjutnya
  4. Service Operation – Kegiatan operasional harian untuk pengelolaan layanan TI

Co-Creation

C.K Prahalad dan Venkat Ramaswamy (2004) mengungkapkan bagaimana nilai dibentuk pada tahapan pengalaman konsumen pada proses co-creation dengan perusahaan. Interaksi berkualitas tinggi yang memungkinkan pelanggan individu untuk bersama-menciptakan pengalaman unik dengan perusahaan adalah kunci untuk membuka sumber baru keunggulan kompetitif. Bangunan interaksi yang berkualitas tersebut adalah adanya dialog, access, risk-benefits, dan transparency. Dialog dan Access menitikberatkan pada keterlibatan, sedangkan risk-benefits dan transparency menitikberatkan pengungkapan diri organisasi kepada stakeholdernya (Hatch dan Schultz, 2010).